Situs Penting untuk Booking Hotel dan Pesawat

Sekarang ini, di zaman serba maju ini, dan pesawat tak perlu lagi menelpon, atau mencari tahu situs hotel atau airline yang bersangkutan.

Beberapa situs ini membantu saya membooking dan menemukan hotel, pesawat, dan transportasi lain saat saya travelling.

Situs Penting untuk Booking Hotel dan Pesawat
Sumber: canva

Dulu, kalau ingin naik pesawat, kita mesti datang ke agen, lalu diberi tiket yang terdiri dari dua lembar, warna putih dan warna merah.

Sekarang ini, di zaman serba maju ini, booking hotel dan pesawat tak perlu lagi menelpon, atau mencari tahu situs hotel atau airline yang bersangkutan.

Beberapa situs ini membantu saya membooking hotel, pesawat, kereta, dan transportasi lain saat saya travelling.

Baca Juga: Perbedaan Travelling Dulu dan Sekarang

Sykscanner.Net

Situs Penting untuk Booking Hotel dan Pesawat
Tampilan skysacnner

Skysscanner.net ini adalah situs andalan saya untuk mencari harga pesawat. Situs ini menampilkan harga pesawat dari berbagai agen travel online, termasuk harga di situs resmi maskapainya, sehingga saya dapat memilih mana yang termurah.

Sebenarnya, ada beberapa situs sejenis ini seperti ini, namun saya lebih suka menggunakan skyscanner.net untuk mencari pesawat karena lebih mudah penggunaannya.

Ada pilihan multicity juga yang memungkinkan saya mencari penerbangan pergi dan pulang dari kota yang berbeda. Kalau belum tahu mau ke mana dan ingin cari penerbangan yang termurah, di kolom tujuan tinggal ketik “everywhere” dan situs ini akan menampilkan harga ke kota-kota di dunia. Tinggal pilih deh mau ke mana yang sesuai bujet.

Misalnya ya, saya dari Jakarta niat banget mau jalan-jalan tapi nggak tau mau ke mana, tinggal masukin everywhere di destinasi, masukin tanggal, akan keluar deretan destinasi dengan harganya. Tinggal sesuaikan dengan bujet saya.

Situs Penting untuk Booking Hotel dan Pesawat
Fitur everywhere

Enaknya skyscanner ini, ada tampilan berupa map (asal bukanya di pc yaa). Saya suka liat yang bentuk map ini karena buat saya lebih gampang mencarinya.

Situs Penting untuk Booking Hotel dan Pesawat
Peta skyscanner

Rome to Rio

Situs Penting untuk Booking Hotel dan Pesawat
Tampilan di PC

Rome2Rio adalah situs favorit saya untuk mencari dan membandingkan harga beberapa moda transportasi seperti pesawat, bus, dan kereta.

Saya menggunakannya kemarin ketika bertandang ke Eropa. Begitu memasukkan titik awal dan titik destinasi, akan keluar beberapa pilihan moda transportasi yang bisa dipakai berserta harga. Enaknya, situs ini menampilkan peta yang juga disertai dengan jarak tempuh sehingga saya dapat membayangkan sejauh apa nanti perjalanan saya.

Saya sempat mencoba situs ini untuk mencari rute angkutan di Bali. Situs ini ternyata bisa juga digunakan, tetapi moda angkutan yang diberikan tak selengkap di Eropa. Situs lain yang sejenis ini adalah GoEuro (www.goeuro.com).

Baca Juga: Barang Multiguna Buat Travelling

Airbnb

Airbnb adalah situs yang berisi daftar rumah atau apartemen yang bisa disewa. Berbeda dengan situs penginapan lainnya, di sini kebanyakan yang disewakan adalah rumah atau apartemen milik pribadi sehingga harganya jauuh lebih murah ketimbang menginap di hotel.

Ada pilihan untuk menyewa satu ruangan saja atau seluruh rumah. Jika Anda memilih menyewa satu ruangan itu artinya Anda harus berbagi dengan penginap lain atau malah si pemilik rumah/apartemen.

Dengan menyewa apartemen atau rumah, saya bisa memasak dan mencuci, yang seringkali tidak bisa dilakukan di penginapan biasa. Selain itu, saya bisa merasakan bagaimana tinggal di lingkungan perumahan sesungguhnya. Seru!

Situs Penting untuk Booking Hotel dan Pesawat
apartemen sewaan saya di Paris

Mau pesan juga lewat airbnb? Klik www.airbnb.com/c/rahmayuliantia?s=8 . Kalau pakai link ini bisa dapat voucher $25, lho!

Booking.com

Situs Penting untuk Booking Hotel dan Pesawat
Tampilan booking.com di PC

Situs booking.com (http://www.booking.com/) sekarang jadi andalan saya juga, terutama kalau butuh penginapan untuk mengajukan visa.

Di situs ini, rata-rata penginapannya bisa di-cancel sampai batas waktu tertentu, tanpa terkena biaya pinalti. Nah, kalau sedang membuat visa, saya booking asal saja, lalu setelah visa di-approve, langsung saya cancel dan mencari penginapan yang benar-benar akan saya inapi.

Harga yang tercantum di sini sudah termasuk harga pajak, jadi tak perlu pusing-pusing lagi menghitung harga totalnya.

Beberapa situs serupa adalah agoda.com, hostelworld.com, hostelbookers.com. Atau situs lokal seperti tiket.com, traveloka.

SEAT61.COM

seat 61, Situs Penting untuk Booking Hotel dan Pesawat
Tampilan seta61 di PC

Ini adalah situs favorit saya saat mencari informasi soal kereta di berbagai negara. Situs ini cukup lengkap dan detail memberikan informasi, mulai dari kondisi kereta, cara memesan, rute dan harga, dan sebagainya. Situs ini juga merekomendasikan beberapa agen pemesan resmi yang terpercaya.

Saya menggunakannya berkali-kali saat akan membooking kereta di berbagai negara, termasuk kereta di India yang sistem booking-nya cukup membingungkan (baca: Ribetnya Membeli Kereta India). Sangat membantu!

Kalau kalian, situs apa yang penting buat travelling?

Tulisan ini telah ditayangkan di situs Infokomputer.grid.id

3 Barang Kecil Tapi Penting Saat Backpacking

Kamera, baterai cadangan, pencatu daya, alat mandi, alat make-up, adalah barang-barang keperluan travelling yang pastinya tak akan saya lupakan.

Namun, ada 3 barang lainnya yang kecil, terkadang terlupakan, namun sebenarnya sering dibutuhkan.

Kamera, baterai cadangan, pencatu daya, alat mandi, alat make-up, adalah barang-barang keperluan travelling yang pastinya tak akan saya lupakan.

