Harga dan Tempat Tes Swab di Jakarta

Beberapa hari lalu saya harus melakukan tes swab. Sebelum tes, saya mengumpulkan dulu info soal harga dan tempat tes swab di Jakarta.

Tempat Swab di Jakarta

Beberapa hari lalu saya harus melakukan tes swab. Sebelum akhirnya memutuskan untuk melakukan tes swab di RS Tria Dipa, saya mengumpulkan dulu info soal harga dan tempat tes swab di Jakarta.

1. RS Tria Dipa.

Biaya: 1.950.000 (tanpa rontgen) dan 2.150.000 dengan rontgen thorax. Hasil: 2-3 hari (bisa melalui WA atau telepon). Ada 2 waktu pengambilan sampel yakni pukul 10.00 dan pukul 17.00.

Lokasi: Jl. Raya Pasar Minggu No.3A, RT.4/RW.1, Pancoran, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan. Telp: 021-7993058 (pendaftaran melalui telepon ini)

2. RSPAD Gatot Subroto.

Biaya: 1,5 juta. Hasil: 1 hari.

Alamat: Jl. Abdul Rahman Saleh Raya No.24, RT.10/RW.5, Senen, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Telp: (021) 3840702

3. Farmalab Uhamka Klender.

Biaya: 1.250.000. Hasil: H+1

Alamat: Untuk pendaftaran pemeriksaan rapid test atau swab test, silakan mengisi formulir melalui link berikut ini https://s.id/nNOfE.
Ada dua sesi pengambilan sampel yakni pagi: 08.00 – 11.00 WIB dan siang : 13.00 – 15.00 WIB

4. Hermina Kemayoran (Drive Thru dan di Dalam RS)

Biaya: 999 ribu (H+5), 1.500.000 (H+2) ,1.900.000 (H+1)

Alamat: Jl. HBR Motik No.4, RW.10, Gn. Sahari Sel., Kec. Kemayoran, Jakarta Pusat. Tel: (021) 88226445. Pendaftaran bisa dilakukan melalui nomer telepon di atas, bisa juga melalui website atau apilikasi halodoc.

Note: menurut pengalaman beberapa orang, tempat ini lumayan penuh hingga antriannya bisa mencapai 2-4 jam.

5. Hermina Jatinegara

Biaya: 999 ribu (H+5), 1.500.000 (H+2) ,1.900.000 (H+1)

Pendaftaran: bisa dilakukan melalui aplikasi website atau apilikasi halodoc atau bisa langsung ke nomer telepon (021) 8191223.

Note: menurut pengalaman beberapa orang, tempat ini lumayan penuh hingga antriannya bisa mencapai 2-4 jam. Dan karena murah, slot antriannya selalu habis.

6. Rumah Sakit FKUI Depok (Drive Thru)

Biaya: 1,675 juta (H+2-3 hari kerja)

Alamat: Kampus UI Depok. Pendaftaran: Melalui WA di 081291139113. Tes Swab dilakukan Senin hingga Sabtu, pukul 08.00-12.00 (dengan perjanjian).

7. Cibis Park Drive Thru

Biaya: 2,2 juta (hasil hari itu juga); 1,4 juta (H+1) 1,3juta (H+2).

Pendaftaran: Melalui aplikasi halodoc, hasil akan dikirim melalui aplikasi. Menurut pengalaman kawan, di sore hari biasanya antrian lebih panjang ketimbang pagi hari.

Baca Juga: Pengalaman Tes Swab di RS Tria Dipa

8. West One City (Drive Thru)

Biaya: 1,4 juta (H+1). 1,3 juta (H+2)

Alamat: Jl. Raya Duri Kosambi, RT.8/RW.6, Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Pendaftaran: melalui aplikasi halodoc.

9. RS Al Fauzan Kramat Jati

Biaya: 1,5 juta (H+3)

Alamat: Jl. Pedati No.3, RT.5/RW.7, Kp. Tengah, Kec. Kramat jati, Kota Jakarta Timur. Telp: (021) 8402821.

10. RS Bunda

Biaya: 2.5 juta (H+2)

Alamat: Jl. Teuku Cik Ditiro No.28 Menteng Jakarta Pusat 10350. Telp:1-500-799 (call center).

11. Medika Plaza, Cilandak Barat (Drive Thru)

Harga: 1.285.000 (H+1) . 1.298.000 (via Grab Health)

Alamat: Jl. TB. Simatupang Kav. 41, BELTWAY OFFICE PARK, ANNEX BUILDING, Ground Floor, Jakarta Selatan, RT.7/RW.2, Ragunan, Kec. Ps. Minggu, Jakarta Selatan.

Pendaftaran: Melalui telepon ke (021) 80866099 atau melalui aplikasi Grab (klik Grab Health).

12. Brawijaya Kemang (Drive Thru)

Harga: 1.899.000

Alamat: Jl. Taman Brawijaya, No.1 Cipete Utara. Pendaftaran: Melalui telepon ke (021)-22717656 atau WA ke  085778052341. Bisa juga melalui aplikasi Grab (klik Grab Health).

13. Swab di Rumah

Saya dapat brosur ini dari adik saya. Silakan hubungi sendiri ya..

