Timmyness, 10 Prinsip Kerja IDN Media yang Bisa Ditiru para Blogger

Beberapa tahun lalu saya pernah diajak berkunjung ke IDN Media yang waktu itu masih berlokasi di Palmerah, Jakarta Barat. Gedungnya amat cozy, dengan ruang-ruang bekerja yang nyaman dan terasa santai.

Yang menarik perhatian saya adalah banyaknya qoute yang terpampang di dinding. Mulai dari ruang parkir hingga ruang santai karyawan tak luput dari qoute-qoute yang penuh makna dan membangkitkan semangat.

Salah satunya adalah soal Timmyness, 10 nilai yang harus dimiliki Timmy. (FYI, Timmy ini adalah sebutan untuk pekerja IDN Media).

Timmyness ini dibuat oleh CEO IDN Media, Winston Utomo, sejak IDN Media pertama kali berdiri dan menjadi pijakan para Timmy saat bekerja.

Sumber; IDN Media

Walaupun dibuat untuk karyawan IDN Media, kesepuluh nilai Timmyness ini cocok juga diikuti oleh semua orang, lho. Termasuk kita, para blogger.

Apa aja itu?

1. Bringing creativity, sincerity, and passion to the work

Bekerja di bidang apapun, apalagi di bidang tulis menulis dan media, kreativitas dan ide segar mutlak dibutuhkan. Kreativitas ini bukan bawaan lahir atau anugerah dari Allah begitu saja.

Kreativitas dan ide bisa muncul jika ditingkatkan terus menerus. Caranya? dengan memperluas pengetahuan, melakukan training untuk meng-upgrade diri, dan sebagainya.

Namun, kerja dengan penuh kreativitas saja tak cukup, karena ketulusan pun diperlukan sehingga pekerjaan yang dilakukan memberi hasil positif.

“Mereka yang bekerja dengan ketulusan adalah penggerak untuk kehidupan yang lebih baik. Timmy pun diharapkan dapat membaktikan ketulusan kerjanya bagi masyarakat Indonesia dengan mendemokrasikan informasi.”

~Winston utomo

2. Communicating properly and acting ethically.

Dalam segala hal, komunikasi itu penting. Apalagi saat bekerja di dalam sebuah tim yang terdiri dari banyak orang.

Komunikasi yang baik dan benar menjadi krusial untuk menghindari kesalapahaman yang seringkali berujung pada konflik internal.

3. Thriving in ambiguity and fast-paced environment with constant changes.

Untuk bertemu masa depan, harus siap menghadapi perubahan. Begitu kata para filsuf.

Memang, perubahan adalah suatu hal tak terhindarkan. Nah untuk dapat bertahan, kita harus terus beradaptasi, mengikuti tiap perubahan yang ada sesuai dengan perkembangan zaman.

Hal ini juga berlaku untuk para blogger. Selalu terjadi perkembangan platform blog, dan para blogger pun mesti mengiktui perkembangan zaman supaya nggak ketinggalan, kan.

4. Being active and collaborative rather than competitive.

Persaingan yang tidak sehat dalam sebuah tim bisa menyebabkan konflik dan perpecahan. Sikut-sikutan, istilahnya.

Daripada bersaing, kenapa tidak berkolaborasi untuk mencapai sesuatu yang lebih baik, seperti halnya yang banyak dilakukan para artis youtuber sekarang ini?

5. Embracing diversity.

Indonesia ini negeri yang bhinneka, yang terdiri dari suku, agama, umur, dan latar belakang yang berbeda. Perbedaan ini harus dihargai, termasuk di dalam sebuah perusahaan seperti IDN Media ataupun di kehidupan kita sebagai blogger sehari-hari.

Timmyness juga hadir di beberapa ruangan. Sumber; IDN Media

6. Maintaining a positive attitude even when things do not go one’s way.

Life is never flat. Tidak ada hidup yang selalu berjalan mulus, akan ada hal-hal yang terjadi di luar rencana kita. Namun usahakanlah untuk tetap berpikiran positif dalam menyikapi hal-hal yang tidak sesuai ekspektasi itu.

Kalau kita bersikap negatif dan selalau menyalahkan keadaan, produktivitas kinerja kita bisa menurun. Dengan bersikap positif, seseorang juga akan memberikan pengaruh positif ke orang-orang yang ia jumpai.

Dan sebaliknya, kalau orang tersebut terlalu banyak mengeluh, ia juga akan memberi dampak kurang baik bagi orang-orang di sekitarnya.

Bayangkan, kalau teman kita selalu mengeluh bahkan di status FB-nya, malas bukan berteman dengannya?

7. Assisting others in the group with their work for the benefit of the group.

Kerjasama tim yang baik amat dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan. Itulah yang selalu harus dilakukan, tidak perlu menjadi egois dan mau menang sendiri.

8. Praising coworkers when they are successful and helping them when they need it.

Banyak orang lupa untuk membiasakan diri mengapresiasi keberhasilan teman atau rekan kerja. Bahkan adakalanya malah iri dengan keberhasilan orang lain.

Dengan memberikan apresiasi kita pada orang lain, berarti kita juga telah menyampaikan dukungan kita kepada mereka.

~ WINSTON utomo
Timmyness di kantor IDN Media Surabaya. Sumber; IDN Media

9. Doing the right thing even when no one is watching.

Kejujuran dan integritas adalah kunci utama untuk meraih kepercayaan orang lain. Kejujuran bisa mempengaruhi kredebilitas dan reputasi kita di mata klien, atasan, dan rekan kerja.

10. Seeing the company’s success as one’s own success.

Karyawan juga harus bangga jika perusahaan sukses. Dan sebaliknya, perusahaan tidak akan berkembang tanpa kerja keras dan kerja cerdas para karyawannya.

Seperti yang dikatakan Winston kepada Timmy, “IDN Media ingin setiap Timmy merasa dilibatkan dalam keberhasilan perusahaan一bahwa tanpa mereka, IDN Media tak akan berhasil mencapai mimpi tersebut. Hal ini tentu akan meningkatkan sense of belonging, rasa bangga mereka terhadap perusahaan juga.”


Kalau kesepuluh Timmyness ini kita praktikan dengan baik, pasti kita akan jadi blogger yang kompeten di mata semua orang, dan kalau menjadi karyawan, adalah karyawan yang berdedikasi tinggi.

.

 

Jalan-Jalan di Penang Sambil Cek Kesehatan, Kenapa Nggak?

Wisata medis alias jalan-jalan sambil berobat ke Malaysia memang sedang digemari warga Indonesia.

Balek kampung alias pulang kampung.

Begitu istilah yang disematkan kawan-kawan kalau saya datang ke Malaysia. Istilah ini muncul karena saking seringnya saya bertandang ke Malaysia, lebih sering daripada orang lain balik ke kampung halaman mereka.

Kenapa saya doyan bolak-balik ke Malaysia? Hmmm… Malaysia punya daya tarik tersendiri yang tak ada di tempat lain. Atmosfernya beda. Di sana saya bisa merasakan perpaduan budaya Melayu, Cina, India, dan bahkan Inggris. Dalam satu kota, saya bisa lihat pernikahan ala India di kuil, upacara di klenteng China, dan keramahan khas Melayu.

Hampir semua kota di Malaysia menawarkan perpaduan tiga budaya ini. Salah satunya di Georgetown, Penang. Area yang dinobatkan sebagai Unesco World Heritage ini punya banyak hal yang membuat saya betah berlama-lama di sana.

Dari Tempat Syuting Hingga Surga Kuliner

Georgetown memang bikin kangen untuk dijelajahi. Apalagi buat saya, yang amat suka dengan bangunan-bangunan berarsitektur tinggi dan bersejarah. Di sini, saya merasa ada di “dunia” saya. Di sana-sini ada bangunan tua yang masih terawat dengan baik, cafe-cafe lucu yang enak dipandang mata, dan street art yang luar biasa.

Ada Masjid Kapiten Keling, masjid yang dibangun oleh para pedagang India. Karena kota pelabuhan, Penang memang banyak disinggahi pedagang dari berbagai bangsa, salah satunya India.

Ada pula Gereja St. Goerge yang merupakan peninggalan Inggris. Dan yang tak boleh dilewatkan adalah Chong Fat Tze Mansion, rumah taipan alias orang terkaya di Penang yang pernah jadi lokasi Crazy Rich Asia.

Wisata medis di Penang
Chong Fat Zhe Mansion yang jadi tempat syuting film Crazy Rich Asia.

Selain bangunan-bangunan yang masih terawat, yang juga bisa dikunjungi adalah street art Penang, yang kerap dijadikan gambar-gambar di brosur dan kartu pos Penang. Street art yang dibuat seniman asal Lithuania ini jadi trademark kota Penang dan akhirnya jadi buruan para wisatawan. Termasuk saya.

Ga sah rasanya kalau belum foto di street art ini.

Salah satu Street Art di Penang
Street art yang paling terkenal. Wajib foto di sini.

Baca Juga: Backpacker ke Penang (part 5): Berburu Street Art di George Town

Penang juga surganya pencinta kuliner. Sama seperti bangunannya yang merupakan paduan berbagai budaya, kuliner di Penang ini juga terdiri dari campuran budaya India, Melayu, dan China Peranakan.

Ada nasi Kandar Line Clear yang antriannya lumayan panjang saking terkenalnya. Ada pula warung laksa halal di Bee Hwa Cafe yang selalu penuh dengan pengunjung. Dan masih banyak kuliner enak lainnya yang bikin saya selalu kangen kembali ke sini.

Jalan-Jalan Sambil Berobat

Nah, saat ke Penang itu, di pesawat saya bertemu dengan kawan saya. Dia mau mengantar orang tua dan mertuanya melakukan medical check up di salah satu rumah sakit Penang. Adventist Penang Hospital namanya. Salah satu rumah sakit yang populer di kalangan warga Indonesia.

Menurut penuturannya, ia memilih untuk melakukannya di sana karena biaya yang harus ia keluarkan lebih terjangkau ketimbang melakukan hal yang sama di Indonesia. Penasaran, saya cek beberapa biaya rumah sakit di sana. Untuk medical check up menyeluruh mulai dua juta rupiah. Itu sudah termasuk konsultasi dengan dokter spesialis. Sementara harga paket yang serupa di sini, berkisar 4 jutaan.

Selain itu, menurut kawan saya itu, hasilnya lebih cepat ia dapatkan. Dalam waktu beberapa jam saja, ia sudah bisa mengetahui hasil pemeriksaaan dan melakukan konsultasi, sehingga ia tak perlu bolak-balik ke rumah sakit.

“Jadi gue biasanya tiga hari di sana. Sehari buat persiapan, sehari buat pemeriksaan, dan sehari buat jalan-jalan plus kulineran di sana,” begitu katanya.

Sekalian jalan-jalan, sekalian berobat.

Hmmm, benar juga. Kenapa tak penah terpikirkan oleh saya untuk sekalian melakukan check up ketika jalan-jalan ke Malaysia ya?

Malaysia Healthcare Travel Council

Ketika memutuskan untuk melakukan medical check up di Penang, kawan saya ini mendatangi Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) di Gedung WTC 3 Sudirman, di sebelah Bank Permata.  

SUmber; MHTC

MHTC ini adalah sebuah organisasi yang didirikan  oleh Kementerian Kesehatan Malaysia yang bertugas  sebagai perwakilan dari 69 rumah sakit swasta di Malaysia.

