Cara Menuju Shirakawago dari Tokyo

Shirakawago adalah tujuan utama trip saya bersama Mama ke Jepang. Karena itu, dari Tokyo, saya langsung mencari cara menuju Shirakawago.

 

Cara Menuju Shirakawago dari Tokyo

Tidak ada transportasi langsung dari Tokyo menuju Shirakawago. Saya harus menuju Kanazawa atau Takayama dulu, lalu mengambil bus dari sana menuju Shirakawago. Setelah gugling sana-sini, akhirnya saya memutuskan untuk menginap di Kanazawa dua hari, lalu besok pagi-paginya baru berangkat menuju Shirakawago. Agar Mama tak terlampau capek dan agar bisa menikmati Kanazawa terlebih dahulu.

Kenapa memilih Kanazawa, bukan Takayama? Keduanya sama-sama kota yang menyenangkan. Takayama adalah kota yang lebih kecil dari Kanazawa, namun lebih dekat ke Shirakawago; jarak dari Takayama ke Shirakawago sekitar 1 jam, sementara dari Kanazawa ke Shirakawago sekitar 1,5 jam. Namun entah mengapa harga dari Takayama  ke Shirakawago lebih mahal daripada harga bus dari Kanazawa ke Shirakawago. Perbedaan sekitar 1200 yen (pp) inilah yang membuat saya memutuskan untuk tinggal di Kanazawa saja.

Baca Juga: Backpacker ke Jepang: Penginapan di Kanazawa


Bus dari Tokyo ke Kanazawa

Untuk menuju Kanazawa dari Tokyo, saya menggunakan overnight bus alias bus yang berangkat malam. Selain mengirit waktu, juga mengirit bujet penginapan. Tapi untuk yang membawa orang tua, saya ga sarankan hal ini. Seperti yang saya alami, ternyata ibu saya tak bisa tidur di bus dan agak kelelahan jadinya.

Ada dua jenis bus yang terpercaya dan sering dipakai orang, yakni JR Bus dan Willer Express. Saya memilih Willer Express karena sudah pernah naik sebelumnya sehingga tahu kualitasnya. Saya membelinya via situs resmi mereka, dan mendapatkan harga sekitar 5.000 yen atau sekitar 650 ribu rupiah.

Bus Willer Express ini berangkat dari beberapa titik yakni Disneyland, Narita, dan Shinjuku Expressway Bus Terminal. Ada tiga jadwal bus malam. Yang pertama berangkat pukul 21.55 dan sampai di Kanazawa Station 5.35 pagi. Yang kedua berangkat pukul 23.15 dan sampai di Kanazawa Station pukul 7.55. Bus terakhir pada pukul 23.45 dan sampai di Kanazawa pukul 8.15

Untuk tau jadwal lengkap dan harga bisa klik di website Willer Express ya….

Bus dari Kanazawa ke Shirakawago

Dari Kanazawa, saya tinggal menggunakan Nohi and Hokutetsu Bus  untuk menuju Shirakawago. Tiket bus bisa dibeli online di Japan Bus Online atau bisa membeli on the spot. Saya memilih membeli online karena takut kehabisan tiket.  Harganya memang lebih mahal ketimbang beli langsung di stasiun. Di stasiun, harganya 1800, sementara jika di online harganya 2000 yen.

Tapi kalau jadwal kalian fleksibel banget, bisa sih langsung beli di bus ticket counter yang ada di East Gate Stasiun Kanazawa. Di dekat deretan bus-bus, di tempat beli semua tiket bus.

Bus Kanazawa to Shirakawago.jpg
Foto: kanazawastation.com

Oya, JR Pass nggak mengcover bus ini, tetap mesti bayar. Namun bisa dicover oleh Takayama-Hokuriku Area Tourist Pass.

Bus ini ada setiap satu jam sekali.  Sekali perjalanan dari Kanazawa menuju Shirakawago kurang lebih sekitar 75 menit. Saya waktu itu ambil bus paling pagi (jam 08.10), sampai di Shirakawago pukul  10.25 dan kembali pukul 16.00 sore. Jadi, kurang lebih sekitar 5 jam deh saya berkeliling Shirakawago. Pas lah…

Baca Juga: Seharian di Shirakawago

Cara Lain Menuju Sh

Tentang Impian Mama dan Shirakawago

“Shiawasena kazoku wa hayaku kuru tengokudesu“.

Begitu bunyi pepatah Jepang yang tergantung di dinding kayu gassho-zukuri, rumah tradisional Shirakawago yang konon sudah dibangun sejak tahun 1800an. Menurut si pemilik rumah, tulisan itu berarti keluarga adalah anugerah terindah yang dimiliki seseorang, maka, bahagiakanlah keluargamu.

Pepatah itu menghapus kekesalan saya karena hujan yang turun tanpa ampun dan mengingatkan saya akan tujuan utama saya ke sana: mewujudkan impian mama berkunjung ke Shirakawago. Ya, sejak menonton tayangan soal Shirakawago di salah satu stasiun televisi internasional, Mama jadi terobsesi ke sana.

1010-2019-015494331407714126453-01.jpeg

Shiawasena kazoku wa hayaku kuru tengokudesu

Begitu bunyi pepatah Jepang yang tergantung di dinding kayu gassho-zukuri, rumah tradisional Shirakawago yang konon sudah dibangun sejak tahun 1800an. Menurut si pemilik rumah, tulisan itu berarti keluarga adalah anugerah terindah yang dimiliki seseorang, maka, bahagiakanlah keluargamu.

Pepatah itu menghapus kekesalan saya karena hujan yang turun tanpa ampun dan mengingatkan saya akan tujuan utama saya ke sana: mewujudkan impian mama berkunjung ke Shirakawago. Ya, sejak menonton tayangan soal Shirakawago di salah satu stasiun televisi internasional, Mama jadi terobsesi ke sana.

Mungkin benar yang dikatakan orang, selalu ada jalan kalau niatnya membahagiakan orang tua. Tadinya saya agak berat hati mengeluarkan dana banyak untuk tiket pesawat.  Maklum, status saya sekarang hanyalah freelancer yang dananya terbatas. Tiket pesawat full service dibanderol dengan harga sekitar 6-7 juta rupiah, sementara tiket pesawat LCC sekitar 3-4 juta rupiah.