Namun, ada 3 barang lainnya yang kecil, terkadang terlupakan, namun sebenarnya sering dibutuhkan.

1. Mangkuk Lipat

Terkadang, makanan halal menjadi kendala ketika berpergian di suatu tempat. Apalagi untuk muslimah seperti saya, yang tak bisa sembarangan makan. Alhasil, membawa bekal dari Indonesia (seperti mie yang dapat direbus dengan menggunakan gelas) kerap menjadi jawaban atas solusi ini.

Nah, tak semua penginapan menyediakan gelas, mangkuk, ataupun wadah yang dapat digunakan untuk menyajikan makanan. Makanya, saya selalu membawa ini ketika berpergian ke mana saja: mangkuk lipat.

Mangkuk ini terbuat dari bahan silicon, yang jika ditutup bentuknya sangat tipis sehingga dapat diselipkan di koper atau carrier bag saya. Jika dibuka, cukup untuk menampung mie gelas saya.

Mangkuk ini bukan cuma berguna saat memakan bekal. Terkadang, ada negara yang punya porsi makanan luar biasa banyaknya. Nah, daripada mubazir, saya suka membawa pulang sisa makanannya. Lumayan, bisa dimakan kalau lapar.

Tak sulit menemukan benda ini. Dua tahun lalu saya membelinya di Ace Hardware (saya lupa harganya) dan bertahan hingga kini.

Di toko outdoor seperti Consina, benda ini juga dijual. Ada 3 ukuran, yakni 250ml yang dibanderol dengan harga Rp40 ribu; 300ml yang harganya Rp70 ribu, dan 1000ml yang bisa dibeli dengan harga Rp105 ribu. Toko online seperti aliexpress pun menjualnya dengan harga bervariasi.

Mangkuk lipat
Mangkuk lipat Consina 300ml, harganya Rp70.000

Baca Juga: https://jilbabbackpacker.com/2020/05/30/rekomendasi-restoran-halal-di-rusia/

2.  Sendok Garpu 3in1

Ini juga benda yang selalu saya bawa: sendok, garpu, dan sumpit yang berada dalam satu tempat. Praktis karena bisa dibongkar pasang.

Saya membeli ini di situs tokopedia dengan harga Rp35.000/set. Namun jika ingin yang lebih murah, di toko seperti Tokyo 1 Store tersedia pula garpu, sendok, dan pisau 3 in1. Saya lupa harga persisnya, namun tak terlalu mahal, apalagi satu set terdiri dari 6 buah.

sendok travel
ini yang saya beli di tokopedia
6x-sendok-garpu-pisau-berkemah-mendaki-peralatan-Spork-Combo-Gadget-sendok-garpu-Travel
yang ini ada di Tokyo 1 Store

3.  Vacuum Bag 

Walaupun ala backpacker-an, banyak baju yang mau tak mau harus dibawa. Apalagi buat yang memakai hijab seperti saya; selain baju panjang dan celana, ada jilbab juga. Penuh. Agar lebih ringkas, saya menggunakan hand roll vacuum bag, yang saya beli di Ace Hardware seharga Rp70.000/set.

Cara memakainya juga gampang. Cukup masukkan baju, rapatkan seal-nya, lalu gulung hingga udara ke luar dari bag. Dengan vacuum bag ini, baju jadi lebih ringkas. Kalau membawa carrier bag saya yang ukurannya 35Lt, biasanya saya bawa satu vacuum bag saja. Sisanya baju saya masukkan ke kantong-kantong lain.

Kalau hasilnya mau lebih mantap, beli yang termasuk alat vacuum. Cuma jadi mesti bawa alat vacuum-nya.

hand vacuum roll

Kalau kalian, barang kecil multiguna apa yang wajib dibawa?

8 Aplikasi yang Penting Saat Wisata ke Turki

Saat wisata ke Turki, saya dibantu oleh beberapa aplikasi di handphone. Aplikasi-aplikasi ini saya unduh saat masih di Indonesia, dan terbukti sangat berguna selama di sana. Apa saja itu?

aplikasi saat wisata ke Turki

Turki adalah negara indah yang jadi favorit banyak orang, termasuk saya. Sudah tiga kali saya berwisata ke sana. Rasanya ingin kembali lagi, lagi, dan lagi.

Nah, saat wisata ke Turki itulah, saya dibantu oleh beberapa aplikasi di handphone. Aplikasi-aplikasi ini saya unduh saat masih di Indonesia, dan terbukti sangat berguna selama di sana.

Apa saja aplikasi yang penting saat wisata ke Turki?

1. Moovit

Moovit ini adalah aplikasi andalan saya ketika berwisata, termasuk ketika wisata ke Turki.

Moovit ini sangat berguna untuk mengetahui angkutan umum apa yang mesti kita ambil dari satu destinasi ke destinasi, lokasi tempat angkutan umum berada, dan berapa lama waktu tempuh ke destinasi.

Enaknya, aplikasi ini adalah aplikasi real time. Artinya, kalau kita bergerak, dia akan bergerak seiring pergerakan kita. Dan akan memberi tahu kalau kita sudah sampai di tujuan.

Buat saya, aplikasi ini lebih akurat dibanding google map, lebih detail dan user friendly juga.

2. Trafi

Aplikasi yang sejenis dengan Moovit adalah Trafi. Namun saya belum pernah menggunakannya, jadi tak bisa memberikan review soal aplikasi ini.

Namun menurut kawan saya, aplikasi ini berguna banget saat di sana terutama saat akan naik kereta antarkota di Turki.

3. Bi Taksi

Bi Taksi ini adalah aplikasi untuk memanggil taksi di kota-kota besar di Turki. Saya baru mencobanya di Istanbul dan lumayan berguna.

Nantinya akan ada pilihan taksi jenis apa yang bisa digunakan; ada pilihan taksi standar dan taksi premium, juga dilengkapi dengan harganya.

Berbeda dengan grab atau gocar, taksi yang ada di Bi Taksi ini adalah taksi resmi dan harganya juga tak lebih murah daripada kita menyetopnya di pinggir jalan. Namun lebih terjamin dan lebih mudah.

Saya dua kali memakainya, salah satunya saat saya turun di terminal di pagi buta dan mesti membawa koper ke perhentian bus bandara. Daripada susah, akhirnya saya naik taksi dan memanggilnya dengan aplikasi ini.

Baca Juga: Transportasi dari Bandara Baru Istanbul

4. Google Translate

Di daerah yang banyak turis seperti Istanbul dan Kapadokya rata-rata orang Turki bisa berbahasa Inggris dasar. Namun di daerah seperti Izmir, atau daerah Turki Timur, masih banyak yang tak bisa berbahasa Inggris. Nah, aplikasi google translate ini bisa sangat membantu menterjemahkan apa yang kita maksud.