Rumah sakit yang difasilitasi oleh MHTC ini antara lain Penang Adventist, Gleneagles Penang, Loh Guan Lye Specialist Centre, Mahkota Medical Centre, Sunway Medical Centre, Alpha Fertility Centre, Institut Jantung Negara, Pantai Hospital Group, dan Prince Court Medical Centre.

MHTC ini juga berfungsi sebagai pusat informasi. Jadi tinggal datang ke kantornya atau telepon ke call center, kita bisa bertanya soal rumah sakit yang sesuai dengan kebutuhan. Bisa juga nanya soal tempat wisata, hotel, dan segala hal yang berkaitan dengan kunjungan wisata medis di Malaysia.

MHTC ini bisa juga menjadi fasilitator untuk yang ingin berobat ke Malaysia. Misalnya kawan saya, dia difasilitasi oleh MHTC. Jadi begitu keluar dari bandara, ada petugas dari MHTC yang menjemput sehingga ia tak perlu lama mengantri di imigrasi.

Setelah itu, kawan saya diajak ke MHCT Concierge and Lounge, sebelum dijemput oleh mobil jemputan menuju rumah sakit atau menuju hotel yang sudah dipesan sebelumnya.

Oya, pemesanan hotel ini bisa dibantu juga oleh pihak MHCT, karena sudah bekerja sama dengan beberapa hotel di Malaysia.

Video soal fasilitas MHTC

MHTC ini kantor pusatnya di Kuala  Lumpur, tapi punya kantor perwakilan di Jakarta, Surabaya, dan Medan. Kalau mau tanya-tanya, tinggal datang ke kantornya. Ga dikenakan biaya kok.

Malaysia Healthcare Video Competition

Sumber: MHTC

Nah, buat yang mau jalan-jalan gratis sambil check up di Malaysia (yang juga gratis), ikutan aja Malaysia Healthcare Video Competition. Kompetisi ini diadakan oleh Malaysia Healthcare, bekerja sama dengan Tourism  Malaysia dan juga komunitas Indonesia di Malaysia.

Hadiahnya oke banget. Ada Go Pro Hero 7, Dji Osmo Mobile 2, Brica Steady 8 Pro, dan Miband. Dan 5 pemenang ini semuanya akan mendapatkan paket medical check up dari rumah sakit pilihan di Malaysia, tiket pesawat pp, dan hotel bintang 5 untuk 3 hari 2 malam. Lumayan banget kan?

Gimana Cara Ikutannya?

Ga susah kok. Tinggal buat vlog/video 2-3 menit yang menceritakan soal pariwisata Malaysia dan wisata medis di Malaysia. Dua-duanya mesti ada dalam video ya, nggak boleh hanya salah satunya.

Ini syarat lengkapnya:

  1. Peserta adalah Warga Negara Indonesia dan berdomisili di Indonesia ataupun Malaysia
  2. Konten tidak boleh mengandung unsur SARA (Suku, Agama, Ras, Antar Golongan) kampanye politik, serta pesan negatif dan menyerang kelompok tertentu
  3. Konten boleh berbentuk VIDEO ataupun VLOGGING (video harus disertai dengan penjelasan)
  4. Konten wajib berbahasa Indonesia
  5. Durasi video 2-3 menit
  6. Konten harus menggabungkan 2 tema (PARIWISATA MALAYSIA & WISATA MEDIS)

Cara ikutannya begini.

  1. Peserta pastinya harus mem-follow akun Instagram @medtourismmy.id. Jangan di-private juga ya akunnya.
  2. Videonya juga harus di-upload di akun YouTube peserta, kemudian share video itu di akun Instagram (feed/IG TV) masing-masing dan tag serta mention @medtourismmy.id
  3. Tulis Judul video di akun YouTube & Instagram peserta dan tambahkan hashtag #Liburansehat #RinduMalaysia. Contohnya : 5 Fakta Malaysia dan Medical Checkup di Penang #Liburansehat #RinduMalaysia
  4. Agar kesempatan menang lebih besar, jangan lupa ajak teman/followers kamu untuk like video yang kamu unggah di Youtube & Instagram yaa.

Oiya, batas pengumpulan videonya sampai 10 Desember 2020 ya. Masih ada waktu kurang lebih tiga minggu nih buat bikin video dan menangin hadiah-hadiah kerennya.

Lebih lengkapnya bisa cek di https://medicaltourismmalaysia.id/ atau klik IG @medtourismmy.id.

Empat Hal yang Bikin Saya Kangen Pekanbaru

Pekanbaru memang bukan tujuan wisata utama, karena orang yang datang ke sini kebanyakan ingin transit sebelum melanjutkan perjalanan menuju kota lain di Riau.

Namun banyak tempat yang dapat dikunjungi yang bikin saya kangen untuk datang lagi ke sini.

Pandemi virus Corona yang melanda dunia termasuk Indonesia membuat semua hal jadi tertunda. Termasuk rencana travelling saya ke salah satu kota di Sumatera, Pekanbaru, yang harus ditunda sampai situasi memungkinkan untuk ke sana.

Ini bukan kali pertama saya ke Pekanbaru. Saya pernah menginjakkan kaki saya di sana dua tahun lalu, dalam rangka tugas dari kantor untuk mewawancarai Bapak Walikota Pekanbaru, Bapak Firdaus, ST. Setelah tugas wawancara kelar, saya memperpanjang cuti saya di sana dan mengeksplor Pekanbaru seorang diri. Tawaran dari staf kantor Walikota untuk menemani saya berkeliling saya tolak, saya khawatir tak menikmati Pekanbaru seutuhnya jika ditemani resmi seperti itu.


Dari hasil obrolan saya dengan Walikota, saya diberitahu sedikit sejarah Pekanbaru. Awalnya, Pekanbaru ini bernama Senapelan yang dikepalai oleh seorang kepala dusun. Kepala dusun ini membuat sebuah pasar di akhir pekan, namun tidak berhasil karena jarang penduduk yang datang. Kemudian, sang anak yang meneruskan tahta, memindahkan lokasi pasar ke dekat pelabuhan. Pasar  yang baru itu dikenal dengan nama pasar Pekan Baharu. Nama inilah yang kemudian dikenal dan menjadi cikal bakal nama Pekanbaru.

Kota yang terletak di tepi Sungai Siak ini dulu menjadi tempat singgah kapal-kapal Belanda yang tak bisa merapat ke daerah Siak. Karena sering disinggahi kapal, Pekanbaru pun berkembang menjadi kota pelabuhan yang punya peranan penting di lintas perdagangan di Sumatera.

Menurut Pak Wali lagi, pada tahun 1958, Pemerintah Indonesia menetapkan Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau. Ini menyebabkan Pekanbaru jadi pusat perdagangan dan ekonomi yang penting di Provinsi Riau. Hingga sekarang ini.


Ketika saya akan mengeksplor Pekanbaru, banyak yang bilang kalau kota ini tak punya hal menarik untuk didatangi. Pekanbaru memang bukan tujuan wisata utama, karena seperti yang dijelaskan oleh Pak Wali ke saya, orang yang datang ke sini kebanyakan ingin transit sebelum melanjutkan perjalanan menuju kota lain di Riau.

Namun bukan berarti saya tak bisa bersenang-senang di sana. Ada beberapa tempat yang dapat dikunjungi dan ada beberapa hal mengasyikkan yang bikin saya kangen untuk datang lagi ke sini.

Sarapan di Warung Kopi Kim Teng

Warung kopi ini sangat terkenal sehingga semua orang, bahkan Pak Walikota pun, menyarankan saya untuk ke sini. Katanya, belum ke Pekanbaru kalau belum sarapan di Kimteng. Saya bukan pencinta kopi, tapi saya jadi penasaran, kenapa sih saya disarankan untuk ke sini. 

Alhasil, pagi-pagi sekali, dari hotel di Pekanbaru, saya sudah bergerak ke sana untuk sarapan. Warung kopi ini memang sudah buka sejak pukul 7 pagi. Saya kira, saya orang pertama yang datang ke sana. Tapi ternyata, ketika saya sampai sana, kedai sudah penuh. Benar-benar penuh. Hanya tersisa beberapa meja, itupun sudah direservasi orang.

Kedai ini memang bukan sekadar tempat nongkrong dan minum kopi, tapi juga sudah menjadi tempat transaksi bahkan tempat meeting. “Ngopinya secangkir, ngobrolnya di sana dua jam,” begitu ungkapan Pak Walikota.

Untungnya, ada meja kosong untuk saya. Di pojokan, di mana saya bisa mengamati keseluruhan kedai ini. Kedainya cukup besar, sepertinya baru dipugar. Di dindingnya banyak terdapat foto-foto para pesohor yang pernah datang ke sini. Di sebelah kanan terdapat foto perjalanan kedai Kimteng, yang ternyata sudah berdiri sejak lama.

Dari yang saya baca, nama “Kimteng” sendiri berasal dari nama Tang Kimteng. Ia seorang keturunan Tionghoa kelahiran Singapura yang sejak tahun 1940-an sudah menjadi tentara Indonesia di Sumatera. Setelah merdeka, Kimteng ikut berjualan di kedai kakaknya. Lalu pada tahun 1950-an, ia  membuka Kedai Kopi Segar di rumahnya, di dalam gang dekat pelabuhan Pelindo. Lama kelamaan, kedai ini berkembang dan kemudian diteruskan oleh sang cucu. Kedai kopi Segar ini pun lebih dikenal dengan nama Kim Teng dan nama ini bertahan hingga sekarang.

Menu andalan KimTeng ini adalah kopi hitam dan roti srikaya. Saya, yang tak biasa meminum kopi, sok-sokan mencoba kopi ini. Alhasil, sampai malam buta, saya masih merasakan efeknya. Jantung saya berdebar kencang, mata saya tak bisa terpejam. Memang, menurut teman-teman saya, kopinya cukup kuat bahkan untuk orang yang biasa meminum kopi sekalipun.

DSCF5682

DSCF5687
Kopi dan Roti Srikaya yang mankyuss. Selai srikaya-nya dan kopi bubuknya dijual juga seharga 35ribu/jar.

Kulineran Malam di Jalan Sudirman

Saat saya tanya apa yang saya bisa lakukan di malam hari di Pekanbaru, semua orang menjawab, “kulineran aja ke Jalan Sudirman.” Saya agak sangsi sebenarnya, mengingat di siang hari sebelumnya saya sudah datang ke sana dan cuma ada mal dan pertokoan saja.  Jalan Sudirman ini memang jalan utama di Pekanbaru. Selain mal, ruko-ruko, di sini banyak hotel, mulai dari hotel berbintang sampai hotel murah di Pekanbaru. 

Di mana kulinerannya? Malas ah kalau ke mal. 

Ternyata, di malam hari, Jalan Sudirman berubah menjadi sentra kuliner. Beragam kuliner khas Pekanbaru bisa saya temukan di sini. Ada yang menjual roti bakar hingga makanan Padang. Uniknya, jika di Jakarta ataupun di kota lain warung nasi padang biasanya berupa toko atau warung khusus, di sini warung padang berupa tenda tidak permanen. Masakannya dimasak dan diletakkan di gerobak, mirip tukang nasi goreng di dekat rumah saya.

Di jalan ini juga ada sate padang yang terkenal dan banyak direkomendasikan orang-orang, yakni Sate Padang Bundo Kanduang. Dengan harga Rp19.000 saja, saya bisa menyantap seporsi sate padang yang maknyus.