Kalau jalan bersama Mama, saya tak mungkin membeli tiket pesawat LCC dengan risiko transit lama. Demi kenyamanannya, saya lebih memilih pesawat full service. Untunglah, karena promo dari Traveloka, saya mendapat tiket Japan Airlines dengan harga hanya 3.7 juta. Lebih murah dari pesawat LCC!


1010-2019-011692531309695960865-01.jpeg
Salah satu sudut Shirakawago tempat saya dan mama berteduh saat hujan.
1010-2019-012118432093954564733-01.jpeg
Dari atas menara pandang. Mama bukan orang yang gampang senyum. Difoto pun mukanya datar begini.

Hujan perlahan mereda, kabut yang tadinya menutupi Shirakawago perlahan memudar. Saya dan mama segera beranjak menuju ke menara pandang. Dari sana, Shirakawago bisa terlihat secara keseluruhan.

Saat kabut benar-benar hilang, wajah asli Shirakawago mulai terlihat. Di kejauhan, tampak barisan rumah kayu berderet-deret. Atapnya berbentuk segitiga yang hampir menyentuh tanah, yang konon dibuat agar salju lebat yang turun di musim dingin tidak menumpuk dan mudah meluncur ke bawah.  Atap ini dibuat dari jerami yang dianyam dan mesti diganti setiap 20-30 tahun sekali. Penggantian atap ini tak mudah, butuh sekitar 200 orang untuk mengerjakannya agar bisa digunakan dalam waktu cepat.

Singkatnya waktu pembuatan atap ini membuat saya jadi ingat saat merencanakan itenerary ke Jepang. Saya mesti membuatnya dalam waktu cepat, karena tiket baru dibeli satu bulan sebelum perjalanan.  Membuat jadwal perjalanan bersama mama yang sudah berusia 67 tahun ini tentu tak bisa seenak-enaknya seperti saat saya jalan sendiri.

Saat sendiri, saya bisa semau saya, seperti yang saya lakukan di kunjungan ke Jepang sebelumnya. Saat itu, perjalanan antarkota saya lakukan dengan bus malam, tidur pun di bus, meninggalkan tas di stasiun, dan mandi sekena-kenanya.  Cukup begitu. Tapi kalau bersama mama, saya mesti memikirkan cara agar beliau nyaman dan tak gampang capek.

481230-PGFQZ7-501.jpg

Desa yang termasuk ke dalam Warisan UNESCO ini ada di daerah Gifu, Jepang Tengah.  Lumayan jauh dan tak ada transportasi langsung dari Tokyo ke Shirakawago. Kami mesti ke Takayama atau Kanazawa, dan barulah kemudian menyambung dengan bus ke Shirakawago. Saya lebih memilih Kanazawa karena menurut orang-orang, lebih banyak pilihan bus dari sini. Nah, untuk menuju Kanazawa dari Tokyo, dibutuhkan waktu yang lumayan. Kalau naik bus Willer Express andalan para backpacker, perjalanan memakan waktu sekitar 7-8 jam.

Baca Juga: Backpacker ke Jepang: Penginapan di Kanazawa

FYI, saya terbantu dengan layanan dari Traveloka Xperience. Ini merupakan layanan baru dari Traveloka. Lewat layanan ini, saya bisa membeli aktivitas seru seperti membeli tiket atraksi, bioskop, events, playgrounds (hiburan), dan pertandingan olahraga, tanpa harus mengantri panjang di lokasi. Bisa menghemat waktu saya.

Ada pula voucher untuk spa dan  kecantikan, makanan dan minuman, serta voucher workshop. Harganya sering promo sehingga menghemat bujet.

Untuk keperluan travelling, saya juga bisa membooking tur, transportasi, dan travel essential (seperti sim card) untuk travelling dari Indonesia, sehingga tak perlu kebingungan dan buang waktu dengan mem-booking-nya di sana. Nah ini yang jadi andalan saya.

IG-EXPERIENCE-post-2C-1024x1024 (3).jpg

Untuk mempermudah lagi, Traveloka Xperience menyediakan fitur search berdasarkan destinasi. Untuk tujuan Jepang misalnya, saya tinggal masukkan kata Jepang di sana, dan akan muncul beragam hal yang bisa saya pilih, dalam 11 kategori.

Saya membeli Worldwide SIM Card Japan Unlimited dengan harga 145.000 rupiah. Dikirim ke rumah sehingga saya langsung bisa memasangnya di handphone, yang kebetulan punya dua slot untuk sim card. Ini sangaat membantu ketika saya harus mencari alamat penginapan dan destinasi wisata yang saya tuju. Ya, walaupun bersama Mama, saya banyak menggunakan transportasi publik yang saya kombinasikan dengan tur lokal, agar pengeluaran tidak terlalu membengkak.


Sekembalinya dari menara pandang, saya mengajak mama menyusuri rumah dan jalanan pedesaan yang tadi belum seluruhnya kami lihat. Peta yang terpampang di mana-mana memudahkan saya berjalan ke sana-sini. Jepang memang unggul dalam hal petunjuk untuk turis, karena mereka sadar, bahasanya sulit untuk dibaca.

Saya jadi ingat tulisan di web traveloka tentang keunggulan Traveloka Xperience. Yang sempat saya buktikan sendiri.

  1. Banyak pilihan aktivitas #XperienceSeru di berbagai destinasi. Jepang, Korea, Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
  2. Ada pilihan pembayaran. Saya bisa membayarnya menggunakan kartu kredit, transfer atm, bayar di mitra traveloka, ataupun dengan paylater. Untuk kali ini, saya lebih memilih membayarnya dengan kartu kredit agar bisa dicicil.
  3. Bookingnya mudah dan bisa dilakukan kapan saja. Ya, seperti yang saya lakukan untuk travelling ke Jepang ini. Saya membookingnya ketika berada di kereta CL, di tengah perjalanan antara Depok-Kalibata.
  4. Customer Service yang bisa dihubungi 24 jam.

1010-2019-014449132177261823764-01
Mama bukan orang yang senang difoto. Tapi di sini dia minta foto lho…

Menjelang sore, kabut kembali menutupi Shirakawago. Kami bergegas kembali ke satu-satunya stasiun bus di sana untuk menunggu bus kembali ke Kanazawa.  Saya  menengok sekilas ke arah jalanan Shirakawago yang mulai kosong, bukit yang sudah tak terlihat, dan rumah-rumah yang mulai menyala lampunya.