Swab di rumah
brosur home care

15. Primaya Evasari Hospital (Drive Thru)

Harga: Rp 1,7 juta (H+2)
Alamat: Jl. Rawamangun no 47, Pramuka Jakarta Pusat, RT 7/RW 3, Rawasari, Kec Cempaka Putih, Central Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Telp: (021) 4201515

16. RS Pelni (Drive Thru)

Harga: Rp 1,25 juta (2-3 hari kerja), Rp 1,53 juta (termasuk konsultasi dokter dan surat keterangan), Rp1,6 juta (1 hari kerja).
Alamat: Jl. Ks Tubun No.92 – 94, RT 13/RW 1, Slipi, Kec Palmerah, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
Telp: 087722379190

Pengalaman Tes PCR Swab Mandiri di RS Tria Dipa

Dua hari lalu, saya memutuskan untuk melakukan tes Swab / PCR secara mandiri di RS Tria Dipa Pancoran, Jaksel.

Dua hari lalu, saya memutuskan untuk melakukan tes Swab / PCR secara mandiri di RS Tria Dipa Pancoran, Jaksel.

Nggak. Saya nggak menunjukkan gejala sakit sama sekali. Saya juga tak habis berpergian ke luar kota, bahkan saya juga nggak keluar rumah kecuali ke minimarket dekat rumah. Saya tak berkumpul dengan teman-teman, menghindari ke mal dan cafe, bahkan saya menolak datang ke event berbayar.

Semuanya work from home.

Adik Saya Dokter yang Positif Covid

Saya memutuskan melakukan PCR Swab Test karena adik ipar saya, yang bertugas sebagai dokter di salah satu rumah sakit pemerintah, positif terkena covid tiga hari lalu.

Ia juga tak menunjukkan gejala apa-apa, ia dalam kondisi prima. Namun karena ia seorang dokter yang menangani pasien covid, ia mesti rutin melakukan tes swab. Hasil tes sebelumnya negatif, namun hasil tes terakhirnya yang baru keluar tiga hari lalu itu, menyatakan ia positif covid.

Adik ipar saya ini tidak tinggal bersama saya dan ibu saya, ia tinggal di tempat lain yang jauh dari rumah saya. Tapi empat hari lalu, sebelum hasil swabnya keluar, ia main ke rumah.

Ia sebenarnya sudah menjalankan protokol ketat ketika di rumah saya. Ia menggunakan masker medis, ditambah lagi dengan face shield. Setiap beberapa saat sekali ia mengusapkan antiseptik di tangannya.

Ia juga duduk cukup jauh dan berusaha tidak menyentuh apapun di rumah. Namun begitu ia dinyatakan positif, ia meminta saya untuk melakukan tes swab untuk memastikan saya tak membawa virus ini di tubuh saya.

Tes Swab di RS Tria Dipa

Dari hasil gugling, saya mendapatkan banyak tempat untuk tes swab. Bisa dilihat di sini untuk lokasi tes swab.

Baca Juga: Tempat Swab di Jakarta

Dari semua pilihan itu akhirnya saya memutuskan untuk melakukannya di RS Tria Dipa, dengan pertimbangan lokasi yang dekat rumah dan tak banyak pasien seperti di rumah sakit lain. Saya memang masih parno kalau banyak pasien suspect di RS.

Biayanya memang cukup mahal, 1,95 juta rupiah untuk tes dengan hasil yang baru bisa diambil dua hari setelahnya. Tapi demi kesehatan, ya mau ga mau dilakukan.

Nah, sebelum tes swab, saya harus membuat janji dengan dokter THT lewat telepon. Ada dua slot tes, yakni di pukul 10 pagi dan pukul 5 sore. Saya kebagian slot pukul 5 sore.

Sampai Keluar Air Mata

Tepat pukul 5 kurang 5, saya sampai di sana. Setelah mengisi data-data yang di formulir yang isinya apakah saya memiliki gejala dan riwayat kontak dengan pasien covid, saya diminta menunggu.

Ternyata saya mesti menunggu 45 menit. Baru di pukul 05.45 dokter datang, setelah saya protes beberapa kali. Pastinya saya protes karena saya sengaja datang tepat waktu agar tak menunggu lama di RS.

Si dokter berganti dengan setelan APD lengkap, kemudian ia mengajak saya ke ruangan khusus untuk tes swab.

Di ruangan itu ada sebuah dua buah meja. Satu meja biasa, dan satu lagi meja berbentuk U yang bagian atasnya diberi kaca. Mirip meja kasir. Di kaca itu ada dua lubang, yang ternyata berguna untuk memasukkan tangan si dokter ketika mengambil sampel.

Proses pengambilan sampel cepat, tapi lumayan sakit buat saya. Kedua lubang hidung saya dimasukkan alat mirip cotton bud panjang, teruus dimasukkan hingga ke bagian dalam. Lumayan sakit, sakitnya mirip dengan kalau kita tersedak air di hidung dan masuk ke pangkal dekat mata.

Hal yang sama dilakukan juga di tenggorokan, lewat mulut. Saya sampai keluar air mata saat di swab.

Oya, hasilnya baru akan saya ketahui sore ini atau besok pagi. Semoga negatif!!