Ada pula Martabak Mesir Radar Siang Malam. Martabak ala India ini memiliki isian daging yang tebal, dengan kulit martabaknya yang lembut, dan kuahnya yang terasa segar manis. Martabak terenak yang pernah saya coba.  Saking sukanya bahkan saya pesan dua!

DSCF5666
Salah satu sudut kuliner di Jalan Sudirman

DSCF5844
Sate Bundo Kanduang

Jalan-jalan Sore di Masjid Agung An-Nur

Sebelum kulineran di Jalan Sudirman, saya mampir dulu ke Masjid Raya Annur. Masjid yang juga dikenal dengan Masjid Agung Pekanbaru ini adalah masjid terbesar di Pekanbaru yang didesain dengan gaya arsitektur yang merupakan paduan gaya arsitektur Timur Tengah, Melayu, dan India. Katanya, masjid ini didaulat sebagai Taj Mahal Pekanbaru.

Saya penasaran. Masjid ini memang indah. Tapi yang saya suka, masjid kebanggaan masyarakat Pekanbaru ini bukan hanya jadi tempat beribadah, namun juga tempat berolahraga dan berkumpul masyarakat Pekanbaru. Ya, kalau datang ke sini menjelang sore seperti yang saya lakukan, di lapangan depan masjid banyak orang yang berolahraga, jalan-jalan sore, atau hanya duduk-duduk mencicipi kuliner kaki lima di sana.

Salah satu kuliner yang saya coba di kompleks Masjid An Nur adalah kerupuk siram. Ini jajanan khas Riau dan beberapa daerah di sekitarnya seperti Sumatera Barat. Kerupuk siram adalah kerupuk gendar yang terbuat dari ketan, di atasnya diberi bihun, dan kemudian disiram dengan saus padang. Harganya hanya sekitar 4000-5000 rupiah saja per buah. Murah meriah enak kenyang.

DSCF5643
Masjid Annur yang ramai

AgDMpDYRINJJZByps4PtrBBqmOx7OM6hibnvdzM9F0Os
Masjid Agung An-Nur

Membaca Perpustakaan HS Soeman

Ketika saya tanya ke salah seorang kawan arsitek soal bangunan menarik di Pekanbaru selain masjid raya, ia menyarankan untuk mendatangi bangunan ini. “Bangunan yang eye catching”, katanya.

Saya mengikuti sarannya. Memang benar. Selain masjid Agung Annur, ini adalah bangunan lainnya yang mampu menarik mata saya. Bangunannya berbeda dari sekelilingnya sehingga langsung terlihat dari kejauhan. Konon, bentuk perpustakaan ini diambil dari bentuk buku yang terbuka, namun ada juga yang berpendapat kalau bentuk bangunan ini terinspirasi dari lekar, meja tempat meletakkan Al Quran saat belajar mengaji. Riau memang kental dengan nuansa Islam sehingga mungkin saja unsur Islami dimasukkan ke perpustakaan ini.

Saya masuk ke dalamnya, sengaja ingin membaca buku di sana. Bagian dalamnya ternyata lumayan menarik, buku-bukunya cukup banyak. Di lantai dasar terdapat café dan di lantai paling atas terdapat deck; di sini saya bisa melihat Kota Pekanbaru dari ketinggian.

Di sekitar perpustakaan H.S Soeman juga ada bangunan-bangunan modern lainnya yang cukup menarik, seperti kantor Gubernur Riau dan kantor perwakilan Bank Indonesia. Tapi cuma bisa diliat dari luar aja ya.

Soeman_HS_Library,_Pekanbaru,_Indonesia
Tampak luarnya.

DSCF5894
Section anak-anak. Masih sepi karena saat itu masih jam sekolah.

Aj4wqFBhOfN2yXFZywYV_SSjvOZ-GJ2VIbIuT6a1jGAM (1)
section bacaan umum

Penginapan di Pekanbaru

Pekanbaru ternyata menarik kan? Saya saja ingin kembali ke sana lagi. Apalagi, Pekanbaru ini termasuk mudah untuk dijelajahi dengan angkutan umum. Ada ojek online, ada bus trans metro. Rute trans metro ini sudah bisa menjangkau beberapa tempat wisata, bahkan bisa menuju bandara Sultan Syarif Kasim II. Untuk area yang tak ada trans metro seperti Kimteng, bisa menggunakan angkot. Masyarakat Pekanbaru juga cukup ramah, mereka akan senang hati menjelaskan apa yang harus saya naiki untuk menuju tempat-tempat itu. 

Untuk urusan menginap pun tak sulit. Banyak hotel murah di Pekanbaru, yang terjangkau bujet saya. Beberapa di antaranya adalah hotel di bawah bendera Reddoorz. Harganya mulai dari dua ratus ribuan per kamar. Walaupun harganya terjangkau, hotel-hotel ini tetap nyaman ditempati. 


Semoga saja pandemi ini segera berakhir dan saya bisa menikmati lagi kehangatan kopi Kimteng, menikmati makanan khas Melayu dan merasakan suasana di Pekanbaru lagi. Aamiin…

Aurora Village Murmansk: Memandang Aurora dari Balik Jendela

Saya amat bersyukur karena bisa menginap di penginapan terbaik di Rusia ini. Aurira Village Murmanks, sebuah penginapan eksklusif yang berbentuk igloo.

Bles.

Tiba-tiba ban mobil yang kami tumpangi tak bisa bergerak. Saya penasaran dan melongok ke luar jendela, rupanya ban masuk ke dalam tumpukan salju yang cukup tebal.

Pak supir berusaha mengeluarkan ban dari salju. Mobil digas bolak balik, maju mundur. Tapi tak berhasil. Kami terjebak di tengah padang salju. 

Untung saja, ada dua mobil van yang lewat. Salah seorang supir van mengambil alih kemudi dari supir kami dan berusaha mengeluarkannya dari jeratan salju yang menumpuk.

Sambil menunggu, saya mengarahkan pandangan ke lapangan salju di kejauhan. Di sana, di pinggir danau, sudah terlihat dek kayu yang sebagian tertutup salju. Di atasnya ada enam buah bangunan berbentuk setengah lingkaran berwarna putih dengan jendela kaca yang besar, persis seperti yang saya lihat di foto-foto.

Itulah tempat saya dan kawan saya akan menginap malam ini: Aurora Village Murmansk.


Penginapan Impian

Aurora Village yang jadi tujuan kami ini adalah penginapan yang berlokasi sekitar 50km dari kota Murmansk. Jika naik mobil dari kota, kira-kira butuh waktu 40-50 menit, tergantung kondisi jalan saat itu.

Kalau pakai mobil van dari Aurora Village rasanya akan lebih cepat karena mobilnya besar, sementara kami kemarin nekat naik taksi yang bentuknya sedan karena ada keperluan dulu di tengah kota Murmansk.

Baca Juga: Berburu Lady Aurora di Rusia

Letak Aurora Village ini di tepi danau dan jauh dari permukiman. Karena letaknya yang terpencil ini, yang menginap di Aurora Village dapat melihat aurora tanpa harus hunting ke tempat lain. Yap, kalau kita beruntung, bisa melihat aurora sambil minum teh hangat plus cokelat dari dalam kamar. Asyik, kan?

FYI, Aurora memang hanya bisa dilihat di tempat yang minim polusi cahaya dan yang jauh dari permukiman. Seperti di Aurora Village ini.

DSCF7964-01
Penampakan luar aurora village

Ada 10 buah kamar berbentuk Igloo di sini. Meniru bangunan suku eskimo yang hidup di kutub utara.

Empat buah menghadap danau, enam yang lainnya menghadap lapangan salju, seperti yang kami tempati. Di area depan terdapat sebuah bangunan besar, yang nantinya akan digunakan sebagai cafe.

Sayangnya, ketika saya datang, cafe belum selesai dibangun. Namun kabarnya saat ini cafe sudah selesai dibangun dan bisa dipakai untuk acara wedding, party, dan sebagainya.

DSCF7930-01
Kamar di seberang itu adalah kamar yang menghadap danau

DSCF7948
Kalau malam, domenya memang terlihat dari luar, tapi jangan khawatir, ada gordennya kok.

Oya, di depan igloo-igloo ini ada bangku-bangku kayu. Kalau summer, tempat ini sering dijadikan tempat pesta barbekyu. Sementara kalau winter, jadi tempat foto ala-ala aja kali ya. Dingiiin….

DSCF7933-02
Banyak meja dan bangku di sini yang bisa dijadikan tempat nongkrong, kalau ga kedinginan…:D


Interior yang Instagramable

Oleg, pemilik tempat ini, dan staffnya membantu kami membawa koper ke dalam salah satu dome. Kami mendapat kamar nomer satu, yang letaknya paling depan.

Begitu pintu dibuka, tampak dua buah tempat tidur di sana. Tempat tidur yang terlihat sangat hangat karena dilapisi dengan selimut bulu yang tebal.  Sangat cocok di cuaca yang sangat dingin. Saat kami datang, suhu di luar sekitar minus 3 derajat yang membuat kami hanya sanggup berdiri beberapa menit di luar sana.

Selain dua tempat tidur tadi, ada dua tempat tidur lagi di lantai mezanin. Tempat ini memang bisa memuat hingga 4 orang, dengan catatan, yang  tidur di atas adalah anak-anak atau cewe-cewe imut macam saya ini.

Kalau buat laki-laki, apalagi yang terlalu tinggi, bisa mentok di kepala. Oya, menurut si penjaga, bisa minta extrabed satu lagi dengan biaya 2.000 rubel atau sekitar 400 ribu rupiah.

Nah, untuk naik ke atas mezanin ini, ada tangga lipat yang tersembunyi, yang baru akan muncul kalau kita membuka tingkapnya. Persis seperti tangga-tangga tersembunyi menuju loteng di film-film barat yang saya tonton selama ini.

DSCF7852-01-02
Bagian dalam Aurora Village yang instagramable banget

Igloo ini juga dilengkapi dengan kamar mandi dengan air panas, juga perapian. Kami tak menyalakan perapian ini karena selain tak terbiasa, di dalam igloo sudah ada pemanas ruangan yang cukup hangat.

DSCF8048-01-01
Saya dan Ruru, travelmate saya ke Rusia.

Tak lama, salah satu staff Murmanks Igloo mengetuk lagi kamar kami. Ternyata, ia membawakan seteko air panas, sepaket teh Rusia favorit saya, dan setoples cokelat. Ya ampun, cokelatnya enak banget. Kalau tak ingat gigi saya yang baru kelar perawatan saluran akar, bisa habis semua cokelat itu.

Baca Juga: Persiapan Winter di Rusia


Sayangnya, Gagal Dapat Aurora

Menurut perkiraan di website Aurora Village, malam ini perkiraan KP Index untuk Murmansk ada di angka 3, sangat cukup untuk melihat Aurora di langit.

FYI, KP Index adalah tingkat kekuatan pancaran gelombang elektromagnetik yang dipancarkan si aurora. Semakin tinggi KP Indexnya, semakin jelas aurora akan terlihat. Semakin tinggi KP Indexnya, semakin bisa ditangkap kamera.

Kami sudah bersiap bergadang malam ini dengan kamera standby di atas tripod. Dari dalam kamar tentunya, tanpa perlu keluar lagi. Berkat jendela besar di dome ini, aurora dan segala yang ada di langit akan terlihat dengan jelas, bahkan sambil rebahan saya bisa melihat bintang di luar sana.