Saya tersenyum, bangga telah berhasil membawa mama melihat impiannya.

Artikel ini telah dilombakan dalam lomba blog #XperienceSeru dengan Traveloka dan meraih juara harapan.

 

 

Cara Menuju Tokyo dari Narita

Ada dua bandara di Tokyo, Haneda dan Narita. Umumnya, Airasia akan mendarat di Haneda sementara Japan Airlines dan Garuda akan mendarat di Narita. Untuk ANA, ada pilihan mendarat di Haneda ataupun Narita. Bagaimana cara menuju kota dari Narita?

Ada dua bandara di Tokyo, Haneda dan Narita. Umumnya, Airasia akan mendarat di Haneda sementara Japan Airlines dan Garuda akan mendarat di Narita. Untuk ANA, ada pilihan mendarat di Haneda ataupun Narita.

Nah, berikut ini adalah cara menuju Tokyo dari Narita.

Cara Menuju Shinjuku

kabukicho_20151016a

Stasiun pusat untuk area Shinjuku adalah Stasiun JR Shinjuku. Ada banyak jalur yang terhubung di stasiun ini sehingga stasiun ini menjadi salah satu stasiun paling rumit di Jepang. Jika Anda sudah menentukan lokasi yang dituju, ada baiknya Anda mengecek pintu keluar terdekat dari tempat tujuan Anda di peta.

Langsung Menuju Stasiun Shinjuku dengan Naik Narita Express

Stasiun keberangkatan: Bandara Narita Terminal 2 / Stasiun Bandara Narita
Stasiun tujuan: Stasiun Shinjuku
Waktu tempuh: sekitar 90 menit
Biaya: 3.190 yen (gerbong standard), 4.730 yen (gerbong green)
Jadwal: Timetable Narita Express
Catatan: Anda dapat langsung menuju Stasiun Shinjuku tanpa perlu ganti kereta. Pastikan Anda membeli tiket terlebih dahulu karena semua kursi di kereta ini memakai sistem reserved seat.
Situs resmi: JR EAST Narita Express

Kereta Lain Menuju Stasiun Shinjuku

Jalur: Keisei Narita Sky Access Line, JR Yamanote Line (menuju Ikebukuro dan Shinjuku)
Stasiun keberangkatan: Stasiun Bandara Narita
Stasiun transit: Keisei Skyliner sampai di Stasiun Nippori kemudian transit ke jalur JR Yamanote Line
Biaya: 2.670 yen (Khusus Skyliner)
Jadwal: Keisei  Skyliner, JR Yamanote Line dari Stasiun Nippori
Catatan: perjalanan ke Stasiun Shinjuku membutuhkan waktu sekitar 70 menit sudah termasuk saat berganti kereta dari Stasiun Nippori. Jika terus naik skyliner sampai Stasiun Shinjuku biayanya adalah 1.440 yen (memakan waktu sekitar 90 menit) dan sedikit lebih rumit karena jumlah stasiun yang dilewati lebih banyak dan harus ganti kereta beberapa kali. Bagi wisatawan akan lebih mudah jika berganti ke kereta biasa saat di Stasiun Nippori.

Airport Limousine Bus

Tempat keberangkatan: Bandara Narita Terminal
Tempat tujuan: Pintu keluar barat Stasiun Shinjuku (sebagai tambahan Airport Limousine Bus juga berhenti di beberapa hotel di area Shinjuku)
Waktu tempuh: sekitar 75 – 115 menit
Biaya: Dewasa 3.100 yen, Anak-Anak 1.550 yen
Jadwal: Airport Limousine Bus dari Bandara Narita
Catatan: tiket bus ini dapat dibeli di loket limousine bus dekat lobi kedatangan. Halte limousine bus ada di setiap terminal, untuk terminal 1 silakan gunakan jalur 2 dan 11, untuk terminal 2 gunakan jalur 6 dan 16, sedangkan untuk terminal 3 gunakan jalur 4. Nomor jalur keberangkatan bisa berubah, jadi silakan cek di situs resminya untuk kepastian nomor jalurnya.
Situs resmi: Airport Transfer Service Airport Limousine

Cara Menuju Asakusa

asakusa10_20160531

Asakusa adalah lokasi wisata yang setiap harinya banyak dikunjungi wisatawan. Namun, sistem transportasi di Jepang yang cukup rumit dapat membuat wisatawan yang tidak terbiasa bisa menjadi kesulitan saat menuju Asakusa.

Kereta

Stasiun keberangkatan: Bandara terminal 2
Jalur: Narita Sky Access Line
Waktu tempuh: sekitar 1 jam
Biaya: 1.290 yen
Jadwal: Jadwal Jalur Utama Keisei Line Terminal 2
Catatan: Harap berhati-hati karena ada banyak peron di Bandara Narita jadi pastikan Anda menunggu di peron yang benar
Situs resmi: Situs Resmi Keisei

Taksi

Waktu tempuh: sekitar 130 menit
Biaya: sekitar 22.000 yen

Menuju Ueno

ueno zoo pandaaa

Stasiun Keisei Ueno terletak hanya 8 menit berjalan kaki dari Stasiun JR Ueno. Meskipun stasiun ini mungkin kurang familiar, sebenarnya stasiun ini memiliki akses yang mudah tidak hanya bagi wisatawan luar negeri, tapi juga bagi orang Jepang yang akan pergi keluar negeri.

Skyliner

Stasiun keberangkatan: Stasiun Bandara Narita
Stasiun transit: tidak ada
Waktu tempuh: 41 menit
Biaya: Dewasa 2.470 yen (tiket Skyliner 1.230 yen + tiket kereta 1.240 yen)
Jadwal: Jadwal Skyliner
Catatan: semua kursi memakai sistem reserved seat jadi Anda perlu membeli tiket normal dan tiket reserved seat
Situs resmi: Situs Resmi Keisei

Jalur Utama Keisei

Stasiun keberangkatan: Stasiun Bandara Narita
Stasiun transit: tidak ada
Waktu tempuh: 70 menit
Biaya: Dewasa 1.030 yen
Jadwal: Jadwal Jalur Utama Keisei
Catatan: moda transportasi ini lebih murah dibandingkan yang lain. Anda juga bisa langsung menuju Bandara Narita tanpa perlu naik kereta ekspres.
Situs resmi: Situs Resmi Keisei

Menuju Shibuya

shibuya_crossing

Shibuya, tempat berkumpulnya tren-tren anak muda terkini Tokyo. Tempat ini memiliki banyak spot terkenal, seperti shopping center “SHIBUYA 109” dan Persimpangan Scramble yang setiap harinya dilalui ribuan orang. Jika Anda tertarik dengan budaya anak muda Jepang, kami sarankan Anda untuk berkunjung ke sini.