Update: Alhamdulillah hasilnya negatif. Bahkan adik ipar dan adik saya pun hasilnya negatif. Katanya sih, kemungkinan virus di tubuh mereka sudah inaktif.

Siap-siap Dibikin Baper oleh Film Hijaiyah Cinta

IMG_2086
Para pemain Hijaiyah Cinta The Movie saat acara syukuran dan tumpengan. foto: Dede Ariyanto

Ketika diundang ke acara syukuran Film Hijaiyah Cinta tanggal 5 Maret lalu, saya jadi bertanya-tanya film apakah ini. Terus terang, saya belum pernah mendengarnya. Ternyata, kata kawan-kawan saya, Hijaiyah Cinta ini adalah web series religi romantis yang sedang ngetren di youtube. Konon, cerita ini diangkat dari kisah nyata yang kemudian dikembangkan. Ada 13 series yang telah diproduksi dan sudah ditonton ratusan ribu orang.

Nah, setelah web series-nya sukses, Menara Sinema selaku produsen Hijaiyah Cinta mencoba mengangkat web series ini ke layar lebar. Inti ceritanya tetap berdasarkan cerita web series,  di mana ada tokoh tetra cinta antara Anisa, Adam, Alif, dan Salma. Namun tentu saja ada pengembangan cerita, penambahan tokoh-tokoh baru, serta akhir cerita yang tak akan sama dengan web series-nya. “Bakal ada kejutan di film ini,” begitu kata Hayati Ayatillah, sang penulis skenario.

IMG_20200305_145036

Hayati bercerita, film ini berkisah tentang Alif yang datang dari keluarga sederhana dan awam terhadap agama jatuh cinta pada Anisa, seorang muslimah dari keluarga terpandang. Ayah Anisa memberi tantangan kepada Alif untuk belajar mengaji dan membaca huruf Hijaiyah, yang harus diselesaikan dalam waktu tiga bulan.

Lalu muncullah Adam, sahabat Alif yang sekaligus merupakan mantan pacar Anisa yang membuat Alif galau apakah dia akan menerima tantangan ayah Anissa atau memilih sahabatnya.

Sutradara film Hijaiyah Cinta, Reza Firmansyah yang merupakan lulusan terbaik magister film dan televisi dari Limkokwing university of Creative Technology Malaysia, menjanjikan sesuatu yang “lebih” di film ini. Walaupun film ini adalah film romantis, tidak akan ada sentuhan fisik antarlawan jenis di sini. Kekuatan film ini ada di alur cerita dan kata-kata yang akan digunakan. Menarik, ya?

Reza juga mengatakan bahwa film ini bukan hanya bercerita tentang kisah cinta semata, namun di balik itu semua, ada makna yang terkandung dari film ini, yang diadopsi dari kisah-kisah Nabi. Kisah cinta yang ada di sini juga bukan melulu kisah cinta kepada lawan jenis, namun juga cinta kepada keluarga dan kepada Allah Taala. Judulnya aja panjang banget. Hijaiyah Cinta: Cinta Itu ke Pelaminan Bukan Cinta Sesat ataupun Cinta Sesaat, Cinta Allah Pertama Baru Cinta Mahkluk Kemudian.

Yang unik, film ini dipenuhi bintang-bintang baru yang wajahnya masih fresh. Saya selalu menantikan film yang dibintangi pemain baru karena saya jadi tidak membayangkan ia sebagai tokoh lain yang pernah diperankan sebelumnya.  Hanya ada beberapa nama “pemain lama” di sana seperti Vinesa Ines, Alfi alfandi, Artha Ivano, Asrul, Indra Jeger stand up komedi, dan ustad Haikal Hasan.

Film Hijaiyah Cinta sendiri  akan diproduksi bulan Maret 2020 ini, dan akan tayang serentak di seluruh bioskop di Indonesia pada bulan Juni atau Juli 2020. Wah, ga sabar nunggunya.

PS: Kalau ga mau ketinggalan soal film ini, bisa follow sosial medianya @hijaiyahcinta.themovie

Toko Barang Mantan, Saat Kenangan Bisa Jadi Dagangan

Film ini bercerita tentang seorang pria bernama Tristan (Reza Rahadian), mahasiswa abadi jurusan hukum yang kuliahnya nggak selesai-selesai. Bukannya fokus menyelesaikan kuliah, Tristan malah asyik  mengurus bisnis kecil-kecilannya, yakni Toko Barang Mantan yang didirikan bareng kedua rekannya, Amel dan Rio.
Konflik pun muncul ketika ada mantan Tristan yang datang ke toko.

maxresdefault

Setelah film Titus dan Temen Kondangan, MNC Pictures kembali meluncurkan film terbaru mereka yang berjudul “Toko Barang Mantan”. Saya alhamdulillah diajak nonton premier film ini tanggal 11 Februari lalu.

Film bergenre komedi romantis yang disutradarai  Viva Westi ini menampilkan aktor serbabisa favorit saya, Reza Rahadian, yang kali ini beradu akting dengan Marsha Timothy. Ini pertama kalinya mereka beradu di film layar lebar, lho.

Selain Reza dan Marshan, ada juga  Dea Panendra, Iedil Putra, Roy Marten, Widi Mulia, Birgitta Cynthia,  Fendy Chow, Syifa Hadju, dan sederet pemain lainnya.