Tapi sayang, walaupun KP Index berada di angka 3, langit tertutup awan sehingga aurora tak keliatan sama sekali.

Kami mencoba keluar, siapa tahu dia ada di arah yang berlawanan dengan arah jendela kami. Tapi ternyata, setelah sepuluh menit berdiri di luar, hujan salju turun. Sudah pasti tak akan ada aurora di malam ini.

Sedih.

178289016
Begini pemandangan yang akan kami temui kalau aurora muncul di sini. Foto: auroravillage.info

82056665_1034545170233721_4690909920017514496_o
Foto: auroravillage.info


Esoknya paginya, kami berjalan mengelilingi tempat ini. Rencananya, kami mau mengintip dari jauh danau yang membeku di dekat penginapan.

Tapi ternyata, jalan menuju ke sana tertutup salju yang cukup tebal sehingga kami harus urungkan niat, karena takut terperosok ke dalam. Cukup lihat dari jauh saja. Hujan salju malam tadi ternyata cukup lebat dibanding hari-hari sebelumnya.

Ya sudahlah, balik lagi ke dalam Igloo dan foto-foto di dalamnya.

DSCF0020-01


Naik Husky Hingga Memancing di Danau Beku

Selain bisa menginap di sini sambil berburu si northern light,  Aurora Village juga menyediakan paket lain seperti Husky Farm Tour, memancing ikan di danau, tur ke Teriberca, atau ke kunjungan ke Sami Village.

Kami mengambil paket husky farm tour, dengan harga 2.000 rubel per orang. Saya sempat cek harga ke semua operator, tur dari Aurora Village ini harganya termasuk murah, tak beda jauh dengan yang lain.

Jam 12 siang, tim dari Aurora Village menjemput kami dengan mobil van yang bagus, bersih, dan harum. Hanya kami berdua yang ada di dalam van ini ternyata. Menurut Oleg, memang kali ini mereka mengkhususkan diri untuk mengantar kami.

Yippi..


Aurora Village bisa dipesan melalui situs resmi mereka di https://auroravillage.info/ atau bisa lewat OTA seperti booking.com, traveloka, dan sebagainya.

 

 

 

 

 

Ini yang Harus Diperhatikan Saat Memesan Tiket Pesawat Scoot

Tiket pesawat itu komponen terbesar dalam bujet liburan. Bisa setengah bujet liburan habis untuk pesawat aja.

Nah, selain suka mantengin promo, saya suka naik pesawat low cost carrier (LCC). Salah satunya adalah Scoot Airlines, LCC yang berbasis di Singapura.

Ap yang mesti diperhatikan sat memesan tiket ini?

Banyak yang nanya gimana caranya saya yang statusnya freelance ini bisa wara wiri, jalan-jalan ke sana sini. Rahasianya salah satunya terletak pada harga tiket pesawat yang saya dapatkan. Yap, tiket pesawat itu komponen terbesar dalam bujet liburan, lho. Bisa setengah bujet liburan habis untuk pesawat saja.

Nah, selain suka mantengin promo, saya suka naik pesawat low cost carrier (LCC) alias maskapai berbiaya rendah. Salah satunya adalah Scoot Airlines, LCC yang berbasis di Singapura. Scoot ini merupakan anak perusahaan dari Singapore Airlines sehingga pesawat yang digunakannya adalah eks dari pesawat Singapore Airline.  Tahu sendiri  kan track record Singapore Air yang beberapa kali dapat penghargaan sebagai maskapai terbaik di dunia.

scoot plane
Sumber: Flyscoot.com

Kalau dari hasil gugling, Scoot ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2012 dan juga telah melayani berbagai rute dari Singapura ke berbagai negara. Tapi baru sejak bulan Juli 2017 maskapai Scoot secara resmi terbang ke rute Indonesia, setelah bergabung dengan Tiger Air Singapore.

Scoot kini telah melayani penerbangan ke sejumlah 60 destinasi di 17 negara, salah satunya adalah rute andalan saya: Jakarta-Singapura atau Jakarta-Kuala Lumpur. Dan saya sempat juga beli tiket promo Jakarta-Ho Chi Minh waktu ada promo tapi akhirnya mesti saya hangusin karena bareng dengan rencana saya ke Jordan. Kebiasaan beli tiket impulsiiif, suka lupa tanggal.

Baca Juga: 4 Tempat Wisata Gratis di Singapura yang Jarang dikunjungi Turis Indonesia

Btw, maskapai Scoot ini adalah anggota dari aliansi penerbangan Value Alliance, dan telah pernah memperoleh penghargaan sebagai World’s Best Low-Cost Airlines yang diberikan oleh Skytrax. Jadi satu aliansi dengan beberapa penerbangan lainnya, dan share code juga dengan Singapore Airline.

Oiya, sejak terjadinya merger antara maskapai Scoot dengan Tiger air, maskapai ini punya seragam baru untuk pramugari dan juga para pramugaranya. Ada juga istilah scootitude, yakni kewajiban bagi para crew maskapai scoot untuk menciptakan suasana yang ceria, muda casual dan santai menyenangkan selama penerbangan, antara lain dengan adanya pertunjukan tarian juga di atas pesawat, layanan penuh senyum dan lain sebagainya. Belum pernah melihat langsung tarian ini di atas pesawat, jadi penasaran.

Nah, sebelum beli tiket Scoot, yuk intip dulu, apa yang harus diperhatikan.

Pilih Kelas Penerbangan dan Seat

Ada dua buah kelas penerbangan yang ditawarkan oleh Scoot, yakni Economy Class (yang biasa saya naiki) serta bisnis class yang diberi nama ScootBiz.

Scoot ini punya dua jenis pesawat yakni jenis Airbus 320 serta Boeing 787 Dreamliner. Airbus 320 ini biasanya dipakai untuk rute pendek, seperti Jakarta-Singapura. Komposisi seatnya 3-3. Sementara Boeing 787 Dreamliner, yang komposisi seatnya 3-3-3, dipakai untuk penerbangan jarak jauh seperti ke Athena atau Berlin.

Saya pernah naik pesawat Airbus 320 Scoot. Ruang kabinnya cukup luas, legroom-nya juga lega sehingga kaki saya nggak mentok di kursi. FYI, tinggi saya 160cm, jadi bisa dibayangin ya. Saya belum pernah coba penerbangan jarak jauh, namun kata kawan-kawan saya sih lumayan nyaman untuk pesawat dengan harga murah dan legroom-nya lebih lega daripada pesawat LCC lain.

Ada beberapa jenis seat yang ditawarkan Scoot. Yang pertama adalah standar seat. Ini seat gratis, tidak berbayar, namun saya mesti pasrah dengan nomer kursi yang dikasih ke saya.

Yang kedua adalah Super Seat. Seat ini punya leg room yang lebih lebar, yakni 30% lebih lebar dari standar dan sandaran kepala yang bisa diatur. Tapi kursi ini berbayar alias harus beli. Yang ketiga adalah Stretch Seat, yakni kursi yang berada di posisi paling depan. Paling lebaar leg room-nya. Saya pribadi sih ga suka yang stretch seat ini karena ga ada penghalang di depan, berasa ga ada pelindung gitu. Tapi buat yang kakinya panjaang, jenis kursi ini yang harus dipilih biar kakinya ga nendang-nendang penumpang di depannya.

standard
Kursi standar di penerbangan yang menggunakan 787-Dreamliner. Sumber: flyscoot.com

Layaknya LCC, pada Scoot kelas Ekonomi ini tidak tersedia fasilitas Inflight Entertaiment, ga ada tivinya. Tapi untuk  penerbangan jarak jauh, bisa beli WiFi onboard dengan harga mulai dari 5 dolar Singapura. Lumayan lho, jadi bisa bikin status di FB: “login di ketinggian 35.000 kaki di atas Selat Melaka.”

Sementara kalau kelas ScootBiz, tentu saja legroomnya lebih lega, kursinya pun lebih nyaman dengan sandaran kepala serta kaki yang bisa disesuaikan. Pada tiap kursi juga sudah  dilengkapi dengan stop kontak dan colokan USB untuk mengisi daya handphone, serta inflight entertaiment ScooTV.

scootbiz
Kursi ScootBiz. Sumber: flyscoot.com

Oiya, ada hal yang unik dan menarik di pesawat terbaru Scoot. Jendela pesawatnya telah mempergunakan panel solar sehingga bisa diatur gelap-terangnya hanya dengan mempergunakan tombol, tak perlu menggunakan tutup jendela lagi. Awalnya saya bingung mana tutup jendelanya. Ternyata……cuma perlu diatur pakai tombol di bawah jendela. Norak, ya?

Pilih Jenis Bagasi 

Sama dengan LCC lainnya, Scoot memberlakukan bagasi berbayar. Jadi, kalau saya ke Singapura nih hanya bawa koper kabin atau keril saya, saya cukup membeli tiket kelas Fly, yakni jenis tiket tanpa bagasi. Saya hanya diperbolehkan membawa satu koper ukuran kabin dengan berat maksimal 7 kg. Inget, itu maksimal ya. Bukan minimal.

Oya, untuk kelas Fly,  di tiket biasanya tertulis bagasinya 0 kg. Jangan panik dulu kalau dapat tiket begini, karena itu memang untuk bagasi check in. Untuk kabin masih mendapat jatah 7kg kok…

Pulangnya, biasanya saya beli kelas FlyBag, yakni kelas ekonomi yang punya jatah bagasi maksimal 20kg. Atau kadang juga beli bagasi tambahan 20kg kalau beli tiket Scoot via OTA seperti Traveloka. Saat beli, nanti ada tombol untuk menambah bagasi. Harga bagasi tambahan ini berbeda-beda sesuai rute yang dipilih.

Saran saya, lebih baik beli bagasi saat beli Tiket Scoot Traveloka daripada beli bagasi di konter check-in karena harga bagasi di konter check in jauuh lebih mahal ketimbang beli online saat beli tiket.

scoot
Tanda bagasi dengan tanda plus di atasnya itu berarti kita bisa membeli tambahan bagasi

Selain dua kelas itu, ada juga jenis tiket FlyBagEat. Kalau beli kelas ini akan mendapat jatah bagasi maksimal 20 kg plus makanan. Sementara, kalau beli ScootBiz alias kelas bisnis akan dapat jatah maksimal bagasi 30kg dan kabin 15 kg.

Namun untuk penumpang kelas bisnis ini, mereka bisa menambah bagasi seberat maksimal hingga 40kg dengan tambahan biaya sebesar 67 dollar tentunya. Bawaan kabin juga bisa ditambah atau di-upgrade maksimal hingga 15kg dengan biaya tambahan sebesar 27 dollar.

Beli Makanan 

Penumpang Economy Class seperti saya ini nggak dapat makanan gratis. Tapi saya bisa membeli makanan di atas pesawat. Ada berbagai macam makanan, mulai dari makanan berat yang hangat, dan makanan ringan atau camilan. Ada juga paket makanan khusus untuk penerbangan jarak jauh.

Jangan khawatir soal kehalalan, karena ada beberapa makanan di penerbangan Scoot yang sudah berlabel halal, misalnya saja nasi lemak, nasi biryani, beef and macaroni stew, dan beberapa makanan lain. Kalau di menu, lihatlah logo H dalam lingkaran hijau, yang biasanya ditaruh di samping nama makanannya. Kalau ada logo itu, artinya makanannya halal.

scoot menu
Ini saya ambil dari buku menu. Nah di beberapa makanan ada lambang H di dalam lingkaran hijau. Itu artinya makanannya halal.