Google translate yang berupa aplikasi juga bisa membaca huruf Turki melalui kamera dan kemudian menterjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia atau bahasa lain yang diinginkan.

Satu lagi fitur andalan google translate yang amat berguna bagi saya adalah translate ucapan. Walau kadang meleset kalau pengucapan kita tak jelas, namun lumayan lah…

5. Sesli Sözlük

Ini aplikasi yang disarankan sepupu saya yang tinggal di Turki, untuk menggantikan google translate yang sering kacau penerjemahannya.

Mirip sebenarnya dengan google translate, namun ia hanya bisa menterjemahkan dari bahasa Turki ke bahasa Inggris, jerman, spanyol, dan beberapa bahasa lain. Belum ada pilihan bahasa Indonesia.

Saya pakai yang mana? Google translate aja karena memori handphone saya tak cukup untuk mengunduh aplikasi lagi.

6. Airbnb dan Booking.com

Dua platform untuk booking penginapan di Turki ini adalah andalan saya. Saya biasanya membandingkan mana yang lebih murah di antara keduanya, dan membandingkannya lagi dengan tempat booking hotel lain seperti Agoda, Traveloka, Tiket.com, dan sebagainya.

Oiya, untuk kamu yang pertama kali pakai airbnb, bisa klik referral saya ini. Akan dapat potongan harga hingga 15 dolar lho…

7. Culinary Backstreets

Ini adalah aplikasi untuk mengetahui lokasi-lokasi tempat makanan favorit di beberapa negara di dunia, termasuk di Turki.

Selain nama restoran, ada juga review dari beberapa travel blogger dan reviewer di sana. Saya jarang pakai ini karena buat saya, semua makanan di Turki termasuk makanan di pinggir jalannya rasanya enak dan enak banget.

8. EX Currency

Ini aplikasi yang perlu ga perlu sih. Aplikasi ini berguna menghitung kurs dari lira turki ke mata uang lain, termasuk rupiah. Kursnya lumayan akurat, jadi berguna banget kalau akan belanja supaya nggak salah hitung.

Pengalaman Memperpanjang SIM di Mal Pelayanan Publik

Saya datang lagi ke Mal Pelayanan Publik di Rasuna Said, Kuningan. Dulu untuk memperpanjang paspor, kini kembali untuk memperpanjang SIM. Nyaman ternyata memperpanjang SIM di Mal Pelayanan Publik.

Saya datang lagi ke Mal Pelayanan Publik di Rasuna Said, Kuningan. Dulu untuk memperpanjang paspor, kini kembali untuk memperpanjang SIM. Nyaman ternyata memperpanjang SIM di Mal Pelayanan Publik.

 

Kedua SIM saya habis masa berlakunya akhir Juli ini. Untung saya keburu sadar di awal bulan dan segera memperpanjangnya.

Setelah bertanya sana-sini, salah satu teman menyarankan untuk memperpanjang SIM secara online melalui SITUS RESMI INI. Katanya, jalurnya khusus, lebih cepat dibanding SIM manual, dan  tak ribet. Saya manut. Mendaftarlah saya lewat situs online itu.

Ternyata, situsnya bermasalah. Berkali-kali error saat akan membayar hingga akhirnya, setelah belasan kali mencoba, berhasil tembus juga. Untuk lokasi, saya pilih di Satpas Jaksel yang terdekat dengan rumah. FYI, untuk SIM Online ini hanya bisa dilakukan di Polres saja, tak bisa dilakukan di SIM Keliling atau Mal Pelayanan Publik.

Singkat cerita, saya berhasil mendapatkan antrian dan registrasi SIM. Tapiii…….setelah saya print, lokasinya berubah menjadi Satpas Polda Metro di Daan Mogot.

Yassalam, jauh aja.

Daripada saya mesti jauh-jauh ke sana, saya akhirnya membatalkan registrasi itu dan memutuskan untuk memperpanjang SIM secara manual di Mal Pelayanan Publik di Rasuna Said.

Alasan saya memilih tempat ini adalah lokasinya yang dekat dengan rumah. Lagipula tempatnya nyaman dan adem. Tak mesti panas-panasan seperti halnya di SIM Keliling atau di Satpas lainnya.

Baca Juga: Begini Caranya Membuat Paspor di Mal Pelayanan Publik, Hanya 30 Menit!


Ternyata Antriannya Panjang!

Saya datang pukul 07.30. Di pintu gerbang, satpam meminta KTP dan SIM yang akan diperpanjang, dan menukarnya dengan nomor antrian. Saya mendapat antrian nomor 39. Lumayan.

Menurut Pak Satpam, selama pandemi ini jumlah pengunjung dibatasi sehingga setiap harinya hanya ada jatah 50 nomer antrian. Saya termasuk datang tepat waktu; tidak terlalu pagi dan tidak terlalu siang. Sedikit saja saya datang terlambat, nomer antrian akan habis.

nomer antrian SIM di Mal Pelayanan Publik

Pak Satpam menyarankan agar saya ngaso dulu di Pasar Festival, lalu kembali jam sepuluh. “Daripada duduk kepanasan di luar pagar, Mbak,” katanya sambil menunjuk bangku panjang tempat menunggu. Memang panas dan jumlahnya sedikit. Di dalam pagar sebenarnya ada lagi deretan bangku, yang lebih adem karena terlindungi sinar matahari, namun saya belum boleh masuk karena nomer antrian saya masih jauh. 

Akhirnya, daripada bengong, saya menunggu di kantin di sebelah Gedung Nyi Ageng Serang, minum segelas jus mangga yang ternyata harganya lumayan mahal.

Pukul 10 teng, saya datang lagi sesuai pesan Pak Satpam. Ternyata, antrian masih ada di nomor 20-30, masih jauh. Saya diminta duduk menunggu di bangku antrian di dalam yang sudah diatur agar tak terlalu rapat. Oiya, sebelum masuk tadi, saya dicek suhu.

nomer antrian SIM di Mal Pelayanan Publik
bangku tunggu di Mal Pelayanan Publik

bangku tunggu di Mal Pelayanan Publik
Wastafel di Mal Pelayanan Publik

Pukul 10.30, nomer antrian saya dipanggil. Sebelum masuk, semua orang diwajibkan mencuci tangan di drum yang diubah menjadi wastafel. “Tak boleh masuk kalau belum cuci tangan,” begitu kata petugas di depan pintu.


Ini Syarat Perpanjangan SIM

Pusat pelayanan SIM dan STNK ada di lantai 3,  di sebelah loket pelayanan Samsat STNK. Begitu sampai di atas, petugas akan menyerahkan formulir, yang setelah selesai diisi, bisa langsung dikembalikan.