Gini sinopsisnya. Tenang, saya ga spoiler, kok…

Ceritanya tentang seorang pria bernama Tristan yang diperankan Reza Rahadian. Reza ini mahasiswa abadi jurusan hukum yang kuliahnya nggak selesai-selesai. Bukannya fokus menyelesaikan kuliah, Tristan malah asyik  mengurus bisnis kecil-kecilannya, yakni Toko Barang Mantan yang didirikan Tristan bareng kedua rekannya, Amel (Dea Panendra) dan Rio (Iedil Putra). 

Toko Barang Mantan ini membeli dan menjual barang-barang milik mantan. “Daripada ga move-on dari mantan, lebih baik barangnya dijual dan dapat duit, kan”. Begitu moto toko ini.

Uniknya, penjual barang-barang di toko ini bukan hanya menjual barangnya, tapi juga sering curhat ke Trsitan, Amel, dan Rio soal mantan-mantan mereka. Alhasil, barang yang dijual di sini jadi unik karena punya sejarah yang berbeda-beda.

Suatu hari, Laras yang diperankan oleh Marsha Timothy, datang ke toko Trsitan. Konon, si Laras ini adalah mantan terindah Tristan, yang waktu zaman kuliah dikenal sebagai playboy yang doyan gonta-ganti pacar.

Laras datang untuk memberi undangan pernikahannya dengan Nico. Setelah pertemuan itu, Tristan jadi flashback kisah cintanya dengan Laras. Dan dari situlah muncul konflik-konflik lucu nan romantis di film ini.

IMG_20200211_140340~2


Awalnya saya fikir saya ga akan suka film ini karena saya ga suka nonton film cinta-cintaan. Banget. Saya tertarik diajak nonton film Toko Barang Mantan karena ada Reza Rahardian sebagai pemain utamanya. Jaminan mutu kalau dia yang main mah. Saya nonton semua film dia (yang bukan bergenre drama tentunya).

Tapi ternyata, film ini bukan film cinta-cintaan yang melankolis. Film Toko Barang Mantan ini adalah film komedi romantis yang menghibur banget. Ceritanya simpel, dan walaupun sarat makna, gampang banget dicerna dan dinikmati. Beberapa adegan malah bikin saya ketawa ngakak, walaupun ada sebagian adegan yang bikin kesel, sebel, dan gemes juga. (Terutama dengan tokoh Laras yang ga jelas apa maunya).

Setting toko dan suasana sekitarnya instagramable dan homey banget. Bikin saya mikir, kalau ini toko beneran ada, saya akan langsung meluncur ke sana. Sampai detik ini, saya masih berusaha mencari tahu di mana lokasi syuting mereka lho…

Tapi yang paling favorit buat saya adalah scene saat para pemilik barang menjual barang-barang dari mantan mereka dan curhat soal barangnya. Lucu-lucu karakternya, dari yang ngegemesin sampai yang absurd. Mulai dari anak SMA yang masih labil, pasangan hits yang ga terpisahkan tapi mau putus, Om-om dendi yang mantannya segambreng, sampai ke tante-tante yang doyan ngeborong dagangan di sana. Semua karakternya unik, lucu, dan menarik.

Dan seperti yang sudah saya duga sebelum nonton film, para pemainnya tampak natural. Akting Reza pastinya tak perlu diragukan. Tapi berbeda dengan biasanya, kali ini rambutnya gondrong! Walau kadang-kadang rambut gondrongnya terlihat tak alami karena Reza kadang terlihat keberatan dengan wignya, tapi tertutup oleh akting ciamiknya yang berperan sebagai anak urakan yang bebas dan nggak mau dikekang.

Akting Amel (Dea Panendra) dan Rio (Iedil Putra) sebagai rekan kerja Reza juga patut diacungi jempol. Favorit!


Dibalik kelucuan dan ceritanya yang ringan, film ini sebenarnya punya makna dan pesan dalam. Misalnya saja, soal move-on dari mantan. Film ini mengingatkan apakah mantan memang harus dilupakan, diabaikan, atau malah diajak balikan.

Film ini juga mengungkapkan secara tersurat soal bagaimana mengerti pasangan (yang sering nggak dipahami laki-laki), serta soal cara mengungkapkan dan menunjukkan kasih sayang ke pasangan, dan banyak hal lainnya.

Film ini, selain cocok buat yang masih belum bisa ngelupain mantannya, juga cocok buat mereka yang bingung kenapa pasangannya sering ngambek.

Film ini akan tayang serentak di bioksop mulai tanggal 20 februari 2020. Buat yang jomblo kayak saya, jangan khawatir. Film ini juga masih cocok buat kita kok. Ajak aja mantannya. #eh

Biar makin penasaran, nih saya kasih trailernya dulu.

Film Temen Kondangan: “Datang Ga Ya ke Nikahan Mantan?”

Film yang diberi judul “Temen Kondangan” ini merupakan sebuah film bergenre komedi yang dibintangi oleh duo artis peraih piala Citra Prisila Nasution dan Gading Marten, Samuel Rizal, Kevin Julio, Yeslin Wang, dan Olivia Jansen.