Sementara, kalau membeli kelas ScootBiz, barulah dapat makanan gratis di atas pesawat.  (yaiyalah kelas bisnis). Menunya terdiri dari makanan utama, dua sajian pendamping, dan minuman yang bisa dipilih tentu saja. Oya, menu yang disediakan di ScootBiz itu bervariasi ya, tergantung pada rute penerbangannya. Penerbangan ke India akan beda menunya dengan penerbangan ke Eropa. Begitu katanya.

Jadi, mau ke mana ini dengan Scoot?

Pelesiran Tiga Negara Naik Kapal Pesiar

Saya mengintip iri foto-foto milik sepupu saya yang dia posting di sosial media akhir tahun lalu. Di foto itu, dia sedang berada di dek kapal. Dek yang besar, di belakangnya ada waterslide yang sangat besar. Rupanya, semua foto itu diambil waktu dia mengikuti cruise. Walaupun foto-fotonya diambil seadanya dan banyak blurnya, saya jadi mupeng dibuatnya.

Karena sangat ingin merasakan pelesiran di atas kapal pesiar ini, saya langsung mencari tahu soal wisata cruise ini dan akhirnya pencarian saya berlabuh di situs milik Cheria Travel. Saya tertarik karena slogan yang mereka tulis di sana adalah “Halal Cruise”.  Saya cukup concern soal masalah halal ini, apalagi soal makanan. Setiap travelling ke luar negeri, saya berusaha mencari makanan halal. Boleh intip isi blog saya ini, kebanyakan isinya soal mencari makanan halal.

Saya mengintip iri foto-foto milik sepupu saya yang dia posting di sosial media akhir tahun lalu. Di foto itu, dia sedang berada di dek kapal. Dek yang besar, di belakangnya ada waterslide yang sangat besar.

Selanjutnya dia membagikan video sedang berada di balkon kamar di pagi hari, sambil melihat deburan ombak di lautan dan menyesap secangkir teh hangat. Lain waktu dia memposting keseruan saat berfoto di Penang, di beberapa mural street wall yang terkenal.  Ada pula foto waktu ia di pinggir pantai di Phuket, di tepian pantai yang berwarna hijau kebiruan dengan karang besar di belakangnya.

Rupanya, semua foto itu diambil waktu dia mengikuti cruise Agustus lalu. Walaupun foto-fotonya diambil seadanya dan banyak blurnya, saya tetap mupeng dibuatnya.

Genting Dream Cruise


Mengapa Naik Kapal Pesiar?

Belakangan, pelesiran dengan kapal pesiar memang sedang booming. Banyak kawan saya yang telah menikmatinya, termasuk sepupu saya satu itu.

Kenapa sekarang banyak yang suka menikmati kapal pesiar? Menurut alasan sepupu, dan saya menyetujuinya, dengan naik kapal pesiar, mereka bisa santai sambil memandang laut. Tak terburu-buru menuju destinasi sana sini. 

“Ga perlu pindah-pindah bawa koper, walau pergi ke tiga negara, Kak,” begitu alasan sepupu saya. 

Ia juga bisa menikmati fasilitas di kapal yang sudah mirip dengan fasilitas pusat hiburan besar, dan menikmati tidur di kamar yang nyaman seperti kamar hotel bintang lima. Cocok buat keluarga. Kalau biasanya liburan ia mesti mencari moda transportasi, hotel, makan, dengan kapal pesiar ini, semua telah tersedia di dalam kapal. “Dapat makan, bisa main, bisa ke tempat wisata juga,” tuturnya.

Dengan sekali jalan, beberapa tempat terlampaui.


Rute Kapal Pesiar

Karena sangat ingin merasakan pelesiran di atas kapal pesiar ini, saya langsung mencari tahu soal wisata cruise ini. Saya berkeliling di travel fair, mencari info online dan akhirnya pencarian saya berlabuh di situs milik Cheria Holiday.

Dari percakapan dengan Mbak Retno, sang travel consultant yang sangat kooperatif  dan sabar ditanya ini itu, saya mendapat jadwal Genting Cruise Dream dan tujuannya. Ternyata ada banyak tujuan yang ditawarkan Cheria Travel untuk rute Asia Tenggara.  Saya kira cuma satu. 

Begini rutenya.

  • 2N Singapura- Melaka (Port Dickson)
  • 2N Singapura- Port Klang
  • 2N Bintan Cruise
  • 5N Singapura- Kota Kinabalu -Pelawan (Puerto Princessa)
  • 4N Singapura- Penang-Phuket
  • 4N Singapura- Langkawi Phuket
  • 5N Singapura- Penang-Phuket-Port Klang
  • 3N Singapura- Penang-Langkawi
  • 5N Singapura- Penang-Langkawi-Phuket-Port Klang.

Banyak ternyata, kan? Sebenernya, ada juga sih paket wisata cruise untuk Middle East dan Eropa, tapi belum mampu rasanya kantong saya. Nantilah kalau yang Asia Tenggara ini sudah terwujud.

Oya, semua cruise Asia Tenggara di atas bermula dari Marina Bay di Singapura dan akan kembali lagi ke sana. Jadi bisa sekalian jalan-jalan di Singapura sebelum atau setelah berlayar.


Begini Itenerary Kapal Pesiar

Mbak Retno menanyakan kapan saya ingin pergi karena harga tiap tanggal bisa berbeda. Ia lantas mengirim jadwal di bulan Juni-Agustus, sesuai permintaan saya. Karena di bulan-bulan itu cuaca paling baik untuk pelayaran. Menurut saya paling tidak :D. Nggak sih, alasan di bulan Agustus itu karena harganya biasanya lebih murah dari di bulan Juli dan saya tak punya jadwal travelling di bulan itu.

Setelah melihat jadwal dan rute yang cocok, pilihan saya jatuh pada rute Singapura-Penang-Phuket di tanggal 23 Agustus. Pas dengan tanggal libur saya dan mama. Lagipula tur ini dimulai dari hari Minggu sore sehingga bisa terbang ke Singapura di Sabtu sore atau Minggu pagi. FYI aja, ternyata setiap rute berbeda tanggal dan hari mulainya, jadi lebih baik tanya ke konsultan travel dulu.

Dengan rute yang saya pilih begini saya bisa ajak mama berlayar sekaligus melihat Penang dan Phuket nantinya. Kami sudah pernah ke semua tempat itu, namun rasanya akan beda kalau dipadukan dengan berlayar di lautan lepas.

Oya, pelayarannya sendiri akan memakan waktu 4 hari 3 malam. Cocok lah buat saya dan mama. Tak terlalu lama di laut, dan tidak terlampau cepat juga.

Ini itenerary yang dikirimkan ke saya.

SUNDAY
Batas check in cruise Anda pada hari ini ada di jam 15.00 PM, kemudian Anda akan berlayar dengan Genting Dream Cruise dari Marina Bay Cruise Centre Singapura menuju Penang pada pkl. 17.00 PM.

MONDAY
Cruise akan sampai di Penang pada pkl. 13.30 PM. Bagi penumpang yang mengikuti shore excursions kota Penang akan turun kapal dan melakukan city tour. Bagi penumpang yang tidak turun, bisa bersantai dan menikmati fasilitas Genting Dream Cruise. Kapal akan kembali berlayar menuju Phuket pada pkl. 22.30 PM.

TUESDAY
Cruise akan sampai di Phuket pada pkl. 07.00 AM. Bagi penumpang yang mengikuti shore excursions Phuket akan turun kapal. Bagi penumpang yang tidak turun, bisa bersantai dan menikmati fasilitas Genting Dream Cruise. Kapal akan kembali berlayar menuju Singapura pada pkl. 15.00 PM.

WEDNESDAY
Cruise akan tiba di Marina Bay Cruise Centre pada pkl. 14.00 PM. Seluruh penumpang akan melakukan proses check out dan perjalanan berakhir pada hari ini.

Kalau lihat di situ, ada tulisan shore excursions kan. Nah, menurut Mbak Retno, ini adalah tur optional, jika ingin ikut bisa membayar tambahan uang. Kalau cerita sepupu saya sih, dia ikut tur karena dia membawa orangtua dan anaknya yang masih kecil. Sementara kalau saya mungkin nantinya akan jalan sendiri saja. Atau diam di kapal menikmati segala fasilitas yang ada.

Di Penang, saya bisa keliling melihat budaya peranakan yang berpadu dengan budaya Eropa. Ada kota tua Georgetown yang merupakan warisan dunia versi UNESCO, lalu foto-foto di mural street art yang instagramable di sana. Ke kuil Budha terbesar di Malaysia Kok Lak Sie Temple atau mengunjungi Penang Hill sebelum kembali ke kapal dan makan malam.

P1140489
Mural merupakan salah satu objek wisata di Georgetown Penang yang akan dikunjungi

mural di Penang
Salah satu spot mural di Penang

Sementara, di Phuket saya bisa keliling ke Old Town melihat beberapa Wat, atau hoping island ke beberapa pulau. Tak lupa, karena ini wisata halal, akan ada kunjungan ke masjid di Phuket yakni Masjid Jamek (Yameay) Phuket. Seperti foto di bawah ini.

FB_IMG_1580037338892
Foto sepupu saya di depan masjid Yameay Phuket


Apa Saja Fasilitas di Genting Dream Cruise?

Halal Cruise yang ditawarkan ke saya ini menggunakan kapal Genting Dream Cruise. Sebenarnya ada beberapa jenis kapal pesiar di dunia, namun Genting Dream Cruise ini merupakan salah satu kapal cruise terbaik di dunia, yang telah mendapat banyak penghargaan. Salah satunya adalah penghargaan dari TTG Travel Awards sebagai Best Luxury Cruiseline. TTG Travel Awards ini adalah penghargaan bergengsi di dunia travel dunia.

Saya sempat berkeliling ke beberapa travel agen dan rata-rata mereka menawarkan kapal yang sama buat saya.

Ini saya kutip sedikit soal Genting Dream Cruise dari websitenya Cheria Holiday.

Genting Dream Cruise adalah cruise line premium pertama di Asia. Kapal pesiar ini memiliki panjang 335 meter, alias tiga kali lapangan bola!
Kapal ini memiliki 18 lantai dan 1.674 cabin, sehingga mampu menampung 4.000 lebih penumpang. Kapal ini memiliki 35 restauran di dalamnya, yang menyajikan beragam menu, termasuk menu khusus untuk muslim. Kapal ini juga dilengkapi dengan fasilitas hiburan baik indoor dan outdoor.

Dari brosur yang dikirimkan Mbak Retno, saya melihat beberapa fasililtas gratis yang bisa dimanfaatkan penumpang Cruise Cheria Holiday selama pelayaran. Salah satunya adalah Waterslide Park alias wahana seluncuran air. Bukan hanya satu, ada 6 waterslide park yang ada di atas kapal Genting Dream Cruise ini. Bisa dibayangin deh betapa megah dan besarnya Genting Dream Cruises ini. Belum cukup di situ. Pencinta wahana air, juga dimanjakan dengan kolam renang dan jacuzzi.

Ini yang saya lihat di foto sepupu saya. Dia main seluncuran di sini. Bikin iri.