Pembayaran juga dilakukan di situ. Untuk SIM A harganya Rp80.000, SIM C Rp75.000, plus biaya pemeriksaan kesehatan sebesar Rp30.000 per SIM. Total yang harus saya bayarkan sebesar 215.000 rupiah.

Walaupun ada biaya pemeriksaan kesehatan, namun ternyata tidak ada pemeriksaan sama sekali.

Oiya, ini syarat perpanjangan SIM

  1. SIM asli dan fotokopi. Walau di sana ga diminta juga ternyata fotokopiannya.
  2. KTP Asli dan fotokopi

Setelah formulir diserahkan, tinggal menunggu giliran di foto. Nah, ini saat paling mendebarkan dalam pembuatan SIM. Foto SIM saya selalu gagal, tak pernah bagus. Ditambah lagi di sini tak ada kaca, jilbab berantakan setelah pakai masker, ditambah lagi saya kelamaan menunggu di luar.

Ya, sudah lah,  pasrah saja.

IMG_20200706_113539
Tempat duduk di Mal Pelayanan Publik. Empuk !!

Setelah foto, saya tinggal menunggu SIM selesai di sofa empuk yang banyak tersedia di sana. Sofanya sudah disesuaikan dengan perintah social distancing; di beberapa tempat diberi tanda silang untuk mencegah orang duduk di situ.

Setengah jam kemudian, SIM saya kelar. Dan benar saja, fotonya kacau balau! Untung nggak perlu diliat tiap hari, dikekep aja di dompet deh.

Persiapan Winter di Rusia

Saat akan ke Rusia, saya sempat bingung baju musim dingin apa yang harus saya bawa. Karena suhu di Rusia saat musim dingin bisa mencapai 10 derajat.

Nah, inilah yang saya pakai selama musim dingin di Rusia.

DSCF7902-01

Baju apa yang saya pakai saat musim dingin di Rusia?

Saat akan ke Rusia, saya sempat bingung baju musim dingin apa yang harus saya bawa. Ini bukan winter pertama saya, saya sudah beberapa kali mengalami winter. Namun ini kali pertama saya akan mengalami suhu hingga minus 10 derajat.

Ya, suhu Rusia, terutama Murmansk di musim dingin memang luar biasa. Apalagi nantinya saya akan berburu aurora di malam hari, dengan suhu yang sudah pasti luar biasa dingin.

Nah, inilah yang saya pakai selama musim dingin di Rusia.

1. Base Layer

Lapisan paling dalam (base layer saya) ada 3 lapis. Lapisan pertama adalah long john yang saya beli sudah lama sekali, sampai saya lupa di mana membelinya.

Lapisan kedua dan ketiga adalah Uniqlo Ultrawarm Heattech. Uniqlo ini punya tiga jenis heattech, dan yang paling hangat (tapi paling mahal) adalah Ultrawarm. Lapisan ini saya tukar-tukar. Kadang heatech saya pakai duluan baru long john.

By the way, long john dan ultrawarm heatech ini mesti ngepas banget dengan badan ya, supaya nggak ada angin yang menerobos masuk ke kulit.

2. Lapisan Luar

Setelah tiga lapis, saya pakai lapisan luar berupa sweater heatech uniqlo. Kadang saya pakai kaos saya yang agak tebal.

3. Jaket Winter

Jacket ini yang paling penting. Ga asal tebal. Saya bawa dua buah jaket, yang dua-duanya mengklaim tahan sampai -20 derajat celcius.

Yang pertama adalah jaket goosedown merek universal traveller, yang saya beli setaun lalu di Mitsui KL. Waktu itu harganya sedang diskon jadi sekitar sejuta, dari harga normal 3.5 juta. Mahal? Iya sih, cuma jaket ini seperti investasi. Lebih baik beli yang mahal sekalian tapi bisa dipake seumur hidup.

Jangan asal beli jaket goosedown, apalagi asal tebal. Karena ternyata, yang bagus itu adalah yang kandungan goosedown-nya cukup tinggi di atas 90 persen.

Merek yang cukup OK sebenarnya Colombia atau TNF. Tapi yaaa harganya, ga kuaaat…

Jaket yang satu lagi adalah jaket Mark and Spencer. Saya beli di PIM duluu dengan menggunakan voucher MAP hasil menang lomba dan ternyata masih bisa saya pakai hingga sekarang. Tapi ini nggak waterproof dan bukan goosedown. Cukup hangat untuk menghalau dingin di suhu minus 3, namun tidak sehangat jaket saya yang satunya.

Sebenernya, waktu awal Maret saya main ke Zara, saya nemu jaket winter waterproof yang harganya “cuma” sejuta. Tapiii…ukurannya cuma S dan M, yang jelas nggak muat di badan saya.

4. Celana Winter

Sama dengan atasan, untuk bawahan saya juga pakai lapisan. Yakni legging uniqlo extrawarm, long john, plus uniqloultrawarm legging. Awalnya saya cuma pakai dua lapis, tapi ternyata saya kedinginan. 

Nah untuk luaran, saya pakai jeans winter yang ada lapisan fleace di dalamnya. Saya beli di china, jepang atau korea gitu (lupa), tapi banyak juga kok di toko online. Saya bawa dua, karena ada yang warna hitam dan denim.

Di toko online ada yang jual celana winter yang luarnya dari bahan kulit. Ini waterproof, tapi saya ga suka, karena mengilap banget. Kayak mau nyanyi dangdut!

5. Kaos Kaki

Kaos kaki ini penting buat saya karena kalau telapak kaki dingin, langsung menjalar ke seluruh badan.

Saya pakai kaos kaki dua lapis. Saya bawa 7 kaos kaki, dua kaos kaki heattech uniqlo, satu kaos kaki Mark and Spencer, dua kaos kaki wool dari toko Djohan Manggadua, dan dua kaos kaki biasa. Yang uniqlo ga ngaruh sama sekali. Saran saya, lebih baik beli seperti yang saya beli di toko Djohan.

6. Sepatu Winter

Saya sempat mupeng dengan sepatu Timberland. Namun sepatu incaran saya itu harganya lumayan dan ga pernah diskon. Akhirnya saya menemukan sepatu  boot buatan Bandung , yakni Nokha. Saya pakai ini waktu ke Jepang dulu, dan saya coba lagi pakai ke Rusia ini. Ternyata, lumayan banget.

Sepatu ini memang agak keras dan lebih kaku dibanding Timberland dambaan saya itu. Namun dia waterproof dan cukup tahan menghadapi salju. Bagian bawahnya juga tak licin walaupun saya kadang melengkapinya dengan antislip yang saya beli di aliexpress.