Transportasi Murah Naik Jalur Utama Limited Express Keisei

Jalur: Bandara Narita (Jalur Utama Limited Express Keisei / menuju Keisei Ueno) → Stasiun Nippori (naik JR Yamanote Line menuju Shinjuku) → Shibuya
Stasiun transit: ganti kereta ke JR Yamanote Line di Stasiun Nippori
Stasiun tujuan: Stasiun Shibuya
Biaya: 1.230 yen
Jadwal: Jalur Utama Keisei Bandara Narita (Terminal 1)
Waktu tempuh: sekitar 1 jam 50 menit

Jika Ingin Cepat Naik Skyliner

Jalur: Bandara Narita (Keisei Skyliner menuju Keisei Ueno) → Stasiun Nippori (JR Yamanote Line menuju ke Shinjuku) → Shibuya
Stasiun transit: ganti kereta ke JR Yamanote Line di Stasiun Nippori
Stasiun tujuan: Stasiun Shhibuya
Biaya: 2.670 yen
Jadwal: Jadwal Skyliner
Waktu tempuh: sekitar 1 jam 15 menit

Perjalanan Langsung Naik Narita Express

Jalur: Bandara Narita (Narita Express) → Shibuya
Stasiun transit: tidak ada
Stasiun tujuan: Stasiun Shibuya
Biaya: 2.990 yen
Jadwal: Jalur Utama Keisei, Bandara Narita (Terminal 1)
Waktu tempuh: sekitar 1 jam 20 menit

Jika naik bus ekspres biayanya 3000 yen dan dengan waktu tempuh 1 jam 45 menit. Jika menggunakan taksi bisa memakan waktu sekitar 2,5 jam dengan biaya sekitar 26.000 yen.

Review Penginapan di Kanazawa

Bersama ibu dan adik, saya kembali mengunjungi Jepang. Kali ini rute yang saya jalani adalah Tokyo-Kanazawa-Shirakawago-Kyoto dan kemudian kembali ke Tokyo.

Dari Tokyo, saya menggunakan bus untuk menuju Kanazawa. Saya menginap dua malam di Kanazawa agar ibu saya dapat berisitirahat dengan baik dan agar saya bisa mengeksplor Kanazawa, kota yang dikenal dengan julukan The Little Kyoto ini.

Baca juga: Cara Menuju Tokyo dari Narita

Saya menginap di Neighbors Inn Kanazawa, penginapan yang termurah yang saya temukan saat itu. Sebenarnya, sebelumnya saya sudah memesan hostel lain yang punya review lebih baik, namun karena saya merubah total itenerary saya tiga minggu sebelumnya, hostel yang sebelumnya saya pesan ini tak tersisa di tanggal yang saya inginkan.

Di beberapa situs, hotel ini punya review yang cukup baik, termasuk soal lokasi. Katanya, dekat dengan stasiun dan hanya tinggal berjalan kaki. Dekat memang, untuk ukuran orang Jepang yang terbiasa berjalan ke mana saja. Buat saya, terutama ibu saya, jarak ini ternyata lumayan jauh! Apalagi jika harus menggeret koper di bawah hujan rintik-rintik.

https://ucd.hwstatic.com/propertyimages/1/101339/37.jpg
Ruang duduk di penginapan

Jika mengenyampingkan lokasinya yang jauh, penginapan ini sebenarnya cukup menyenangkan. Ada sebuah dapur besar lengkap dengan peralatan memasak. Bahkan ada rice cooker sehingga saya bisa memasak nasi untuk bekal di sana. Ruang komunalnya juga nyaman, ada pula ruang bermain anak dan perpustakaan komik.

Kamar mandinya pun cukup banyak (semua kamar di sini sifatnya share) dan bahkan ada kamar kamar mandi yang memiliki bathtub. Jika lokasinya tak jauh, saya akan beri nilai 9 untuk penginapan ini.

DSCF0064
Penginapan ini menyediakan sepeda yang bisa ditaruh di stasiun

Jika bisa naik sepeda, sebenarnya jarak jauh ini tak jadi masalah. Ada sepeda yang disediakan gratis. Di stasiun Kanazawa, ada tempat penitipan sepeda yang juga gratis. Namun sayangnya ibu saya tak bisa naik sepeda dan tak mau juga dibonceng, sehingga saya mau tak mau jalan kaki menemani ibu saya sementara adik saya naik sepeda.

DSCF0079.JPG
Penitipan sepeda di Kanazawa Station

 

Itenerary ke Jepang (Tokyo-Kyoto-Kanazawa-Shirakawago)

Itenerary  Jepang ini saya buat waktu backpacker ke Jepang kedua kalinya. Kali ini, saya bersama ibu dan adik saya. Karena datang bersama ibu saya itulah, itenerary Jepang ini saya buat agak santai dan tidak terlalu padat. Biar beliau tak terlalu letih.

itenerary Jepang

Itenerary  ke Jepang selama 10 hari ini saya buat waktu backpacker ke Jepang kedua kalinya. Kali ini, saya bersama ibu dan adik saya. Karena datang bersama ibu saya itulah, itenerary ke Jepang ini saya buat agak santai dan tidak terlalu padat. Biar beliau tak terlalu letih.

Pada itenerary Jepang kali ini, saya tidak memasukkan Osaka sebagai tujuan utama (hanya optional), karena bagi saya, Osaka tidak terlalu menarik. Hanya kota besar biasa, yang sudah terwakili oleh Tokyo. Saya lebih memilih mengajak mereka mengunjungi Shirakawago dan Kanazawa.

Seperti biasanya, itenerary saya ini berubah banyak di TKP. Terutama karena tiba-tiba Jepang dilanda badai taufan hebat sehingga ada satu setengah hari yang terbuang begitu saja, karena saya mesti ngendon di apartemen. Badai ini juga berimbas pada tingginya curah hujan di Jepang, sehingga ada beberapa tempat yang mesti di-skip karena tidak bisa didatangi saat hujan.