Album_Waterslide_Park_1
Salah satu waterslide di Genting Dream Cruise

Berada di atas kapal ini, saya nantinya juga bisa menikmati sarana olahraga super lengkap. Ada lapangan mini golf, tenis meja, lapangan untuk permainan bola, hingga instruktur senam yang siap setiap saat.

WDR_Mini-Golf-_-Ropes-Course_01
Mini golf

Buat mereka yang senang olahraga yang memacu adrenalin, di sini ada juga wall climbing dan flying fox. Saya sih, cukup liat dari bawah aja kalau urusan panjat-panjat begini.

WDR_Rock-Climbing-Wall_01
Wall climbing

Selain itu, ada pula fasilitas berbayar semacam Crystal Life Spa, area bowling yang glow in the dark. Dan ada juga Teater Zodiak yang memiliki 999 tempat duduk untuk menyaksikan pertunjukkan kelas dunia. Wow. Saya cuma pernah melihat teater besar di Venetian Macau, dan itu aja sudah membuat saya terpukau. Gimana dengan ini ya…

Oiya, buat yang doyan belanja, ada Duty Free Shop seluas 1.100 meter. Gede banget, lebih luas dari duty free yang biasa saya datangi di bandara Changi! Dan biasanya, di hari terakhir, ada clearence sale bazaar di sini. Bisa kalap saya.

Kamar Bak Hotel Bintang Lima

Setelah dapat jadwal yang cocok, yang kemudian harus saya pilih adalah kamar. Sama dengan menginap di hotel, di cruise pun ada macam-macam kamar. Sebenarnya ada 8 jenis kamar, namun ada 4 jenis kamar yang biasa dipilih oleh konsumen Cheria Travel Halal Cruise.

Kamar itu adalah Inside Cabin (kamar tanpa jendela), Oceanview Cabin (kamar dengan jendela), Balcony Cabin (kamar dengan balkon menjorok ke laut), dan Balcony Deluxe Cabin (mirip dengan balcony kabin tapi lebih luas). Masing-masing kamar punya kamar mandi sendiri, dan fasilitas dalam kamar layaknya sebuah hotel.

Album17_Balcony_Stateroom
Balcony Cabin

Album10_OSS_Oceanview_Stateroom
Ocean View Cabin

Mbak Retno lantas mengirimkan saya video di bawah ini agar saya lebih mudah menentukan cabin mana yang mau saya pilih. Maunya sih pilih yang balcony cabin yaa, biar ketika buka pintu bisa langsung lihat laut dari kamar.

Nah, Mbak Retno juga bilang, kalau di Genting Dream Cruise ini banyak resto namun ada 4 restoran yang bisa dinikmati secara gratis. Salah satunya adalah Lido Buffet Deck 16. Di sini ada menu Internasional, Vegetarian dan Halal Food.

Seperti yang sudah saya singgung di awal, menu halal di sini sudah mendapat sertifikat halal dari JAKIM, MUI-nya Malaysia. Jadi ga usah khawatir. Mereka memisahkan peralatan untuk masakan halal dan non halal, bahkan mereka juga memisahkan lift makanan untuk makanan halal dan non-halal. Keren kan?

Menurut sepupu saya, menu yang disajikan adalan makanan khas Asia, mulai dari opor ayam, tandoori kambing, pari ayam pedas, ayam madu, gulai daging kawah, tempe goreng pedas dan lainnya. Selain itu, ada juga menu internasional halal, yakni sapi panggang, domba panggang, aneka jenis pasta, aneka kue dan makanan penutup lainnya. Ngiler ga tuh ngebayanginnya

image-01
Sertifikat halal dari JAKIM di Genting Cruise Dream. Sumber: http://www.cheria-travel.com

Harga Mulai dari Empat Jutaan

Saya kira, harga cruise ini akan mencapai belasan juta per orang. Tapi ternyata nggak lho. Tour Naik Kapal Cruise Bareng Cheria Holiday dimulai dari harga empat jutaan rupiah aja.  Yaa, empat juta rupiah sodara-sodara untuk pelayaran 2 hari. Namun untuk rute Singapura-Penang-Phuket yang saya pilih, harganya dimulai dari harga SGD 920 atau 9 jutaan rupiah per orang. Kalau perginya ber-empat, harganya malah akan lebih murah. Dari hitung-hitungan yang diberikan ke saya, kalau saya ber-empat harganya jadi mulai SGD 490 atau sekitar 7 juta rupiah per orang.

Begini harga yang dikirimkan ke saya, untuk tur 4 hari 3 malam.

Inside Cabin
Basic orang ke 1+2 = SGD 920/pax
Basic orang ke 3+4 = SGD 460/pax

Oceanview Cabin
Basic orang ke 1+2 = SGD 1.180/pax
Basic orang ke 3+4 = SGD 590/pax

Balcony Cabin
Basic orang ke 1+2 = SGD 1.380/pax
Basic orang ke 3+4 = SGD 690/pax

Balcony Deluxe Cabin
Basic orang ke 1+2 = SGD 1.480/pax
Basic orang ke 3+4 = SGD 740/pax

Harga ini belum termasuk gratitude (tip) dan port charge yaa. Tip dikenakan per hari per penumpang sementara port charge tergantung jumlah port yang akan disinggahi.

Juga belum termasuk tiket pesawat. Bisa juga ambil paket komplet sekaligus pesawat, seperti yang dilakukan sepupu saya.

Harga ini juga belum termasuk shore excursion di tiap port. Katanya sih, bisa dibayar nanti di atas kapal jadi bisa memutuskan mau ikut apa nggak di saat-saat terakhir.

 

 

 

 

The Kayana Seminyak, Privasi ala Bali

Privat. Itu yang saya tangkap begitu kaki saya menginjak The Kayana Resort ini. Dimulai dari lobi hingga kamar, yang terlihat adalah ketenangan dan suasana khas Bali.

Dari bandara, saya langsung menuju daerah Petitenget, daerah yang sedang naik daun karena banyaknya hotel, cafe, dan restoran menarik yang ada di sini. Yang saya tuju adalah The Kayana, sebuah resor yang berada di bawah naungan hotel Santika Group.

Saya sampai di lobi. Aroma sandalwood langsung terasa di sana, membuat saya langsung rileks dan tenang. Tak sabar rasanya masuk ke dalamnya.

Tak perlu menunggu lama, saya dan kawan pun diantar menuju kamar dengan mobil golf. Mobil golf? Yup, karena areanya luas, ada mobil golf yang siap antarjemput ke kamar. Menuju kamar, yang saya lewati adalah jalan setapak dengan pohon-pohon kamboja di sekelilingnya. Tak ada bangunan-bangunan di kanan-kiri jalan, seperti halnya yang biasa ada di resor-resor yang saya tinggali. Ternyata, di balik pepohonan rindang itu ada dinding-dinding, dan di balik dinding itu ada villa-villa. Salah satunya Pool Villa, kamar yang akan saya tempati.

97609_14021813250018373596.jpg
Lobi hotel. Foto by The Kayana

20150102_125232
Jalan dari lobi menuju villa. Balinya berasa ya?

Saya penasaran seperti apa villa yang ada di balik dinding itu. Dan begitu pintu jineng kayu ala Bali dibuka, yang tampak adalah sebuah gazebo kayu di kanan, di sebelah kirinya ada kamar besar yang seluruh dindingnya dari kaca. Di antara kamar dan gazebo itu ada kolam renang kecil! Yes, ada kolam renangnya, walaupun ukurannnya mini dan hanya cukup untuk berendam saja.

Kata petugas yang mengantar saya, ada 3 macam unit villa di sini. Yang pertama adalah yang saya tempati, pool villa yang punya kolam renang di dalamnya. Lalu ada two bedroom villa dengan kolam renang juga tentunya (dan ukurannya lebih besar). Dan ada lagi deluxe villa yang tak punya kolam renang. Katanya lagi, konsep Kayana ini adalah private villa, makanya setiap villa dibuat “berlindung” di balik dinding. Betul kan yang saya pikirkan di awal?

one-bedroom-deluxe-villa-plunge-pool
Pengen langsung nyebur!

Bagaimana dengan kamarnya?

Villa saya terdiri atas satu kamar yang dindingnya dipenuhi jendela. Jadi dari kamar, saya bisa melihat ke luar dan begitu juga sebaliknya. Tenang, pemandangannya hanya sebatas di dalam villa karena seperti yang tadi saya ungkapkan, tiap villa dikelilingi tembok tinggi sehingga tak akan terlihat dari luar.

Di tengah kamar terdapat ranjang double yang cukup besar. Ukuran bule sepertinya. Yang menarik, ranjang ini dilengkapi kelambu yang membuat tempat ini jadi terlihat romantis. Emang bener kata Si Bli, sebenernya villa ini lebih cocok buat pasangan yang lagi honeymoon, bukan yang jomblo seperti saya. *eh, curcol. Memang sih, selama saya di sana, saya lebih sering bertemu dengan pasangan-pasangan muda yang sedang honeymoon.

97609_14030110520018515392
kamarnya saya

The-Kayana_1270657664.jpg
Sisi lain kamar saya

Malamnya, saya dan kawan saya bertemu sang manajer, yang mentraktir kami makan malam di restoran yang ada di dalam kawasan Kayana. Restoran ternyata juga sangat menarik, di depannya ada kolam renang besar yang bisa dipakai tamu jika tak puas berendam di kolam renang villa masing-masing.

pool
photo: the kayana.com

Buat yang pingin resor yang tenang, romantis, dan privat, The Kayana sangat cocok. Apalagi buat liburan bareng pasangan. Rasanya pas sekali. Bagi saya, kekurangannya cuma satu, resor ini tak punya akses langsung ke pantai.

Sayang, saya hanya satu malam di sini. Padahal ingin berlama-lama dan mencoba spa  yang tampaknya nikmat sekali. Nanti kapan-kapan saya balik deh, buat honeymoon karena tempat ini bener-bener tenang, private, dan Bali banget. Aaamiin…

The Kayana

Jalan Raya Petitenget, Kerobokan Kelod, 
Kuta Utara
Bali, Indonesia
Tel: +62 361 847 6628 ; Fax: +62 361 847 6633

8 Rekomendasi Penginapan Murah di Kuala Lumpur

Ini dia rekomendasi 8 penginapan murah di Kuala Lumpur yang pernah saya inapi.

Hampir semua penginapan murah di Kuala Lumpur yang saya inapi ini berpusat di sekitar Bukit Bintang dan KL Central, karena memang kedua tempat itulah yang paling ramai dan strategis untuk diinapi. Sekali pernah juga sih nginep di The Face Suite KLCC karena tempatnya sedang ngehits.

Baca Juga: Tempat Beli Oleh-Oleh di Kuala Lumpur

Nah, inilah beberapa penginapan di Kuala Lumpur di Bukit Bintang dan penginapan di KL Sentral yang pernah saya coba.

The Pod’s Backpacker Home and Cafe Kuala Lumpur

Image result for the pods kl sentral
Sumber: The Pod’s

The Pod’s Backpacker Home and Cafe Kuala Lumpur adalah penginapan backpacker yang lokasinya dekat sekali dengan KL Sentral. Tinggal jalan kaki menyeberangi NU Sentral, sampailah di penginapan ini. The Pod’s Backpacker Home and Cafe Kuala Lumpur juga tinggal selangkah lagi dari monorail KL Sentral, sehingga kalau mau jalan-jalan ke Bukit Bintang jadi mudah.