Oya, saya beli sepatu dua nomer di atas saya. Nomer saya 39-40, saya beli sepatu nomer 41. Tujuannya, biar kalau pakai kaos kaki dobel masih muat.

7. Sarung Tangan

Ini juga sangat penting buat saya, karena ini area paling ga tahan dingin buat saya. Dan ga mungkin pakai sarung tangan dobel jadi harus yang oke punya. Saya punya dua sarung tangan, yang satu saya beli di uniqlo, satu lagi baru saya beli di Rusia. Yang saya beli di Uniqlo lumayan tebal dan waterproof sehingga ini lebih sering saya pakai.

Jangan pakai sarung tangan gegayaan ya, yang cuma menang di model keren, karena ga akan mempan lawan winter. Pilih sarung tangan yang cukup tebal, kalau bisa yang waterproof seperti sarung tangan ski.

8. Syal

Perlukah pakai syal? Perlu karena anginnya dingin, dan akan membuat wajah serasa beku dan bebal. Pakai syal apa aja, asal bisa nutup bagian pipi. Apalagi kalau ga pake jilbab, mesti banget pakai syal untuk menutup leher.

9. Penutup Kuping

Saya nggak suka pakai penutup kuping, jadi saya akali dengan menggunakan ciput rajut yang menutup telinga, sebelum pakai jilbab. Lumayan hangat.

Ini yang Harus Diperhatikan Saat Memesan Tiket Pesawat Scoot

Tiket pesawat itu komponen terbesar dalam bujet liburan. Bisa setengah bujet liburan habis untuk pesawat aja.

Nah, selain suka mantengin promo, saya suka naik pesawat low cost carrier (LCC). Salah satunya adalah Scoot Airlines, LCC yang berbasis di Singapura.

Ap yang mesti diperhatikan sat memesan tiket ini?

Banyak yang nanya gimana caranya saya yang statusnya freelance ini bisa wara wiri, jalan-jalan ke sana sini. Rahasianya salah satunya terletak pada harga tiket pesawat yang saya dapatkan. Yap, tiket pesawat itu komponen terbesar dalam bujet liburan, lho. Bisa setengah bujet liburan habis untuk pesawat saja.

Nah, selain suka mantengin promo, saya suka naik pesawat low cost carrier (LCC) alias maskapai berbiaya rendah. Salah satunya adalah Scoot Airlines, LCC yang berbasis di Singapura. Scoot ini merupakan anak perusahaan dari Singapore Airlines sehingga pesawat yang digunakannya adalah eks dari pesawat Singapore Airline.  Tahu sendiri  kan track record Singapore Air yang beberapa kali dapat penghargaan sebagai maskapai terbaik di dunia.

scoot plane
Sumber: Flyscoot.com

Kalau dari hasil gugling, Scoot ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2012 dan juga telah melayani berbagai rute dari Singapura ke berbagai negara. Tapi baru sejak bulan Juli 2017 maskapai Scoot secara resmi terbang ke rute Indonesia, setelah bergabung dengan Tiger Air Singapore.

Scoot kini telah melayani penerbangan ke sejumlah 60 destinasi di 17 negara, salah satunya adalah rute andalan saya: Jakarta-Singapura atau Jakarta-Kuala Lumpur. Dan saya sempat juga beli tiket promo Jakarta-Ho Chi Minh waktu ada promo tapi akhirnya mesti saya hangusin karena bareng dengan rencana saya ke Jordan. Kebiasaan beli tiket impulsiiif, suka lupa tanggal.

Baca Juga: 4 Tempat Wisata Gratis di Singapura yang Jarang dikunjungi Turis Indonesia

Btw, maskapai Scoot ini adalah anggota dari aliansi penerbangan Value Alliance, dan telah pernah memperoleh penghargaan sebagai World’s Best Low-Cost Airlines yang diberikan oleh Skytrax. Jadi satu aliansi dengan beberapa penerbangan lainnya, dan share code juga dengan Singapore Airline.

Oiya, sejak terjadinya merger antara maskapai Scoot dengan Tiger air, maskapai ini punya seragam baru untuk pramugari dan juga para pramugaranya. Ada juga istilah scootitude, yakni kewajiban bagi para crew maskapai scoot untuk menciptakan suasana yang ceria, muda casual dan santai menyenangkan selama penerbangan, antara lain dengan adanya pertunjukan tarian juga di atas pesawat, layanan penuh senyum dan lain sebagainya. Belum pernah melihat langsung tarian ini di atas pesawat, jadi penasaran.

Nah, sebelum beli tiket Scoot, yuk intip dulu, apa yang harus diperhatikan.

Pilih Kelas Penerbangan dan Seat

Ada dua buah kelas penerbangan yang ditawarkan oleh Scoot, yakni Economy Class (yang biasa saya naiki) serta bisnis class yang diberi nama ScootBiz.

Scoot ini punya dua jenis pesawat yakni jenis Airbus 320 serta Boeing 787 Dreamliner. Airbus 320 ini biasanya dipakai untuk rute pendek, seperti Jakarta-Singapura. Komposisi seatnya 3-3. Sementara Boeing 787 Dreamliner, yang komposisi seatnya 3-3-3, dipakai untuk penerbangan jarak jauh seperti ke Athena atau Berlin.

Saya pernah naik pesawat Airbus 320 Scoot. Ruang kabinnya cukup luas, legroom-nya juga lega sehingga kaki saya nggak mentok di kursi. FYI, tinggi saya 160cm, jadi bisa dibayangin ya. Saya belum pernah coba penerbangan jarak jauh, namun kata kawan-kawan saya sih lumayan nyaman untuk pesawat dengan harga murah dan legroom-nya lebih lega daripada pesawat LCC lain.

Ada beberapa jenis seat yang ditawarkan Scoot. Yang pertama adalah standar seat. Ini seat gratis, tidak berbayar, namun saya mesti pasrah dengan nomer kursi yang dikasih ke saya.

Yang kedua adalah Super Seat. Seat ini punya leg room yang lebih lebar, yakni 30% lebih lebar dari standar dan sandaran kepala yang bisa diatur. Tapi kursi ini berbayar alias harus beli. Yang ketiga adalah Stretch Seat, yakni kursi yang berada di posisi paling depan. Paling lebaar leg room-nya. Saya pribadi sih ga suka yang stretch seat ini karena ga ada penghalang di depan, berasa ga ada pelindung gitu. Tapi buat yang kakinya panjaang, jenis kursi ini yang harus dipilih biar kakinya ga nendang-nendang penumpang di depannya.

standard
Kursi standar di penerbangan yang menggunakan 787-Dreamliner. Sumber: flyscoot.com

Layaknya LCC, pada Scoot kelas Ekonomi ini tidak tersedia fasilitas Inflight Entertaiment, ga ada tivinya. Tapi untuk  penerbangan jarak jauh, bisa beli WiFi onboard dengan harga mulai dari 5 dolar Singapura. Lumayan lho, jadi bisa bikin status di FB: “login di ketinggian 35.000 kaki di atas Selat Melaka.”