Saya juga tidak membeli JRPass dengan dua alasan. Yang pertama, karena setelah dihitung-hitung, selisihnya bisa mencapai dua juta. Selisih ini selain karena harga bus lebih murah, dengan naik bus saya bisa mengirit biaya penginapan. Alasan yang kedua, saya jalan ke Jepang bareng ibu saya, sehingga tak bisa se-mobile dan seenak enaknya pindah kota, seperti halnya saat saya solo travelling. Keuntungan pake jrpass kan bisa menclok sana-sini, rugi dong kalo ga ke mana-mana.

Yang akan ke Jepang, feel free to copy this itenerary Jepang ya…

Baca juga: Restoran Halal di Jepang

Day 1 Thursday, 19 Oktober 2017
6.45- 16.25 Flight Jkt-Narita JAL JL0720
16.30-18.00 Top up pasmo /suica (optional, depend on situation), baggage, immigration, etc
18.15-20.10 To Tokyo Station or Shinjuku Station By Narita bus Express or by Express Train

Shinjuku Kosoku Bus Terminal 4F
2 min. directly connected to the New South gate of JR Shinjuku station

23.45-08.15 To Kanazawa by Willler Bus
Day 2 Friday 20 Oktober 2017
08.20 Arrive at Kanazawa Station
Buy bus pass loop bus
09.00-10.00 Stay at Neighbors Inn Kanazawa (ネイバーズイン金沢)
Ekinishihonmachi 1-10-18
Kanazawa, 920-0025
+81 76 255 0922
Explore Kanazawa: http://www.hokutetsu.co.jp/media/tourism_bus/kanazawamap2017.pdf
Omicho Market (近江町市場, Ōmichō Ichiba)

Omicho Market is a 15-20 minute walk or a short bus ride from Kanazawa Station on the way to the city center. Get off at Musashigatsuji bus stop. It is served by most buses departing from the station’s east side, including the JR buses.

Myoryuji Temple (妙立寺, Myōryūji)

Take the Left Loop of the Kanazawa Loop Bus (15 minutes, 200 yen, departures every 15 minutes) to Hirokoji bus stop (bus stop number LL5) from where you can walk to the temple in about five minutes.

9:00 to 16:30 (until 16:00 during winter)

Higashi Chaya District (東茶屋街, Higashi Chayagai)

The Higashi Chaya District can be accessed by the Right Loop of the Kanazawa Loop Bus in about 10 minutes from Kanazawa Station. Get off at Hashibacho (Koban-mae) bus stop (number RL5), from where the district can be reached in a five minute walk.

Trying Tea House at Shima Teahouse

30 meters down the north side of the street
Hours: 9:00 to 18:00
Closed: No closing days
Admission: 500 yen

A preserved tea house, which has been converted into a museum. The rooms where geisha would perform and the kitchen are on display along with various instruments and items used by the geisha.

Kaikaro Teahouse

100 meters down the south side of the street
Hours: 9:00 to 17:00
Closed: No closing days
Admission: 750 yen

The Kaikaro Chaya is still an operating tea house, but opens its doors to the public. Tea service is included with admission.

Kanazawa Castle (金沢城, Kanazawajō)

Kenrokuen and the castle park are a stop along the tourist oriented Kanazawa Loop Bus (stop numbers LL9 and RL8) and the Kenrokuen Shuttle Bus (stop number S8). The one way ride from Kanazawa Station takes about 20 minutes and costs 200 yen (100 yen on weekends/holidays in the case of the Kenrokuen Shuttle Bus).

Optional: Luggage Storage at Kanazawa Station’s Baggage Room
If your luggage is too bulky for a locker, or if you can’t find an empty locker, you can leave it at the Baggage Room. This is located on a corridor on the south side of the main station concourse between the shinkansen ticket gates and the gates for the regular trains. The station ticket office is located on the same corridor. The Baggage Room opens at 10.00 am and closes at 20.00. The charge for one piece of luggage per day is 500 yen
Day 3 Saturday 21 Oktober 2017
08.10-09.25 Go to Shirakawago by Nohi bus (reserved)
https://japanbusonline.com/
Reservation call: TEL (0577) 32-1688
09.30-13.30 Explore Shirakawago
Kanda House atau Wada House (tiket masuk: 300 yen), rumah Gassho-zukuri terbesar yang ada di desa tersebut. Dari dalam rumah tersebut barulah kita bisa merasakan keunikan struktur bangunan serta fitur-fitur arsitektur lainnya. Dari lantai atasnya terhampar pemandangan sekeliling desa yang super cantik. Selain Wada House ada juga 2 rumah Gassho-zukuri lain yang dibuka untuk umum (Kanda House dan Nagase House).
Gassho-zukuri Minkaen. Tempat ini merupakan museum terbuka yang letaknya di desa Ogimachi. Di museum ini berdiri berbagai rumah dan struktur bangunan (totalnya ada 27 bangunan) yang sengaja direlokasi dari berbagai tempat di Shirakawa-go untuk menghindari kerusakan.
Naik ke Shiroma Observatory Deck, shuttle bus (pp)
13.50-15.50 Back to Kanazawa by Nohi Bus (reserved)
16.00-20.00 Explore Kanazawa part 2
20.00- Stay at Neighbors Inn Kanazawa (ネイバーズイン金沢)
Day 4 Sunday 22 Oktober 2017
07.15-09.34 To Kyoto by Train
Buy Kyoto One Day bus pass
Put luggage at locker station in Kyoto
Lockers can be found throughout the station building. They come in a range of sizes at fees of 300, 500 and 700 yen. There is usually a change machine nearby, or sign pointing the way to one. These are easy to use and can change 1000 yen notes for appropriate coins. If your luggage is too bulky for a locker you can use the Baggage Room on the B1 floor
10.00-12.00 The Kyoto Imperial Palace (京都御所, Kyōto Gosho)

Kyoto Imperial Palace is a short subway ride from Kyoto Station along the Karasuma Subway Line. Get off at Marutamachi (7 minutes, 260 yen) or Imadegawa Station (10 minutes, 260 yen). Note that Imadegawa Station is closer to the entrance gate of the Imperial Palace than Marutamachi Station.