Di sekeliling hostel The Pods KL ini ada beberapa tempat makan yang terkenal enak. Ada ABC Cafe Bistro yang buka 24 jam dan menyajikan makanan India. Ada 7 eleven yang buka 24jam, ada satu lagi tempat makan India yang saya lupa namanya.

Di The Pods KL ini, saya hanya pernah mencoba menginap di female dorm dengan harga 30RM permalam. Murah, apalagi masih bisa titip koper kalau penerbangan pulang saya sore. Dibanding titip di KL Central, harganya sama, kan mending saya nginep di The Pods ini sekalian.

Kamarnya bersih, namun agak sempit. Susah untuk buka-buka koper, kecuali bawanya koper ukuran kabin. Selain kamar dormitori, di sini juga ada single atau double private room.

Travelogue Guest House Bukit Bintang

Penginapan Murah di Kuala Lumpur
Travelogue Guest House Kuala Lumpur

Travelogue Guest House juga salah satu pilihan saya kalau ingin menginap di daerah bukit bintang. Lokasinya strategis, tepat di depan monorail bukit bintang Airasia dan pintu masuk MRT Bukit Bintang.

Tak jauh dari situ juga ada Sungai Wang, Lot 10, dan di seberangnya ada Mal pavilion. Ke Alor dan Arabian Ain tinggal jalan kaki. Strategis banget deh.

Mereka punya kamar dormitori dan privat, dapur lengkap dengan alat-alatnya. Harganya juga ga terlalu mahal, mulai dari 100 rb per bed. Sayangnya, untuk dormitori mereka cuma sedia mix dorm, tak ada female dorm.

Dan untuk dorm yang isinnya empat, kamarnya lumayan sempit. Kekurangan lainnya adalah, letaknya di lantai 3 dan ga ada lift. Bisa sih minta bantuan, mereka menyediakan bel di lantai dua. Tapi kan lumayan bawa koper satu lantai.

Hotel Sentral Kuala Lumpur

Penginapan Murah di Kuala Lumpur
Kamar di Hotel Sentral Kuala Lumpur

Ketika kedua kalinya ingin membooking di The Pods KL, kali ini kamar private karena saya berdua, saya iseng mengecek Booking.com. Dan ternyata, Hotel Sentral Kuala Lumpur sedang promo. Kamar private double room dibanderol dengan harga yang sama dengan kamar private di The Pods. Jelas saja saya lebih memilih menginap di Hotel Sentral kan.

Hotel Sentral ini letaknya persis di sebelah kanan The Pods. Jadi sangat strategis. Ke monorail tinggal jalan 2 menit, ke KL Central tinggal nyebrang.

Nah, karena ini bentuknya hotel, kamarnya tentu lebih besar dan lebih enak dibading tetangga sebelahnya.

Saya memesan express twin room tanpa jendela. Tapi ternyata, ketika check in saya dapat kamar berjendela. Alhamdulillah… rezeki anak sholehah. Kamarnya bersih, kamar mandinya di dalam dan juga cukup bersih. Luasnya tak terlalu besar, tapi cukup untuk saya dan kawan saya membuka dan mengubek-ubek koper medium kami.

Oiya, express room ini ternyata beda lokasi dengan kamar standar Hotel Sentral. Liftnya pun berbeda. Kalau kamar standarnya liftnya ada di sebelah kiri resepsionis, sementara kamar express ini liftnya ada di balik tembok, di dekat Spa. Dan untuk menuju lift, ada 5 anak tangga dulu. Ufff…

Izumi Hotel Bukit Bintang

Izumi Hotel Bukit Bintang

Saya menginap di Izumi Hotel Bukit Bintang Kuala Lumpur saat bulan puasa. Saat itu, saya mencari hotel yang dekat dengan Al Arabian, sentra kuliner puasa di daerah Bukit Bintang. Pas banget, ada promo setengah harga dari Izumi Hotel Bukit Bintang ini. Jadi harga totalnya ga terlalu mahal, lebih murah dari nginep berdua di backpacker hostel malah.

Izumi Hotel ini letaknya juga strategis. Hanya 300 meter dari monorail Bukit Bintang, dan 100m dari halte bus GoKL. Jadi gampang ke mana-mana. Sewaktu puasa, di depannya langsung ada bazaar Ramadhan. Jadi ga perlu jajan jauh-jauh cari makanan berbuka khas Malaysia. Ke Sungai Wang, Lot 10, dan Pavilion juga tinggal jalan kaki.

Saya memesan kamar tanpa jendela. Lumayan bersih dan enak, tapi sempit. Dan tambah keliatan sempit karena ga ada jendela. Saking sempitnya saya susah fotonya…

Baca Juga: Restoran dan Makanan Halal di Bukit Bintang

Sky Hotel Bukit Bintang

sky hotel bukit bintang
sky hotel bukit bintang

Sky Hotel Bukit Bintang ini saya pesan dua jam sebelum check in, sewaktu pulang kondangan di rumah kawan couchsurfing saya di daerah Seramban, Kuala Lumpur.

Karena dadakan, saya nggak pakai milih ini itu, saya hanya mencari hotel yang lumayan bagus di Bukit Bintang, tapi paling murah di antara yang ada. Kebetulan, pas banget hotel ini sedang promo. Saya dapat kamar yang oke dengan harga kurang dari 400.000.

Kalau soal lokasi, Sky Hotel Bukit Bintang tidak sestrategis Izumi Hotel.  Walaupun begitu, lokasinya deket sekali dengan jalan Alor dan cuma 300m dari stasiun monorail Imbi. Hanya aja, kalau mau naik GoKL, mesti jalan dulu 600m ke arah stasiun Monorail Bukit Bintang.

Masih oke sih yaa…

Kalau soal kamar, oke banget. Gedeeeee. Pun dengan kasurnya, saya tidur berempat pun muat. Hahaha, jangan ditiru ya, sebenarnya awalnya cuma mau bertiga, tapi kawan saya yang rumahnya 1 jam dari KL tak mungkin pulang karena kami ngobrol di salah satu restoran di jalan Alor hingga larut malam.

Di dekat hotel ini ada warung kelontong yang cukup besar dan lengkap. Bisa jadi salah satu tempat buat berburu bahan makanan khas Malaysia, yang kadang nggak saya temui di tempat lain. Misalnya aja tepung pisang goreng Adabi. Di supermarket gede pun saya ga nemu, eh malah nemu di sini.

The Face Suites Kuala Lumpur

The Face Suites Kuala Lumpur
The Face Suites Kuala Lumpur

The Face Suite dan Regalia adalah dua penginapan paling happening di Kuala Lumpur. The Face Suite Kuala Lumpur ini sebenarnya aparthotel alias apartemen yang bergabung dengan hotel, jadi pemiliknya bisa menyewakan unit apartemennya ke orang lain.

Yang bikin The Face Suite Kuala Lumpur ini terkenal karena di lantai atasnya ada infinity pool dengan latar belakang pemandangan kota Kuala Lumpur. Ada petronas dan menara KL sebagai backgroundnya. Kece buat foto-foto, apalagi waktu malam. Buat yang menginap di sana, bisa dapat fasilitas berenang di sini. Bisa pinjem handuk pula.

Oiya, saya memesannya via Airbnb, dengan harga sekitar 36 dolar per kamar. Jadi cuma bayar 2 dolar karena kawan saya pakai referal dari saya dan ia dapat potongan 34 dolar. (Kalau mau voucher potongan airbnb senilai 32 dolar, klik INI ya).

Unit yang saya inapi ini interiornya modern clean, semua serba putih. Keren deh. Di dalam unit itu ada 2 kamar yang disewakan, satu kamar mandi dengan kamar mandi di dalam, dan satu kamar dengan kamar mandi di luar. Saya jelas menyewa yang kamar mandinya di luar, karena harganya lebih murah!

Unit apartemen The Face Suite Kuala Lumpur yang saya inapi ini dilengkapi juga dengan dapur lengkap dengan microwave, kulkas, kompor, griller, dan peralatan masak-makan. Ada juga mesin cuci dan setrika. Lengkap.

Untuk menuju ke sini dari KL Sentral bisa naik monorail dan turun di Bukit Nanas. Atau kalau mau pakai taksi resmi, bayarnya cuma 14RM. Grab, pastinya lebih murah lagi.

Tune Hotel KL

penginapan murah di Kuala Lumpur
Tune Hotel Kuala Lumpur

Tune hotel Kuala Lumpur ini berada di jalan Tuanku Abdul Rahman, di tengah-tengah antara monorail Medan Tuanku dan Sultan Ismail. Agak jauh sih dari kawasan paling ramai di KL, bukit bintang. Tapi masih bisa lah dicapai dengan monorail.

Saya menginap di sini sudah lama (sekitar tahun 2011). Waktu itu, dekat sini hanya ada tempat makan outdoor yang ga terlalu menarik. Sekarang, di dekat sini ada tempat makan yang lumayan terkenal di KL, namanya RSMY Cheese Naan.

Kalau soal kamar, Tune Hotel KL ini kamarnya jelas oke. Walaupun simpel, tapi bersih dan nyaman. Luasnya standar, lebih besar dari Izumi dan Hotel Sentral, tapi lebih kecil dari Sky Hotel. Kalau yang pernah nginep di Tune lainnya, pasti tau deh kamarnya kayak apa.

Swiss Garden Residence Bukit Bintang

Swiss Garden Residence Bukit Bintang
Swiss Garden Residence Bukit Bintang

Sama dengan The Face Suite, Swiss Garden Residence ini juga apartemen hotel. Jadi apartemen yang disewakan untuk diinapi.

Saya menginap di sini karena ketinggalan pesawat pulang. Mau tak mau kembali ke KL. Saya balik naik bus dan dari KL Sentral ke sini dengan taksi resmi sekitar 17rm.

Lokasinya tak jauh dari Bukit Bintang dan Jalan Alor, walau bukan di pusatnya Bukit Bintang seperti Izumi dan Travelogue. Mesti berjalan kaki sekitar 10 menit. Kalau naik monorail (Hang Tuah) mesti jalan sekitar 5 menit.

Saya menginap di #17Home @Swiss Garden Bukit Bintang. Booking via airbnb. Kamarnya besar dan bagus, bisa diisi 4-5 orang. Kamar mandinya juga mewah, ada bathtubnya. Dapurnya lengkap, TVnya keren, bisa diputar-putar *norak saya.

Fasilitas di Swiss Garden sendiri juga oke. Ada kolam renang besar dengan pemandangan kota (walau bukan pemandangan Petronas seperti Face Suite). Ada fitness center juga kalau ingin olahraga, ada tempat bermain anak.

Cari Hotel di Semarang dengan Traveloka

Akhir-akhir ini saya banyak disibukkan oleh tugas ke berbagai kota dan kabupaten di Indonesia. Dalam sebulan, bisa dua atau tiga kali saya pergi. Seneng aja saya sih, apalagi setelah pekerjaan selesai dan saya ada waktu banyak (baca: ga dikejar dosen pembimbing tesis), saya diperbolehkan eksten alias memperpanjang waktu saya di sana sendiri. Lumayan kaan, liburan tanpa mesti beli tiket pesawat #anakmodis.

Salah satu tempat yang akan saya sambangi (lagi) adalah Semarang. Ya, setelah tugas tiga hari di Semarang bulan depan, saya ingin menjelajahi ibu kota Jawa Tengah ini. Sendirian saja. Banyak objek di Semarang yang ingin saya kunjungi lagi, terutama objek-objek wisata arsitekturnya. Kata kawan-kawan saya yang baru saja dari sana, pembangunan yang dilakukan pemerintah kota menjadikan Semarang kini menjadi lebih cantik dan menarik.