Sementara kalau kelas ScootBiz, tentu saja legroomnya lebih lega, kursinya pun lebih nyaman dengan sandaran kepala serta kaki yang bisa disesuaikan. Pada tiap kursi juga sudah  dilengkapi dengan stop kontak dan colokan USB untuk mengisi daya handphone, serta inflight entertaiment ScooTV.

scootbiz
Kursi ScootBiz. Sumber: flyscoot.com

Oiya, ada hal yang unik dan menarik di pesawat terbaru Scoot. Jendela pesawatnya telah mempergunakan panel solar sehingga bisa diatur gelap-terangnya hanya dengan mempergunakan tombol, tak perlu menggunakan tutup jendela lagi. Awalnya saya bingung mana tutup jendelanya. Ternyata……cuma perlu diatur pakai tombol di bawah jendela. Norak, ya?

Pilih Jenis Bagasi 

Sama dengan LCC lainnya, Scoot memberlakukan bagasi berbayar. Jadi, kalau saya ke Singapura nih hanya bawa koper kabin atau keril saya, saya cukup membeli tiket kelas Fly, yakni jenis tiket tanpa bagasi. Saya hanya diperbolehkan membawa satu koper ukuran kabin dengan berat maksimal 7 kg. Inget, itu maksimal ya. Bukan minimal.

Oya, untuk kelas Fly,  di tiket biasanya tertulis bagasinya 0 kg. Jangan panik dulu kalau dapat tiket begini, karena itu memang untuk bagasi check in. Untuk kabin masih mendapat jatah 7kg kok…

Pulangnya, biasanya saya beli kelas FlyBag, yakni kelas ekonomi yang punya jatah bagasi maksimal 20kg. Atau kadang juga beli bagasi tambahan 20kg kalau beli tiket Scoot via OTA seperti Traveloka. Saat beli, nanti ada tombol untuk menambah bagasi. Harga bagasi tambahan ini berbeda-beda sesuai rute yang dipilih.

Saran saya, lebih baik beli bagasi saat beli Tiket Scoot Traveloka daripada beli bagasi di konter check-in karena harga bagasi di konter check in jauuh lebih mahal ketimbang beli online saat beli tiket.

scoot
Tanda bagasi dengan tanda plus di atasnya itu berarti kita bisa membeli tambahan bagasi

Selain dua kelas itu, ada juga jenis tiket FlyBagEat. Kalau beli kelas ini akan mendapat jatah bagasi maksimal 20 kg plus makanan. Sementara, kalau beli ScootBiz alias kelas bisnis akan dapat jatah maksimal bagasi 30kg dan kabin 15 kg.

Namun untuk penumpang kelas bisnis ini, mereka bisa menambah bagasi seberat maksimal hingga 40kg dengan tambahan biaya sebesar 67 dollar tentunya. Bawaan kabin juga bisa ditambah atau di-upgrade maksimal hingga 15kg dengan biaya tambahan sebesar 27 dollar.

Beli Makanan 

Penumpang Economy Class seperti saya ini nggak dapat makanan gratis. Tapi saya bisa membeli makanan di atas pesawat. Ada berbagai macam makanan, mulai dari makanan berat yang hangat, dan makanan ringan atau camilan. Ada juga paket makanan khusus untuk penerbangan jarak jauh.

Jangan khawatir soal kehalalan, karena ada beberapa makanan di penerbangan Scoot yang sudah berlabel halal, misalnya saja nasi lemak, nasi biryani, beef and macaroni stew, dan beberapa makanan lain. Kalau di menu, lihatlah logo H dalam lingkaran hijau, yang biasanya ditaruh di samping nama makanannya. Kalau ada logo itu, artinya makanannya halal.

scoot menu
Ini saya ambil dari buku menu. Nah di beberapa makanan ada lambang H di dalam lingkaran hijau. Itu artinya makanannya halal.

Sementara, kalau membeli kelas ScootBiz, barulah dapat makanan gratis di atas pesawat.  (yaiyalah kelas bisnis). Menunya terdiri dari makanan utama, dua sajian pendamping, dan minuman yang bisa dipilih tentu saja. Oya, menu yang disediakan di ScootBiz itu bervariasi ya, tergantung pada rute penerbangannya. Penerbangan ke India akan beda menunya dengan penerbangan ke Eropa. Begitu katanya.

Jadi, mau ke mana ini dengan Scoot?

Begini Caranya Membuat Paspor di Mal Pelayanan Publik, Hanya 30 Menit!

Paspor saya expired di bulan Desember ini. Artinya, sudah harus diperpanjang sebelum bulan Juli. Maka dari itu, sepulangnya dari Iran kemaren, saya berencana memperpanjang paspor. Dan saya tak menyangka, proses saya membuat paspor di Mal Pelayanan Publik hanya butuh waktu 30 menit!

ba2d9-12yimjrql42itswr2v_dylg
Foto: medium.com

Paspor saya expired di bulan Desember ini. Artinya, sudah harus diperpanjang sebelum bulan Juli.  Maka dari itu, sepulangnya dari Iran kemaren (BACA: MITOS DAN FAKTA SOAL IRAN), saya berencana memperpanjang paspor. Dan saya tak menyangka, proses saya membuat paspor di Mal Pelayanan Publik hanya butuh waktu 30 menit!

Kok bisa? Begini tip dan langkah-langkahnya:

1. Ambil Antrian Online di Hari Minggu

Untuk memperpanjang paspor ini, harus mengambil antrian onlen terlebih dahulu. Antrian onlen ini dapat dilakukan lewat web imigrasi, lewat WA, ataupun lewat aplikasi “antrian paspor” yang bisa diunduh di android ataupun ios. Saya memilih opsi yang terakhir, karena menurut info, ini cara yang paling efektif.

Setelah aplikasi diunduh, yang harus dilakukan adalah mencari Kanim mana yang masih memiliki slot/kuota kosong. Lalu kalau ketemu, tinggal masukkan NIK dan voila, tinggal beragkat ke Kanim sesuai tanggal dan jam yang diapply.

Mudah ya kelihatannya? Emang mudah, kalau kuota antriannya ada. Masalahnya, kuota antrian di semua Kanim penuuuh alias ga ada lagi slot kosong.

Kata salah seorang kawan, bukalah di hari Jumat, karena saat itu kuota antrian diperbarui. Hasilnya nihil. Tak ada satu kanim pun masih punya kuota.