Inti cerita film ini deket banget dengan kehidupan sehari-hari orang Indonesia. Jleb lucu.

Setelah diajak menonton film kartun Titus Mystery of Enygma bulan lalu, saya bersama Indonesia Social Blogpreneur (ISB) kembali diundang MNC Pictures untuk menonton film teranyar mereka. Film yang diberi judul “Temen Kondangan” ini merupakan sebuah film bergenre komedi yang dibintangi oleh duo artis peraih piala Citra Prisila Nasution dan Gading Marten, Samuel Rizal, Kevin Julio, Yeslin Wang, dan Olivia Jansen.

Inti cerita film ini deket banget dengan kehidupan sehari-hari orang Indonesia. Jleb lucu gitu deh ceritanya. Bikin saya ketawa ngakak sepanjang film.


20191231_172151-1
Sumber: kompas.com

Begini ceritanya *tenang, saya ga spoiler kok…

Ada seorang selebgram bernama Putri (diperankan oleh Prisia Nasution), yang memiliki kekasih bernama Dheni (Samuel Rizal). Hubungan mereka putus dan mereka pun akhirnya sepakat berpisah dan menikmati kehidupannya masing-masing.

Tiga tahun kemudian, Putri menerima surat undangan pernikahan dari Dheni dan Fitri (Olivia Jansen). Undangan ini membuat Putri galau: apakah dia mesti datang memenuhi undangan dari sang mantan atau enggak. Akhirnya, Putri memutuskan untuk datang ke pernikahan itu untuk menunjukkan bahwa dirinya sudah seratus persen move on dari Dheni.

Keputusan Putri buat datang ini juga karena  tantangan dari temen-temannya dan para followersnya. Maklum, si Putri ini selebgram yang mikirin banget perkataan follower dan nitizen.

Tapi enggak hanya itu, mereka juga mensyaratkan supaya Putri enggak datang sendirian, namun mesti bersama seorang teman laki-laki, sehingga Putri keliatan sudah punya kekasih baru.

Demi memenuhi tantangan itu dan supaya terlihat sudah move on dari Dheni, Putri mengajak tiga orang laki-laki yang berbeda. Awalnya Putri  mengajak bosnya yang bernama Galih (Gading Marten), namin karena ia merasa si bos hanya bercanda soal datang ke kondangan, ia mengiyakan anjuran Sari, asisten pribadinya, untuk mengajak Juna (Kevin Julio), cowok playboy yang doyan banget datang ke kondangan demi makan gratis.

Tapi, hingga H-1 si Juna ini sulit dihubungi. Akhirnya Putri mengajak teman SMAnya  yaitu Yusuf (Reza Nangin), yang sedang membangun karir bersama band-nya dan tak sengaja bertemu Putri di sebuah cafe. 

Putri berharap salah satu dari rekan lelaki yang diajaknya itu bisa menemaninya menghadiri pesta pernikahan Dheni di Bandung. Namun tanpa disangka, bencana besar justru menghampirinya: mereka bertiga bisa datang ke acara pernikahan di waktu yang bersamaan. Dan masing-masing ternyata punya agenda tersembunyi. Dari sini lah konflik menghampiri Putri hingga akhirnya keributan dan kekacauan terjadi di pernikahan Dheni dan Fitri.

temen kondangan
Salah satu scene di film Temen Kondangan. Sumber: MNC Picture


Film Temen Kondangan yang bergenre komedi ini disutradarai Iip Sariful Hanan Film dan naskahnya sendiri ditulis oleh Fauzan Indra Adisoko serta Rino Sarjonoini. Film ini terinspirasi dari sejumlah kisah yang terjadi di dunia nyata masa kini, ataupun kegaduhan yang kerap berlangsung di dunia maya tentang penting atau enggaknya hadir ke pesta pernikahan dengan bersama teman atau pasangan.

Di masyarakat Indonesia, apalagi kalangan nitizen, emang kerap muncul perbedaan pendapat soal penting atau nggaknya membawa teman atau pasangan ke undangan pesta pernikahan. Sampai sekarang, single fighter macam saya pun mengalaminya. Kalau nggak bawa, rasanya sendirian gitu saat kondangan karena yang lainnya sibuk bersama pasangannya. Alhasil, kalau akan kondangan, saya mesti sibuk sana-sini, “membooking” sepupu saya untuk menemani kondangan. Untung pada mau diajak.

Selain soal kebiasaan datang ke kondangan mesti bawa pasangan, banyak adegan lain yang memang relate banget dengan kehidupan orang Indonesia zaman now. Seperti Putri yang panik saat followernya turun dan sibuk live IG di manapun berada. Atau kedua orang tua Dheni dan Fitri yang memaksakan pernikahan megah demi gengsi. Atau juga soal Juna, si wedding crasher, yang datang ke setiap pesta kawinan cuma buat makan.

Walaupun akhir ceritanya agak mengambang, tapi film Temen Kondangan ini mampu bikin saya auto ngakak terus menerus berkat kelakuan dari para lelaki yang datang bareng Putri. 

