Angkutan Umum di Sydney

Sydney adalah kota yang lumayan teratur. Di sini ada banyak jenis angkutan umum yang bisa dipakai buat keliling kota. Harganya lumayan mahal, jadi kalau emang deket mending jalan kaki aja.

Monorail

Monorail ini cuman ada di kawasan SCBD alias pusat kota Sydney. Spot yang dilalui monorail ini adalah World Square (tempat hotel gue berada), Chinatown and Paddy’s, Darling Harbour, City Center. Peta dan informasi lebih lengkap bisa diklik di sini.

Beda dengan monorail di KL, Bangkok, atau Taman Mini, monorail ini bukan berupa satu kereta panjang dengan tempat duduk yang berderet melainkan terdiri atas beberapa kompartemen. Satu kompartemen lebarnya kurang lebih 2,5 dan terdiri atas dua tempat duduk yang saling berhadapan.

Tarif sekali jalan 4,9 dolar Australia (mahal bo!). Kalau emang pengen bolak balik naik ini, saran gue beli aja day-passes tiket. Ada yang satu hari (harganya 9,8 dolar), ada yang 3 hari. Dengan day passes ini, bebas naik monorail sesuka hati.

Light Rail
Kereta ini bentuknya mirip tram, adanya di atas tanah. Tram ini terbagi dua zona, yakni zona 1 (yang deket SCBD), dan zona dua. Harga tiketnya lebih murah sedikit, dan lebih murah lagi kalau belinya tiket return (alias pulang pergi). Sekali jalan 3,5 dolar dan pulang pergi 4,9 dolar. Menurut Erwin, sodara gue yang tinggal di sana, lebih asyik naik ini ketimbang naik monorail soalnya kita bisa liat bangunan-bangunan di sepanjang jalan. Kalau monorail kan cuman liat bagian atas aja. Tapi, gue lupaaa naik ini :((

Oya, klik di sini ya buat peta dan info lebih detail.

CityRail
Yang ketiga ini adalah subway-nya Sydney. Terus terang gue ga naik ini, dan agak bingung baca petanya. Sempet dijelasin sih ama sodara gue, tapi tetep aja bingung karena ga ngalamin sendiri. Jadi kalau mau jelas, klik citysubway aja ya.

Bus 

bagian dalam shuttle bus

Bus adalah transportasi yang paling murah di Sydney (tapi semurah-murahnya tetep mahal buat ukuran gue). Sekali jalan, sekitar 2-4 dolar (tergantung tujuannya). Tapi..jangan khawatir. Ada free shuttle bus di area SCBD. Nomer busnya 555, beredar dari jalan George Street, terus ke Circular Quay, terus ke Phillip Street dan Macquarie Street, dan balik lagi ke George Street. Lumayan, bisa dateng ke Town Hall, the Queen Victoria Centre, Centrepoint Tower, Martin Place, Circular Quay, the Domain, Hyde Park, Central Station, Chinatown gratis. Tapi, jam operasinya ga sampe malam. Pas weekday ia hanya sampai jam 15.30, weekend jam 18.00. Ada satu lagi sih free shutlle bus, tapi ga tau kemana rutenya.

Oleh-oleh Makanan dari Sydney

Ga afdol dong kalo dari suatu tempat ga beli oleh-oleh khas sana. Nah, di sini gue beli beberapa oleh-oleh camilan. Ini dia:

Lemmington Cake

Gue pertama kali liat ini di acaranya Masterchef Australia.Ini adalah kue khas Aussie. Terdiri dari kue bolu dua lapis (yang mirip lapis surabaya), dilapisi semacam karamel dan diberi taburan kelapa. Menurut gue, ini perpaduan antara lapis surabaya ama ongol-ongol. Gue suka banget kue ini, walaupun temen-temen kantor gue bilang rasanya aneh.

Oiya, gue beli ini di supermarket di World Square Mall, di sebelah hotel gue, sesaat sebelum pulang ke Jakarta. Sebenernya di supermarket besar banyak kue ini, tapi gue lupa beli oy!!

lamington_cake
Foto: 4.bp.blogspot.com

 

Nougat
Kue yang mirip Turkish Delight ini juga salah satu makanan khas Aussie. Rasanya manis, bentuknya kotak, dan rasanya macem-macem. Tapi…permen khas Aussie ini keras banget. Jadi yang giginya udah karatan, jgn coba-coba makan ini ya..Semua supermarket jual nougat ini, harganya kurang lebih 3-5 dolar per bungkus.

Macademia Nut
Kacang ini adalah ikonnya makanan Australia. Selain dijual telanjang (maksudnya kacangnya aja), kacang ini juga ditanam di dalam coklat. Wajib dibeli deh..
Oiya, nyari kacang ini mesti di supermarket gede. Gue dapet di woolworths, yang masih ada di  kawasan Wolrd Square.

Wine
Gue sih ga mengerti soal minuman ini, dan ga mau beli pula, jadi ga tau harga aslinya di Jakarta berapa. Tapi kata salah satu temen perjalanan gue, harga wine di sini murah banget. Seratus ribu aja udah dapet wine bagus, yang kalo di Jakarta harganya bisa 3 kali lipatnya.