Kawan yang lain bilang, tunggulah saat wiken. Saya coba di Sabtu. Hasilnya nihil juga.Ada lagi yang bilang, coba Senen pagi, dan ternyata bisa. Tapi kanim yang kosong hanya di Jakarta Timur. Jauh bener.

Iseng-iseng, saya buka FB-nya imigrasi JakSel.  Ternyata, di sana ada informasi bahwa kuota antrian dibuka lagi setiap Minggu siang. Ya, Minggu siang.

Saya coba, dan kali ini berhasil dengan baik. Kuota antrian masih tersedia penuh di semua tempat. Saya jadi bisa memilih kanim dengan tanggal dan jam yang sesuai dengan keinginan saya. Saya pilih di Mal Pelayanan Publik, tempat terdekat dengan saya.

Oya, kuota antrian ini biasanya tersedia untuk minggu depan.  Misalnya, saya daftar onlen di tanggal 5, dan antrian yang tersedia adalah di tanggal 14-19.

Untuk mendaftar di aplikasi, yang perlu dilakukan hanya sign up dan memasukkan data dan nomer NIK. Tak perlu memasukkan dokumen apapun.

2. Datanglah 15 Menit Sebelum Jam yang Ditentukan

Karena buka antrian di hari Minggu siang, kuota masih full alias tak ada antrian. Saya jadi bebas memilih jam pagi atau siang. Saya jelas pilih pagi karena Mal Pelayanan Publik ini dekat dengan rumah saya.

Saya mendapat jatah pukul 08.00-09.00. Saya pun datang pukul 07.50, sepuluh menit sebelum jam yang ditentukan. Karena datang awal, tempat ini masih kosong. Para pegawainya sebagian malah masih apel pagi.

Walaupun begitu, saya sudah bisa masuk. Tinggal tunjukkan bukti antrian yang didapat dari aplikasi,  ke petugas di lantai bawah, lalu dia akan memberikan nomer antrian. Dan jeng jengg….saya dapat antrian pertama!

Tempat pembuatan paspor ada di lantai 3. Walaupun saya sudah bisa naik langsung sebelum pukul 08.00, tapi pelayanan baru buka tepat pukul 08.00.

3. Siapkan Berkas

Pukul 08.00 teng, pelayanan dibuka. Untuk memperpanjang paspor, saya hanya perlu menyerahkan dokumen berupa paspor lama dan fotokopinya, serta fotokopi e-KTP. Ingat, fotokopinya dalam kertas A4 dan tidak dipotong. Jangan lupa untuk membawa juga KTP aslinya karena petugas akan melakukan verifikasi data berdasarkan KTP.

Saran saya sih, siapkan benar berkas yang dibutuhkan dari rumah. Karena kalau tidak lengkap atau berkasnya kurang, antrian akan dipindahkan ke orang selanjutnya. Apalagi kalau belum fotokopi, berabe mesti cari-cari tempat fotokopi. Di Mal Pelayanan Publik ini sih tersedia tempat fotokopi gratis, tapi tetep aja memakan waktu kan.

Setelah selesai verifikasi, saya diminta duduk lagi dan menunggu untuk difoto. Lima belas menit kemudian, saya dipanggil lagi untuk difoto, scan sidik jari dan selesai. Saya keluar dari mal jam 08.30. Total cuma 30 menit!

4. Bayar Segera

Setelah selesai, petugas akan memberikan selembar kertas berisi nomer CGN. Nomer ini dipakai untuk melakukan pembayaran. Pembayaran bisa dilakukan via ATM di semua bank milik negara.

Paspor akan jadi dalam waktu 3-7 hari, setelah dilakukan pembayaran. Dan karena saya membuat e-paspor, paspor saya baru akan jadi dalam waktu 7 hari.

Gimana, gampang kan. Saya cuma butuh waktu total 30 menit dari saya datang hingga saya keluar. Ga pakai lama!

Alamat Mal Pelayanan Publik: RW., RT.2/RW.5, Karet Kuningan, Setia Budi, South Jakarta City, Jakarta 12940. Sebelah Gedung Nyi Ageng Serang

Oiya, Mal pelayanan publik ini hanya bisa untuk perpanjang paspor (termasuk e-paspor). Untuk bikin baru, cari Kanim lain ya.

 

Saat Kehilangan Paspor di Luar Negeri

Saat liburan ke luar negeri, kehilangan suatu barang adalah hal yang paling tidak diinginkan. Apalagi barang tersebut adalah barang berharga, paspor salah satunya.

Sewaktu liburan ke Chiang Mai kemaren, saya kehilangan paspor. Duh, sebel rasanya. Apalagi paspor saya hilang bukan karena saya kecopetan, tapi karena kelalaian saya. Kesebalan saya bertambah mengingat di paspor itu cukup banyak stempel dan visa negara-negara maju, yang tentunya akan saya butuhkan saat apply visa di kemudian hari.

Rasanya, tak perlu saya ceritakan detailnya bagaimana saya kehilangan paspor itu. Yang akan saya ceritakan di sini adalah proses setelah paspor saya hilang hingga akhirnya saya berhasil menembus imigrasi tanpa paspor itu.

****

Setelah sadar kehilangan paspor, saya berusaha melapor. Walaupun Chiang Mai adalah kota turis, tak mudah ternyata melaporkan kasus kehilangan paspor. Awalnya saya berusaha melapor ke petugas informasi di Arcade Bus Station Chiang Mai, tempat saya kehilangan paspor. Tapi petugas yang ada di sana sama sekali tak membantu, bahkan  tak berusaha sedikit pun memberi tahu saya di mana saya bisa melaporkan kasus saya ini. Mukanya datar, sedatar jalanan di jalan tol.

Orang-orang di sana pun tak banyak membantu. Cuek saja. Saya tak tahu, apa ini disebabkan mereka tak mengerti bahasa Inggris, atau karena sudah terlalu banyak kejadian serupa terjadi di sini. Atau mungkin, mereka bukan orang yang ramah. Entahlah.

Akhirnya, saya menuju ke kantor polisi kecil yang ada di ujung terminal bus. Walaupun di pintunya tertulis “open 24 hours” namun tak tampak satupun polisi yang menjaga. Saya sempat menunggu hingga setegah jam dan akhirnya menyerah.

Akhirnya, ada supir tuk-tuk yang menganjurkan saya untuk menuju ke salah satu tourist police office yang dia tau, yang ternyata letaknya di Night Bazaar (15 menit dari stasiun). Saya yakin, dia tak berniat membantu, hanya menganjurkan supaya saya menggunakan jasanya menggunakan tuk-tuk.

Tourist police ini ternyata sangat kecil, menyempil di tengah-tengah Night Bazaar. Saya sudah hopeless sebenarnya, karena polisi yang ada di situ ternyata tak bisa berbahasa Inggris. Untunglah, ia kemudian memanggil rekannya, yang lebih pintar berbahasa Inggris.