IMG_20200124_180321
Para pemain film Temen Kondangan

Apalagi, akting para pemainnya natural banget. Selain para pemain muda, ada juga artis kawakan macam Izur Muchtar, Feby Vebiola, Diah Permatasari, dan Pierre Grunno. Prisia Nasution, yang baru kali ini tampil di film komedi, juga bermain cukup bagus, dengan logat Sundanya walaupun kata temen saya yang asli Sunda, ada beberapa kata yang “meleset”.

Yang mau tau bagaimana Putri mengatasi konfliknya dan lelaki mana yang akan dipilih Putri serta apa saja kekacauan yang timbul di pernikahan Dheni, jangan lupa buat nonton Film Temen Kondangan di bioskop mulai 30 Januari 2020. Tapi ingat, katanya “jangan datang sendirian”!

PS: abis nonton ini, kok saya jadi nyanyiin lagu “ular berbisa” mulu ya…  Ter-ratjuni lagu ini saya sepertinya.

Seru-seruan di Festival Gerakan Warung Nasional 2019

Ada acara yang seru di Lapangan Banteng Jakarta, 14-15 Desember lalu. Di tempat yang terkenal dengan air mancur menari itu, kemarin berlangsung Festival Gerakan Warung Nasional (FGWN).

IMG_20191214_162419-01.jpeg

Festival Gerakan Warung Nasional berakar dari Gerakan Warung Nasional yang diinisiasi oleh Warung Pintar dan Mitra Tokopedia. Gerakan Warung Nasional ini dibuat untuk mengapresiasi para pelaku warung yang dinilai telah berkontribusi selama puluhan tahun untuk perekonomian Indonesia. Kita semua tahu kan, warung dari dulu memang lekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia dan bisa menggerakkan sektor ekonomi rakyat. Nongkrong minum kopi di warung, belanja di warung, ngegosip juga di warung :D.

Festival Gerakan Warung Nasional ini merupakan festival warung terbesar pertama di Indonesia, yang didukung oleh Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koperasi & UKM, OVO & Sahara (Sahabat Usaha Rakyat).


Saya datang ke Festival Gerakan Warung Nasional di hari Sabtu, 14 Desember lalu. Lapangan Banteng yang biasanya sepi di siang hari jadi cukup ramai dengan pengunjung. Menurut info, ternyata lebih dari 50.000 pengunjung yang datang ke sana selama festival berlangsung. Pantas ramee..

IMG_20191214_162120-01.jpeg

2019_1222_01382500-01.jpeg
Suasana area Jajan di Warung, yang dilengkapi dengan kursi dan meja.

2019_1222_01425200.jpg
Beberapa brand juga ikut serta dalam FGWN 2019 ini

Festival ini terbagi menjadi beberapa area. Yang pertama menarik minat saya, tentu saja adalah area Jajanan Warung Nasional. Di area ini, terdapat warung-warung UMKM yang menjajakan aneka kuliner. Ada yang menjual sate taichan, omelette bread ala India, kerak telor khas Betawi, cumi bakar, dan aneka makanan lainnya yang amat menggugah selera. Di depannya ada tempat duduk sehingga pengunjung seperti saya tak perlu khawatir mencari tempat untuk menghabiskan makanan itu. Setelah bolak-balik dua kali, akhirnya saya melabuhkan pilihan saya ke cumi bakar. Yummi….

Festival Gerakan Warung Nasional ini diikuti oleh 15.000 pemilik warung, 80 lebih principals dan UMKM dan dibuka oleh Menteri Koperasi dan UKM, Bapak Teten Masduki, mewakili Presiden Jokowi yang berhalangan hadir.

Selain area Jajanan Warung Nasional, di Festival GWN ini juga terdapat area-area lainnya. Untuk pengunjung yang membawa anak-anak, tersedia area bermain anak. Di sebelahnya, ada area Main-Main di Warung. Di sini, saya dan pengunjung lainnya bisa bermain aneka game. Setelah selesai bermain, akan ada hadiah langsung. Lumayan…..saya bisa menyelesaikan dua permainan dan sebagai hadiahnya, saya dapat 4 snack favorit saya.

Sambil menikmati jajanan ala warung di festival ini juga terdapat panggung hiburan yang menampilkan artis-artis ibukota. Ada juga museum warung yang menyajikan sejarah warung dari dulu hingga kini. Dan ada pula acara seperti turnamen warung, warung digital, dan sebagainya.

2019_1222_01391900.jpg
Panggung utama yang menampilkan artis Ibukota. Pembukaan oleh Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM, mewakili Bapak Jokowi, juga dilakukan di sini.

2019_1222_01475100.jpg
Salah satu stand untuk bermain games.


Banyak brand-brand dan stand yang ada di Festival Gerakan Warung Nasional ini. Salah satu stand yang menarik minat saya adalah stand Warung Pintar. Saya jadi penasaran, apa sih sebenarnya Warung Pintar ini?

2019_1222_01420200-01.jpeg
Stand Warung Pintar di pintu masuk utama

2019_1222_01412400-01.jpeg

Ternyata, Warung Pintar ini adalah sebuah startup yang didirikan sejak November 2017 oleh Willson Cuaca (Chairman & Co-Founder), Agung Bezharie Hadinegoro (CEO & Co-Founder), Harya Putra (COO & Co-Founder), Sofian Hadiwijaya (CTO & Co-Founder), dan Christian Winata (Tribe Leader & Co-Founder).