Kota tua Semarang akan menjadi tujuan utama saya. Saya sebenarnya sudah beberapa kali ke sini, namun katanya lagi, sekarang ini pemda Semarang melakukan revitalisasi kota tua sehingga Kota Tua Semarang menjadi lebih tertata rapi. Bangunan-bangunan yang dulunya kumuh dan tak terawat dipugar dan diperbaiki; ada yang kemudian dikelola pemerintah, ada pula yang diambil alih oleh swasta dan kemudian dijadikan restoran atau kafe.

DSCF7509
kota tua Semarang

Ya, café. Selain tempat-tempat wisata seperti Gereja Blenduk, di kota tua sekarang ini katanya banyak cafe baru bermunculan. Salah satunya Cafe Siegel, sebuah cafe modern namun berlokasi di dalam bangunan tua. Saya jadi ingat starbuck cafe yang ada di salah satu daerah Shamian Dao di Guangzhou, China. Saya betah berlama-lama di sana karena cafenya ada di bangunan tua yang dibangun sejak tahun 1920. Kebayang kan kerennya?

Tempat lain di Semarang yang bikin saya penasaran adalah Kampung Pelangi, sebuah kampung warna-warni yang fotonya pernah saya lihat di timline IG kawan pejalan. Katanya sih, area ini dulunya adalah sebuah kampung kumuh. Kini, kampung kumuh tersebut dibersihkan lalu dicat dengan aneka warna. Selain menarik dilihat, di sini banyak lukisan dinding yang bisa dijadikan latar belakang profile picture IG. Semacam yang ada di Bali Lane Singapura atau Melaka di Malaysia gitu.

Walaupun sudah berkali-kali ke Semarang, namun biasanya saya menginap di rumah teman ataupun di rumah sepupu saya di Semarang Atas. Kali ini, saya mesti mencari-cari sendiri hotel yang letaknya strategis: dekat dengan tempat tugas saya, tapi ga jauh juga dengan objek-objek wisata yang akan saya datangi. Setelah bertanya sana-sini, saya disarankan menginap di area Semarang Tengah saja. Okelah

Pilihan jatuh pada hotel Dafam. Saya mendapat harga Rp375.000/malam yang saya booking lewat situs traveloka. Kalau saya bandingkan dengan situs lain, harga di situs traveloka ini lebih murah. Apalagi kalau belinya lewat aplikasinya.  Saya coba intip situs lain, harganya berkisar Rp385.000 lebih. Bagi saya sih, 10ribu itu lumayan lho, apalagi kalau dikalikan sekian malam.

Btw, akhir-akhir ini saya selalu cari hotel pake situs pencari hotel Traveloka. Selain harganya relatif murah, pilihan hotelnya lumayan lengkap, mulai dari hotel yang mahal sampai yang murah. Mulai dari hotel bintang lima hingga losmen bed and breakfast. Kalau lihat di situsnya, di situ ada tulisan kalau mereka bekerja sama dengan banyak jaringan hotel lokal dan internasional, mulai dari Swiss Bell, Accor, Tauzia, Santika, dan banyak lainnya. Ada juga hotel-hotel yang ada di bawah bendera airyroom.

peta
list penginapan di Traveloka sangat lengkap.

Dan yang penting buat saya niih,  harga yang tertera di sana adalah harga akhir. Artinya, yang saya lihat di halaman awal itulah yang akan saya bayar. Saya pernah pakai situs pencari hotel yang lain. Di situs itu, yang ditampilkan adalah harga awal yang belum termasuk pajak dan biaya administrasi. Saat mau bayar, baru deh keliatan total harganya yang ternyata berbeda sekian puluh ribu dengan harga yang ditampilkan di awal. Nyebelin kan

Selain itu, di traveloka ini juga ada filter-filter yang mempermudah saya mencari hotel yang sesuai  buat saya. Ada filter bintang, harga, kategori, fasilitas. Ada pula filter jenis properti jadi bisa mencari jenis penginapan yang diinginkan apakah apartemen, hotel, atau hostel. Yang paling sering saya pakai (selain filter harga tentunya) adalah filter area. Jadi saya bisa memilih lokasi yang sesuai dengan keinginan saya. Misalnya nih, saya kan inginnya di area dekat tengah kota. Saya klik filter area dekat Lawang Sewu, muncullah sederet hotel yang bisa saya pilih.

Ada juga fitur pencarian dengan peta. Jadi hotel-hotelnya ditampilkan bukan berupa daftar panjang, tapi dengan peta. Dengan peta begini, lebih enak mencari hotel sesuai lokasi yang saya mau. Di situs lain ada juga sih fitur semacam ini, tapi di traveloka ini terasa lebih mudah.

peta 2
fitur peta yang jadi andalan saya. lebih gampang kalau pilih hotel sesuai lokasi yang saya mau


Bagaimana soal kemudahan pembayaran? Waktu booking hotel ini, saya bayar pakai kartu kredit biar dapat poin kartu kredit dan dapat promo. Yap, ada promo khusus dengan kartu kredit BNI saat saya booking. Makanya, sebelum booking atau bayar, sering-sering deh cek halaman promo traveloka karena pasti ada aja promo menariknya. Sekarang ini aja ada promo beberapa kartu kredit.

Selain pembayaran dengan kartu kredit, ada beberapa metode pembayaran yang saya bisa pilih: mulai dari bayar di atm, mobile banking, ataupun pay at hotel alias bayar di hotel.  Metode yang terakhir ini memang ga berlaku di semua hotel sih. Daftar hotel yang menggunakan sistem pay at hotel akan muncul kalau mengklik menu “pay at hotel” di bagian atas list hotel atau di sidebar di sisi kiri (ini kalau buka di pc).

peta 3.jpg
berbagai pilihan pembayaran traveloka

Sejauh ini, saya pribadi masih akan pakai situs ini. Harganya lebih murah (apalagi kalau ada promo),  situsnya mudah dipakai alias user friendly, dan banyak pilihan cara pembayarannya. Kalau kamu, gimana? (ADV)

 

5 Tip Memilih Busana Muslim yang Wajib Diikuti

Dulu, waktu pertama kali saya pakai jilbab, pilihan busana muslimah amat terbatas. Walaupun mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama Islam, dulu yang dijual di toko-toko hanya baju kurung panjang yang tak ada cantik-cantiknya. Kemeja panjang ataupun kaus panjang khusus wanita pun jarang, sehingga kerap kali saya harus membeli kaos dan kemeja pria.

Sekarang ini, dua puluh tahun kemudian, perkembangan busana muslim amat pesat.  Para wanita muslimah makin sadar akan pentingnya menutup aurat dan bukan hanya sekedar mementingkan penampilan. Busana muslim sudah menjadi kebutuhan. Ditambah lagi, kini desainer-desainer muncul dengan karya-karyanya yang inovatif, stylish, dan modis.

Tren-tren busana muslim terbaru bermunculan, mulai dari outer, wearpack, dan sebagainya. Saya sendiri bukan termasuk orang yang selalu mengikuti tren setiap saat, karena tren selalu berganti dengan cepat. Saya hanya ikutan tren kalau itu cocok dengan gaya dan kebutuhan saya.

Ikutan tren atau tidak, ada beberapa pakem dan tips yang saya selalu ikuti ketika memilih busana muslim terbaru. Ini dia tipsnya:

1. Pilih yang Tidak Terlalu Ketat

Busana muslim, sejatinya dibuat dengan tujuan untuk melindungi tubuh dan menutup aurat. Karena itulah, saat memilih busana muslim terbaru, pastikan busana tersebut tidak terlalu memamerkan bentuk tubuh, apalagi yang terlalu ketat hingga terlihat sesak. Selain tidak sesuai ajaran Islam, busana yang terlalu ketat bisa membuat tak nyaman bergerak.

Model gamis, blouse yang sedikit longgar seperti foto ini, ataupun tunik bisa dijadikan pilihan. Walaupun tak ketat, masih bisa terlihat modis kan?

https://mm-imgs.s3.amazonaws.com/p/2017/09/30/14/atasan_xq-hana-top-blue_4224646_1_56173.jpeg
Foto: mataharimall.com

2. Pilih yang Tidak Tembus Pandang

Sekarang ini banyak busana muslim yang dibuat dengan bahan yang tipis dan menerawang. Sebagai muslim, memakai busana yang menerawang tentu tidak dianjurkan, walaupun hanya sebatas lengannya saja. Jika memang sangat tertarik dengan model yang menerawang, karena modelnya bagus misalnya, jangan lupa untuk memakai manset kaos di dalamnya.

3. Pilih Model atau Motif yang Simpel

Less is more. Itu kata Ludwig Mies Van De Rohe, salah satu desainer kenamaan asal Jerman. Menurut dia, yang simpel itu adalah yang lebih menarik dibandingkan dengan busana yang terlampau ramai.  Saya sih setuju. Lagipula, busana muslim dengan bentuk yang simpel terkesan elegan dan bisa dipakai di segala acara.

Begitupun untuk motif, sebaiknya pilih motif yang simpel dan tidak terlalu ramai. Apalagi jika ukuran tubuhnya agak besar seperti saya, lebih baik pakai yang polos atau motifnya tidak terlalu ramai. Motif yang ramai bisa membuat tubuh terlihat lebih besar.

https://mm-imgs.s3.amazonaws.com/p/2017/11/09/08/dress_annisa-womens-gamis-ruffled-sleeve-khaki_4245225__908101.JPG
Walau simpel tetap menarik kan? Foto: mataharimall.com

4. Pilih Warna yang Tidak Terlalu Menyolok

Lagi-lagi, inti dari busana muslim adalah fungsinya untuk menutup aurat, bukan untuk pamer. Karena itu, jangan mengenakan busana muslim dengan warna yang terlalu menyolok atau terang, seperti warna kuning neon dan hijau stabilo. Pilih warna-warna yang lebih lembut dan kalem.

Lagipula nih, mengutip dari kompas.com, di tahun 2018 ini warna-warna yang akan jadi tren adalah warna-warna yang kalem, mulai dari merah muda, kuning muda, lavender, atau mustard. Cocok kan dengan tren?

Warna netral juga diperkirakan akan menjadi tren 2018. Nah, kalau ingin beli busana muslim terbaru, jangan lupa pilih juga warna-warna netral karena selain gampang dipadupadankan, busana netral sifatnya long lasting alias ga terpengaruh oleh tren.

https://mm-imgs.s3.amazonaws.com/p/2017/09/12/10/atasan_xq-kalice-top-pink_4199683_1_86666.jpeg
Warna merah muda seperti ini akan menjadi tren di 2018. Foto: mataharimall.com

5. Pilih Bahan yang Nyaman

Indonesia punya iklim tropis dengan kelembapan yang tinggi. Itu sebabnya, kita gampang mengeluarkan keringat. Karena itu, sudah pasti, agar lebih enak dipakai, pilih bahan yang nyaman digunakan.  Ga mau kan udah cakep-cakep tapi bajunya ga nyaman?

Nah, kalau udah tahu tipsnya, sudah siap beli busana muslim terbaru, atau sudah ada yang beli?

PS: Ada yang mau nambahin tip ini? Monggo tulis di kolom komentar yaa…