Urusan belum selesai di situ. Tourist police yang ada di Night Bazaar ternyata tak bisa mengeluarkan surat kehilangan. Kantor polisi yang dapat mengeluarkan surat tersebut letaknya cukup jauh, butuh waktu 40 menit untuk sampai di sana. Gaswat! Mana cukup waktu saya. Setelah mengandalkan muka memelas dan bilang kalau saya harus balik malam itu juga ke Bangkok, pak polisi itu mau mengantarkan saya ke kantor polisi, plus mengantarkan saya  kembali ke stasiun.

Awalnya saya mengira, pak polisi itu akan mengantar kami berdua dengan menggunakan kendaraan umum macam tuk-tuk. Ternyata o ternyata, mereka menggunakan mobil polisi bersirine. Wiiih..saya berasa kena razia waria!

Ternyata benar. Kantor polisi itu cukup jauh, dan hampir saja tutup. Omaigod, kenapa di negara yang katanya tourismnya maju, tak ada polisi yang buka 24 jam sih?

Setelah 30 menit menunggu, surat kehilangan saya pun jadi. Dalam bahasa Thailand, yang tak bisa saya baca. Untunglah, pak polisi berbaik hati memberikan saya beberapa lembar salinan sehingga bisa saya gunakan di beberapa tempat.

Petualangan belum berakhir di situ. Saya harus mengejar bus yang akan berangkat. Jantung saya berdebar kencang, waktunya tinggal 20 menit dan jalanan ke sana ternyata macet. Akhirnya, pak polisi mengeluarkan jurus andalannya: sirine. Karena sirine itu, mobil-mobil menyingkir dan saya bisa lewat dengan cepat. Lima belas menit kemudian, saya sampai di stasiun, di depan bus yang akan saya tumpangi. Ya, mobil polisinya berhenti tepat di depan bus. Setelah mengucapkan terima kasih berkali-kali, saya keluar dari mobil polisi itu dengan cengiran lebar, karena semua mata di stasiun memandang saya dengan tanda tanya. Mungkin mereka berpikir, kenapa tuh mbak-mbak di tangkep polisi? 

Baca Juga: Membuat Paspor Pengganti 

Lapor Ke KBRI

Kelegaan saya hanya sementara. Saya mesti mengurus kehilangan dan paspor saya ke Indonesian Embassy di Bangkok. KBRI ini beralamat di Petchburi Road 600-602, tak jauh dari Platinum Market. Ketika saya sampai di sana, KBRI sudah tutup untuk istirahat, dan baru buka dua jam kemudian. Haiyah…

Untungnya, Pak Satpam asli Thailand yang fasih berbahasa Indonesia karena sudah bekerja di sana selama 8 tahun memperbolehkan saya masuk ke dalam kedutaan. Saya akhirnya makan siang di kantin sekolah milik kedutaan. Hff, lumayan. Ngadem sekaligus mengisi perut dengan nasi uduk, ayam goreng, dan sepotong bakwan, yang saat itu terasa sangat nikmat.

Jam dua tepat, KBRI dibuka lagi. Saya diminta menghadap Ibu Ita, yang bekerja di bagian pembuatan paspor. Menurut Ibu Ita, saya akan diberikan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP), yang bentuknya mirip dengan paspor, namun hanya berlaku untuk satu kali perjalanan saja.

Untuk mendapatkan paspor ini, dibutuhkan syarat-syarat sbb.
– Fotokopi paspor yang hilang
– Fotokopi KK
– Fotokopi KTP
– Fotokopi Akte
– Pasfoto 4×6 sebanyak 3 lembar

Saya sudah punya 4 hal pertama, karena sebelum ke KBRI, saya sempet meminta orang di rumah mengirimkan itu semua ke email saya. Tapi masalahnya, saya tak tahu kalau harus menggunakan foto. Untunglah, di deket situ ada tukang foto. Berbekal uang 80 bath, saya mendapat 8 lbr pas foto ukuran 4×6.

Setelah syarat lengkap, Ibu Ita bilang dia akan proses SPLP saya besok pagi karena sebentar lagi KBRI akan tutup. Waks, gaswat banget. Saya harus balik ke Jakarta malam itu juga!

Begitu tau saya harus balik malam itu, Ibu Ita langsung kasihan. Dia rela lembur demi mengeluarkan surat untuk saya. Setengah jam kemudian, SPLP saya pun jadi, hanya dengan membayar 150 bath. Uff!!

Sebagai informasi, menurut Ibu Ita, normalnya pembuatan SPLP butuh waktu satu hari kerja. Itu kalau semua syarat lengkap. Jika syarat kurang lengkap (seperti fotokopi paspor nggak ada), butuh waktu lama lagi. Tanpa syarat tadi, mereka harus cross check data ke imigrasi Indonesia, yang tentunya butuh waktu lumayan lama.

Nah, di imigrasi, saya tinggal menunjukkan SPLP itu, beserta surat sakti dari KBRI, plus surat kehilangan dari kepolisian Chiang Mai. Semua berjalan lancar. Tanpa kesulitan yang berarti, SPLP dicap dan saya balik ke Indonesia dengan selamat. Thank God!

TIP

Dari kejadian ini, saya banyak dapet hikmah. Selain harus lebih berhati-hati lagi terhadap paspor, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

1. Simpan paspor terpisah dengan uang, atm, dan kartu kredit. Jika terjadi kehilangan paspor, masih punya simpanan uang.

2. Scan semua dokumen, mulai dari KTP, Akte, KK, kartu ATM, paspor. Masukin ke imel atau simpan di dropbox. Atau kalau memungkinkan, bawa fotokopiannya.

3. Tinggalin juga fotokopian dan dokumen asli itu di rumah, dan beritahu lokasi penyimpanannya ke semua orang rumah. Ini bermanfaat banget kalau kita nggak menemukan imel atau nggak punya koneksi internet.

4. Catat lokasi embassy atau konsulat yang ada di kota tujuan.

5. Saat terjadi kehilangan, jangan panik. Segera lapor ke tourist police terdekat atau kantor polisi.

6. Foto semua isi paspor, termasuk stempel masuk ke negara itu. Ketika di Imigrasi, gue ditanya kapan masuk. Karena kebetulan gue masuk ke sana bersama- temen gue, stempel masuk temen gue yang diliat oleh pihak imigrasi. Kalau nggak ada stempel itu, imigrasi mesti mengecek lagi ke komputer mereka, dan butuh waktu lumayan lama.

Semoga nggak ada yang kehilangan paspor, dan semoga tulisan ini bermanfaat!

Tip ini sudah dimuat di Majalah Travel Fotografi