9:00 to 16:00 (October to February)

12.00-13.00 Watching Jidau Matsuri Festival (時代祭) (optional)
14.00-16.00 To Fushimi Inari Taisha
JR Nara Line to JR Inari Station.located just outside JR Inari Station, the second station from Kyoto Station along the JR Nara Line (5 minutes, 140 yen one way from Kyoto Station, not served by rapid trains). The shrine can also be reached in a short walk from Fushimi Inari Station along the Keihan Main Line.
Kiyomizudera  清水寺

From Kyoto Station by bus number 100 or 206 (15 minutes, 220 yen). Get off at Gojo-zaka or Kiyomizu-michi bus stop, from where it is a ten minute uphill walk to the temple. Alternatively, Kiyomizudera is about a 20 minute walk from Kiyomizu-Gojo Station along the Keihan Railway Line.

Ticket: 300 Yen

Gion祇園

by bus from Kyoto Station in about 20 minutes for 220 yen. Take number 100 and 206 and get off at Gion bus stop. The closest train stations are Gion Shijo Station on the Keihan Line and Kawaramachi Station on the Hankyu Line.

Stay at 484, Zaimoku-cho, Shimogyo-ku Puraneshia Hoshinoko Kyoto-Ekimae RoomNo:401, Kyoto, Kyoto 600-8146, Japan.

600-8146 京都府京都市下京区材木町 484 プラネシア星の子京都駅前 RoomNo:401

Day 5 Monday 23 Oktober 2017
  Buy Kyoto One Day bus pass
08.00-09.00 To Arashiyama
Dari Kyoto Station: Bus Kyoto City Bus #28 or Kyoto Bus #71, #72, #73.
Naik kereta JR Sanin Main Line arah Kameoka (platform 33) dan turun di Saga Arashiyama Station
10.00-13.00 –          Jembatan Togetsubashi/ Hozukawa River (1km)
–          Kuil Tenryuuji  (optional)
–          Bamboo forest
–          Sagano Scenic (optional)
  Stay at 484, Zaimoku-cho, Shimogyo-ku Puraneshia Hoshinoko Kyoto-Ekimae RoomNo:401, Kyoto, Kyoto 600-8146, Japan.
 
Day 6 Tuesday 24 Oktober 2017
 06.44-07.14 To Osaka or Kobe or Hiroshima by train (OPTIONAL), Kalau nggak, eksplor Kyoto
  Osaka One Day Pass
  – Osaka Castle (大阪城 Osaka-jō), (The park can be accessed on a number of lines, but the castle is closest to Osaka-jō Koen station on the JR Osaka Loop Line.).
  – Shitennōji Temple (四天王寺), 1-1-18 Shitennōji Tennōji-ku (5 min. walk from Shitennōji-mae-Yuhiga-oka subway stop, or 15 min by walk north from Tennōji Station.).
  – Walk south (downhill) for about 10-15 min. to Tennoji station (very easy to find this huge station complex), observing the typical Osaka streets & stores along the way.
  – Sumiyoshi Shrine (住吉大社), (Access is from the Nankai line station of the same name; local trains run from Namba station in central Osaka.).
  – Tsūtenkaku (通天閣). While the original tower was built early 20th century, the current “newer” version is designed by the same Prof. Naitō, who also designed Tokyo Tower.
  – Umeda Sky Building (梅田スカイビル), 1-1-20 Oyodonaka, Kita-ku (10 min. walk from JR Osaka or Hankyu Umeda.), Observatory admission ¥700, 10AM-10:30PM daily.
 23.00-07.30 Back to Tokyo (Shijuku) by Willer Bus (reserved)
Day 7 Wednesdey 25 Oktober 2017
07.30- Locker at Shinjuku
09.00- To Kawaguchiko
Alternatif 1: Bus from Shijuku to Chuo EXPWY Shimo Yoshida bus stop.
And when you get off from the highway bus at Chuo EXPWY Shimo Yoshida bus stop, go straight to the left side and you will find a way to leave highway. Follow the signpost and you can easily access to Arakurayama Sengen Park. Then go to Kawaguchiko by train. Back to Tokyo by Highway bus
Arakura Sengen Shrine (optional):
Arakura Sengen Shrine is a ten minute walk from Shimo-Yoshida Station along the Fujikyu Railway Line (35 minutes, 960 yen from Otsuki or 10 minutes, 300 yen from Kawaguchiko). The pagoda is an additional five minute walk up the hill.
Take bus to Chuo EXPWY Shimo Yoshida bus stop.
Retro bus
Kachi-kachi Ropeway
15 minutes walking or 10 minutes by bus (stop at Ropeway-mae bus stop)
(The Retro Bus from Kawaguchiko Station along the lake shore operates every day as well.)
Direction: go straight to lake.
Before you take a ropeway, you can get a coupon in Kawaguchiko station. A round trip costs 800JPY, with coupon you can save 80JPY!
Halal FOOD:
Alladin indo restaurant
4035 Funatsu, Fujikawaguchiko, Minamitsuru District, Yamanashi Prefecture 401-0301, Japan (dekat danau)
18.00- Stay at ADDRESS(EN): 1-7-8 Komagata Taito-ku, Tokyo

ADDRESS(JP):東京都台東区駒形1-7-8
Apartment Name: サンスタレ浅草 [R031] Room Number: 1104

Day 8 Thursday 26 Oktober 2017
08.00-10.00 Hitachi Autumn Park Seaside (not reserved yet)
JR Joban Line from Ueno to Katsuta Station (about 80 minutes, around 3800 yen one way by limited express train or two hours and 2270 yen one way by local trains, both covered by the Japan Rail Pass and Tokyo Wide Pass) and transfer to a bus to the park (15 minutes, departures every 20-30 minutes).
Direct highway buses connect Tokyo Station with Hitachi Seaside Park. The one way ride takes about 2.5 hours.
11.00-14.00 Expolore Hitachi Park
Bus pass
14.00-16.00 Back to Tokyo
Asakusa Sensoji Temple
Asakusa Culture and Tourism Center

Hours: 9:00 to 20:00 (observation deck until 22:00)
Closed: No closing days

The Asakusa Culture Tourist Information Center was newly opened in 2012, adding diversity to the streets of Asakusa with its interesting architectural design. The eight story building offers a tourist information desk in multiple languages, free wifi connectivity, a cafe, and an observation deck which provides good views looking onto Sensoji Temple and the Nakamise Shopping Street.