Warung pintar ini adalah semacam ritel mikro yang memadukan warung atau kios kecil/tradisional dengan pengelolaan yang berbasis teknologi. Sesuai namanya,  tujuannya adalah “membuat pintar sebuah warung” sehingga dapat bertumbuh dengan lebih baik.  

Para mitra yang bergabung di Warung Pintar ini akan diberikan dukungan teknologi  untuk mengoptimalkan dan mengefisiensikan kinerja warungnya, mulai dari kemudahan pesan barang, monitoring  pertumbuhan usaha, pendampingan dan kegiatan komunitas, hingga kesempatan untuk merenovasi warung. Kabarnya, saat ini, Warung Pintar ini telah memiliki 4.500 warung yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya, Banyuwangi, serta Surabaya.


2019_1222_01433200.jpg

Nah, kehadiran Warung Pintar selama ini dapat memberi efek ekonomi kepada masyarakat Indonesia. Sejak berdirinya Warung Pintar di tahun 2017, telah terjadi peningkatan pendapatan pemilik warung hingga 41%, penyerapan tenaga kerja hingga lebih dari 5.000 tenaga kerja (di antaranya ada 1.500 tenaga kerja produktif yang terserap menjadi penjaga warung).

Warung Pintar juga mendukung perempuan untuk menjadi wirausaha. Sebab, lebih dari 58% mitranya perempuan dan mereka berkontribusi 60% terhadap pendapatan keluarga lho. Keren.

Selain itu, Warung Pintar juga mendorong literasi finansial bagi para mitranya. Ini dibuktikan dengan hampir 91% mitranya telah memiliki setidaknya satu produk finansial. Katanya, angka ini lebih besar dari financial inclusion index nasional dan global yang masing-masing 42% dan 70%. Pemakaian teknologi yang disediakan Warung Pintar juga mencapai 80-90% per bulan. Selain itu, indeks Literasi Finansial Mitra Warung Pintar mencapai 69.4/100. Ini artinya mitra warung telah menguasai aspek finansial dasar seperti perhitungan risiko dan investasi dasar. Pemilik warung jadi lebih pintar, kan?

Yuk mari bangkitkan kembali era kejayaan warung Indonesia!

Dengan Jovee, Sehat Dimulai dari Jari

2019_1214_23465500-01.jpeg

Sebulan yang lalu, saya dikejutkan oleh berita bahwa kawan saya di komunitas travelling terkena stroke di Bandara Internasional Hamad, Qatar. Pembuluh darah di otaknya pecah sehingga ia harus dirawat intensif dan menjalani operasi di rumah sakit di sana.

Saya kaget. Usianya masih muda, masih di awal 40-an. Penampakan fisiknya pun sehat, masih suka wara-wiri ke berbagai belahan dunia. Tapi ternyata, di balik fisiknya yang terlihat sehat itu, gaya hidupnya lah yang tidak sehat.

Memang, gaya hidup masyarakat zaman kini, terutama masyarakat perkotaan, jauh dari kata sehat. Kulineran dengan makanan penuh lemak, nongkrong di cafe dan minum minuman dengan kadar gula tinggi adalah salah satunya. Belum lagi stress dan kurang aktivitas fisik akibat bekerja keras.

Saya pernah menghadiri acara di Departemen Kesehatan RI. Dari acara tersebut terungkap bahwa sebanyak 70% masyarakat Indonesia baru memutuskan untuk mengubah gaya hidup setelah jatuh sakit. Baru sadar berhenti merokok saat sudah terkena kanker paru dan penyakit jantung, baru sadar untuk berolahraga setelah terkena darah tinggi. Padahal, menjalani gaya hidup yang sehat adalah kunci agar terhindar dari masalah kesehatan yang serius.

Menurut penelitian dari ahli fisiologi Univ Indonesia, seperti dikutip dari jurnal yang ditulis oleh Doddy Alfred, gaya hidup sehat bisa menurunkan risiko terkena serangan darah tinggi hingga 55%, mengurangi risiko diabetes hingga 50%, stroke dan jantung koroner hingga 75%, dan memperpanjang usia hidup hingga 10 tahun.

Gimana cara menjalani gaya hidup sehat?

  • Jangan malas bergerak. Pekerjaan di zaman modern banyak dilakukan di depan layar komputer. Akibatnya, ya, pergerakan menjadi amat sedikit. Paling bergeraknya hanya sebatas ambil minum, ke toilet, makan siang, dan pulang. Padahal, tubuh butuh bergerak, minimal berjalan selama 30 menit sehari agar tetap bugar.
  • Jaga pola makan.  Ini juga penting karena asupan yang masuk ke dalam tubuh sangat memengaruhi kesehatan. Hindari makanan yang tidak sehat seperti makanan berlemak, gorengan, terlalu banyak gula, dan sebagainya. Gizi seimbang pun dibutuhkan agar tubuh selalu dalam kondisi prima.
  • Rajin kontrol dan cek kondisi kesehatan secara berkala, paling tidak untuk masalah tekanan darah, kolesterol dan kadar gula. Tak perlu ke rumah sakit mahal, Puskesmas pun sekarang sudah menyediakan layanan ini.
  • Stop merokok
  • Istirahat yang cukup
  • Minum multivitamin dan suplemen sebagai pelengkap nutrisi.