Tokyo Skytree
 20.00-  Stay at  サンスタレ浅草 [R031] Room Number: 1104
Day 9 Friday 27 Oktober
Asakusa Temple Sensoji
Odaiba
Tokyo Imperial Palace (皇居, Kōkyo) Getting there: 10 minute walk from Tokyo Station.
Tokyo Tower (東京タワー)

Getting There: The closest subway stations to Tokyo Tower are Onarimon Station on the Mita Subway Line and Akabanebashi Station on the Oedo Subway Line. You can also walk there from Hamamatsucho Station (North Exit) on the JR Yamanote and JR Keihin-Tohoku Line in about 15 minutes.

Jam buka: 9:00-22:00

 Sumida Park

Hours: Always open
Admission: Free

This riverside park stretches along both sides of Sumida River for several hundred meters. In spring it becomes a popular cherry blossom viewing spot, while on the last Saturday of July it becomes the site of the Sumida River Firework

 Stay at  サンスタレ浅草 [R031] Room Number: 1104
Day 10 Saturday 28 Oktober
Tokyo Explore
Belanja oleh-oleh : Shibuya or Shinjuku
14.00-15.00 To Narita by bus from Tokyo

By Keisei Limited Express
Direct limited express trains via the Sky Access Line connect Narita Airport and Asakusa about every 40 minutes except in the late afternoons and evenings. The one way journey takes one hour and costs 1290 yen. In addition, there are three connections per hour, which travel via the Keisei Main Line and require one easy transfer at Aoto Station. The one way journey takes about 80 minutes and costs 1100 yen.
18.15-12.05 Back to Jakarta by JAL

Restoran dan Makanan Halal di Jepang

Kali pertama berkunjung ke Jepang, saya sulit menemukan restoran dengan makanan halal di Jepang.

Alhasil, saya dulu cuma mengandalkan onigiri berisi telur atau onigiri kosong dengan campuran kacang merah, plus susu, plus lauk pauk yang saya bawa dari rumah.

Kini, enam tahun kemudian, menemukan restoran halal di Jepang tidaklah sulit. Jepang memang mulai serius melirik dan menggarap pangsa pasar muslim, sehingga restoran halal mulai bermunculan terutama di kota-kota besar seperti Kyoto, dan Tokyo.

Ini dia hasil perburuan restoran halal di kota Kyoto, Tokyo, Kanazawa dan Kawaguchiko.

Restoran Halal di Kyoto

Ada 3 restoran halal yang berhasil saya temukan di Kyoto.

1. Restoran Ayam-Ya.

Lokasinya sekitar 600m dari stasiun Kyoto.  Restoran ini menyediakan menu khas Jepang seperti Ramen dan Nasi Ayam Karage. Harganya sekitar 680-800 Yen per mangkuk.

https://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/08/dc/ce/5d/restoran-ramen-halal.jpg
Tampak muka Ayam-Ya Restoran

Kami memesan Spicy Miso Ramen, Ramen Soy Sauce, dan Nasi Karage. Menurut saya, yang juara adalah Spicy Ramennya. Rasanya cukup enak, potongan ayamnya banyak, cuma kurang pedas.

Wkwk, dibandingin dengan ramen di Indonesia pasti jauh sih pedesnya. Kalau mau lebih pedas, sebenarnya bisa tambah extra chili, tapi mesti bayar lagi siih…

https://i2.wp.com/www.halalmedia.jp/wp-content/uploads/2015/08/116.jpg
Spicy ramen

Yang perlu diingat, tempat ini nggak sepanjang hari dibuka. Mereka tutup di hari Minggu dan National Holiday. Mereka hanya buka pada pukul 11-15.00 siang (last order setengah jam sebelumnya), lalu jam 18.00-22.00.

Awalnya saya tak tahu ini, saya datang jam 14.33. Untung sang pelayan yang berasal dari Sunda masih mau menerima order saya, mungkin karena muka saya melas banget kali ya..

Ayam-Ya ini punya satu cabang lagi, letaknya di Karasuma (dekat Shijo Karasuma Station). Beda dengan yang yang dekat Stasiun Kyoto, restoran yang di sini nyaris tak terlihat.

Letaknya di gang kecil, dan menyatu dengan restoran bernama Miki (kalau saya tak salah ingat ya). Saya mesti bolak-balik 3 kali, dan baru menemukan restoran ini…..yang ternyata tutup!  Nasiiib…

PS: Ayam-Ya Kyoto Station ini punya musala dan toilet yang cukup bersih.

Baca juga: Dimsum Halal di Hongkong

2. Narita Restoran

Restoran ini amat terkenal di Kyoto. Letaknya di daerah Gion, dan kalau gugling di GPS pasti langsung ketemu. Ada dua restoran halal yang bersebelahan, yakni Naritaya Yakiniku Halal Restaurant dan Naritaya Ramen Halal Restaurant.

Saya menskip Yakiniku Restoran karena harganya cukup mahal (mulai dari 1.200 Yen). Saya lebih memilih makan ramen saja.

https://sociorocketnewsen.files.wordpress.com/2015/04/hr-5.jpg?w=580&h=493
Foto: ngambil dari sociorocketnews.com, karena ga foto bagian luarnya. Hujan deres..

Dibanding Ayam-Ya, harga di sini lebih mahal. Jika tak salah ingat (saya lupa mencatatnya), harganya sekitar 700-1000 Yen. Saya kali ini memilih soy-sauce ramen karena yang spicy harganya 900 Yen.

Untuk rasa, saya lebih suka Ayam-Ya. Karena ya mungkin ini ga ada pedes-pedesnya sama sekali kali ya…

PS: Naritaya juga menyediakan musala kecil. Namun tidak terlalu bersih (agak lembap). Begitu juga dengan toiletnya, yang cukup sempit dan tak terlalu bersih.

3. Ramen Factory Tofokuji

Saya tak sengaja sebenarnya ke sini. Awalnya, ketika saya berada di Fushimi Inari, ada seorang mahasiswa magang asal Indonesia yang mengajak ngobrol.

Dia kebetulan bekerja di salah satu restoran ramen yang baru buka, yang letaknya sekitar 50m dari Tofokuji Station, satu stasiun sebelum Inari Station (dari arah Kyoto).

Sebenarnya, tempat ini tidak tepat disebut restoran, karena tidak menjual makanan seperti restoran umumnya. Konsep yang mereka gadang-gadangkan adalah ramen factory, alias tempat belajar membuat ramen sendiri. Setelah ramen dibuat, hasil bisa dimakan sendiri.

DSCF0649.JPG
Saat mencampur bahan kuah. Model: adik saya
DSCF0641.JPG
Ayam untuk kaldu dan taburan ternyata mesti diikat sebelum direbus.

Walaupun belum berlabel halal, mereka mengusung konsep halal dan menargetkan konsumen muslim. Daging dan segala hal yang dipakai di sini sudah halal, namun katanya, baru 3 bulan lagi label halalnya keluar.

Saya percaya saja, karena umumnya orang Jepang tidak akan berbohong soal begini.

Membuat ramen ternyata tak segampang yang saya kira. Tahapannya cukup panjang, mulai dari mengikat ayam, membuat adonan mie, meninju si adonan (sambil bayangin mantan pacar biar ninjunya kuat) hingga merebus dan meracik kuah.

Sekitar 30 menit lebih saya membuat mie ramen saya sendiri.

Karena hari itu baru dibuka, saya dapat kesempatan belajar gratis. Hahaha…nasib baik. Lumayan bisa belajar bikin ramen sambil makan siang gratis, kan?

PS: Gara-gara ke sini, saya jadi masuk koran lokal Jepang, Asahi Shimbun lho…

DSCF0654.JPG

Ramen Factory, abaikan modelnya 😀

FB_IMG_1577420739880.jpg

Restoran Halal di Tokyo

Ada beberapa tempat yang menjual makanan halal di Tokyo. Naritaya dan Ayam Ya yang saya makan di Kyoto juga membuka cabangnya di sini.

Naritaya ada di sekitar Asakusa, dan Ayam Ya ada di Okachimaci di Ueno.

Karena di dekat apartemen saya di Asakusa ada kebab Turki, ibu saya lebih memilih ini. Bosan katanya makan ramen. Akhirnya selama di Tokyo, saya lebih banyak makan kebab. Cukup banyak penjual kebab di sini, terutama di daerah Asakusa, Takeshita Street dan Ueno.

Ada dua stall Kebab yang saya coba. Di Asakusa, yang saya coba adalah Saray Kebab di Asakusa dekat Kaminarimon dan Kebab (yang saya lupa namanya) di Takeshita Street. Di Asakusa,  selain menjual doner kebab (wrapping kebab), juga menjual nasi dan french fries.

Oya, stall di Tokyo rata-rata baru buka sekitar jam 11 dan sudah tutup sekitar jam 9. Jadi kalau mau makan pagi, beli dari malem aja deh…

Restoran Halal di Kawaguchiko

Ada satu restoran halal di area Kawaguchiko, namanya Indo Aladin Restaurant. Letaknya hanya sekitar 20m dari stasiun Kachi-Kachi Ropeway, dekat dengan tempat naik jetty boat.

Walaupun berembel-embel “Indo”, nyatanya ia sama sekali tak menjual makanan Indonesia, atau makanan melayu lainnya. Restoran ini murni restoran India dengan menu India. Roti naan, kari hingga pizza ada di sini.

DSCF0830.JPG
Nasi safron dan chicken tika

Awalnya kami memilih menu nasi biryani, namun ternyata kami kehabisan.

Akhirnya kami memilih makan nasi safron dan chicken tika (3 potong) serta chiken masala (2 potong). Entah apa bedanya kedua ayam tersebut karena kami mendapat satu jenis ayam yang sama 😀

Entah karena sudah sangat lapar, atau karena memang enak, ayam dan nasi habis dalam sekejap. Tapi memang, nasi safronnya sangat enak. Lembut dan rasanya enak di lidah. Ibu saya sampai penasaran ingin buat ini di Indonesia.

Harganya juga tak terlalu mahal. Sekitar 700-1500 Yen per porsi. Kami menghabiskan dua piring nasi safron (untuk bertiga) dan 5 potong ayam, dan mesti mengeluarkan uang sekitar 1500 bertiga.

Mau tau itenerary saya di Jepang? Klik Itenerary 10 Hari di Jepang

Gampangnya Bikin Visa Jepang

Mendapatkan visa Jepang ternyata cukup gampang. Dalam waktu 4 hari, saya udah punya stiker visa Jepang di sakah satu halaman paspor saya.
Ini dia langkah-langkahnya.

1. Siapkan semua dokumen yang dibutuhkan.
–  paspor asli. Kalo ada paspor yg lama, bawa juga
–  form pengajuan visa. Formulirnya nggak disediakan di sana, jadi harus didonlod di sini: formulir .
–  foto ukuran 4,5x 4,5, backgroundnya putih. Foto ini nantinya ditempel di formulir
–  fotokopi tanda pengenal (ktp)
– surat keterangan dari perusahaan
–  bukti pemesanan tiket dan buking hotel
–  formulir jadwal itenerary selama di jepang. Mereka juga nyedian formulir online yg bisa di donlod di sini: jadwal
–  bukti keuangan

2. Semua dokumen itu harus dalam ukuran A4, jd fotokopi ktp jgn dipotong. Setelah itu susun dokumen berdasar urutan di atas. Form visa pertama, bukti keuangan terakhir.

3. Dateng deh ke kedutaan jepang di Thamrin. Adanya persis di sebelah plaza Indonesia, gedungnya warna coklat. Kalau naik busway, turun di halte bunderan Hi. Untuk pengajuan visa, mereka buka dari jam 08.00-12.00, sementara buat pengambilan visa dr jam 12.00-15.00. Jangan lupa bawa ktp atau id buat dituker dgn ID tamu di pintu gerbang. Ga ada ktp, ga boleh masuk.

4. Ambil nomer, tunggu dipanggil. Ada 4 loket, 2 loket kayaknya buat warga Jepang, 2 loket buat non jepang. Waktu saya ke sana, antrian ga terlalu banyak. Saya datang jam 9 pagi dan dapet nomer 20. Jangan lupa bawa pulpen buat tanda tangan bukti (semacam kuintansi).

5. Setelah berkas diperiksa, bakal dikasih kertas buat ambil visa.

Empat hari kemudian, jadi deh visanya… Biayanya 350ribu buat single entry.
Ga ribet kan?