Mengapa Perlu Suplemen?

Suplemen, seusai namanya, adalah pelengkap. Suplemen merupakan tambahan nutrisi yang diperlukan tubuh. Sebenarnya, kalau kita bisa tahu dengan tepat nutrisi yang dibutuhkan tubuh dan bisa dengan tepat juga menjaga pola makan seimbang, suplemen ini ga diperlukan.

Tapiii….. susah kan untuk benar-benar mencukupi kebutuhan nutrisi dalam tubuh sesuai dengan yang dibutuhkan. Misalnya saja soal vitamin C. Vitamin dasar yang penting untuk daya tahan tubuh. Idealnya, untuk memenuhi kebutuhan vitamin C ini, kita mesti makan 5 porsi sayuran dan satu porsi buah-buahan dalam sehari. Namun, yang seringkali terjadi adalah asupan buahan dan sayuran ini kurang, menyebabkan tubuh menjadi kekurangan vitamin C. Nah, di situlah fungsi suplemen dibutuhkan.

Mengutip dari Kompas.com, suplemen juga diperlukan saat tubuh bekerja terlalu keras, sangat lelah, dan kurang istirahat. Di kondisi ini umumnya sistem imun seseorang sedang menurun kekuatannya sehingga mudah sakit, sementara suplemen akan membantu tubuh untuk lebih berenergi dan memperkuat sistem imun tersebut.

Kebutuhan Suplemen Tiap Orang Berbeda

Kesulitan yang sering dialami ketika mengkonsumsi suplemen adalah kita tidak tahu suplemen apa yang dibutuhkan tubuh kita. Karena ternyata, kebutuhan suplemen tiap orang berbeda-beda. Usia, jenis kegiatan, riwayat kesehatan, berbeda-beda setiap orang. Saya, bisa jadi kebutuhannya beda dengan kakak saya. Bahkan, saudara kembar pun bisa jadi punya kebutuhan yang berbeda.

Membeli suplemen yang tidak sesuai kebutuhan bisa sia-sia karena sebenarnya tubuh tidak membutuhkan itu.

Untungnya, sekarang ini, ada aplikasi yang bisa membantu saya dan kita semua untuk memilih suplemen yang tepat. Jovee namanya.

Jovee, Asisten Pribadi di Bidang Kesehatan

Jovee ini adalah sebuah aplikasi baru di bidang kesehatan. Bisa dibilang, Jovee ini adalah asisten pribadi digital yang akan menentukan jenis suplemen mana yang dibutuhkan seseorang, sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Saat menggunakan aplikasi Jovee, akan ada pertanyaan-pertanyaan yang diajukan seperti riwayat penyakit, tempat tinggal, usia, jenis keluhan, dan lain sebagainya. Lalu ada juga pertanyaan soal apa yang menjadi concern saat ini. Saya misalnya, lebih concern ke daya tahan tubuh karena itu hal yang terpenting buat saya saat ini. Nah, setelah semua pertanyaan itu selesai, maka akan muncullah suplemen yang Jovee anjurkan untuk dikonsumsi.

Suplemen dan vitamin itu bisa dibeli langsung diaplikasi Jovee, atau dapat pula melalui e-commerce partner Jovee, yakni Blibli.com. Harganya tak terlalu mahal, mulai dari 99 ribu rupiah hingga 999.000 ribu rupiah per paket. Dan kalau beli sekarang, masih ada promo sebesar 12 persen di Blibli dan aplikasinya lho… Dan gratis ongkir!

2019_1215_00170900-01.jpeg
Multivitamin dan suplemen yang dikirim ke saya, dikemas dalam kemasan kedap yang aman.

Mengapa Harus di Jovee?

DSC08625.JPG
Natali Andrianto, CEO ITMI, di acara launching Jovee di Jatomi Fitness Jakarta, pekan lalu

Natali Ardianto, CEO ITMI yang mengembangkan Jovee ini mengatakan bahwa Jovee menggunakan data science untuk menentukan kebutuhan suplemen yang tepat. Jadi sifatnya sangat personal, berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Selain itu, suplemen yang ditawarkan diambil dari suplier terpercaya, dari pedagang besar farmasi (PBF) misalnya saja Blackmores, Radiant Group, Tempo Scan, dan Konimex. Pembeliannya pun dilakukan dalam jumlah besar sehingga menyebabkan harga jual yang ditawarkan Jovee bisa berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Jadi lebih ekonomis dan sesuai bujet.

Paket suplemen yang ditawarkan pun beragam. Walau begitu, keamaan suplemen ini pun tak usah diragukan karena Jovee telah bekerja sama dengan dokter dan apoteker. Semua hal, dari hulu ke hilir ditangani oleh para ahli di bidang kesehatan.

Dan, Jovee ini mudah sekali diakses. Saya dan Anda tak perlu datang jauh-jauh ke apotek. Cukup unduh aplikasi Jovee di Playstore atau Appstotre, atau kunjungi official storenya di BliBli.com, langsung bisa membeli suplemen sesuai kebutuhan.

Cuma butuh koneksi internet dan jari. Gampang kan?